Lagu ’54, ’74, ’90, 2010 Jadi Hit di Jerman
Kelompok musik Jerman Sportfreunde Stiller selepas kekalahan timnasnya di babak semifinal piala dunia yang lalu menggubah sebuah lagu yang berjudul unik, ’54, ’74, ’90, 2010. Lagu berdurasi tiga menitan itu kini jadi hit di seantero Jerman. Seperti dilansir Mix1, lagu tersebut saat ini nangkring di peringkat pertama tangga lagu Jerman, mengalahkan nama-nama beken semacam Shakira atau Nelly Hurtado.
Awalnya lagu itu berjudul ’54, ’74, ’90, 2006 dan selama piala dunia berlangsung jadi lagu “wajib“ stasiun televisi dan radio. Kopi pertamanya saja sempat meraih sukses besar serta menduduki peringkat pertama tangga musik di Jerman. Namun setelah kalah melawan Italia pada 4 Juli silam mereka tak patah arang. Angka 2006 diganti menjadi 2010 dan beberapa liriknya direvisi. Tahun 2010 adalah harapan Jerman berikutnya untuk menjadi juara dunia di Afrika Selatan.
Sportfreunde Stiller sendiri merupakan grup musik rock asal Germering, Muenchen. Grup musik yang lahir pada tahun 1996 ini terdiri dari tiga orang anak muda, Peter, Florian, dan Ruediger. Stiller diambil dari nama mantan pelatih mereka di klub sepakbola SV Gemering, Hans Stiller. Kini mereka laris manis mendapat undangan manggung dimana-mana.
Sementara itu di Perancis lagu berjudul Coupe de Boule yang berisi pelesetan seputar tandukan kepala Zidane dan kegagalan penalti David Trezequet benar-benar jadi hit di musim panas ini. Lagunya sendiri bernada riang, simak salah satu baitnya yang berbunyi "Zidane menabraknya, piala tidak bisa diraih, namun kita masih bisa tertawa.”
Sebenarnya sebelum Perancis kalah, lagu Zidane y va marquer (Zidane akan mencetak gol) lebih sering dinyanyikan untuk menyemangati Zidane dkk. Namun beberapa jam selepas kalah di final, anak-anak muda di Champs Elysees, Paris menyanyikan Zidane il l'a frappé (Zidane menabraknya) yang akhirnya jadi inspirasi album Coupe de Boule.
Kisah perjalanan lagu ini menuju tangga sukses terhitung unik. Lagu yang dinyanyikan tiga anak muda dari grup musik La Plage itu dibuat persis selepas pertandingan final 9 Juli. Lalu, tanggal 10 Juli sekitar pukul 17.00 disebar melalui internet ke lebih kurang 50 orang teman karib mereka. Dengan “operan bola“ cepat dari tangan ke tangan itulah malamnya lagu tersebut sudah bisa didengarkan melalui siaran radio. Rabu, 12 Juli lagu tersebut sudah masuk dapur rekaman. Coupe de Boule yang berdurasi 2:36 menit kini terjual lebih dari 135.000 kopi dalam waktu tiga minggu. “Luar biasa, ini benar-benar jadi catatan sejarah“, ujar Thierry Chassagne, bos Warner Music Perancis.
Nah, sementara itu di Italia lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Fabrizio Levita juga sangat populer. Mau tahu judulnya ? Lagu tersebut bertajuk '34, '38, '82, 2006 ! Yakni tahun dimana Italia menjadi juara dunia. Ada-ada saja orang Eropa ini.
(Zulkarnain Jalil dari Jerman, Serambinews, 04/08/06).