Sunday, June 10, 2012

Samadi Ketua Alumni Jerman Cabang Aceh DR Samadi MSc terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Cabang Aceh Periode 2012-2015. Kepastian itu diperoleh setelah Samadi meraih suara bulat alias terpilih secara aklamasi dalam Kongres II PAJ yang berlangsung di ruang serbaguna Gedung Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (11/2) siang. Kongres yang diikuti sekitar 82 anggota PAJ Aceh itu berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan. Samadi yang merupakan alumni Universitas Goettingen, Jerman mengaku terharu dengan dukungan yang diberikan oleh peserta kongres tersebut. Dalam sambutannya, pasca terpilih, Samadi mengungkapkan akan berupaya menghimpun dan memetakan aneka potensi yang dimiliki para alumni Jerman yang ada di Aceh dalam rangka menggali dan meningkatkan potensi sumber daya alam lokal bagi kesejahteraan masyarakat Aceh pada khususnya. Sementara itu Dr Hizir, Ketua Umum PAJ periode sebelumnya, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan beberapa program-program yang telah dan sedang dijalankan saat ini. Hizir (saat ini menjabat Dekan FMIPA Unsyiah-red) mengharapkan agar seluruh alumni Jerman bersatu padu dan bekerjasama dalam mendukung program-program kerja ketua umum yang baru terpilih. Harapan lainnya, agar pengurus baru dapat melanjutkan dan merumuskan program-program kreatif dan strategis yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Direncanakan dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan pengurus baru periode 2012-2015 yang diselaraskan dengan sebuah seminar dan pameran pendidikan internasional. Acara dimaksud bakal dihadiri oleh Ketua PAJ pusat Dr.-Ing Ilham Akbar Habibie dan akan menghadirkan beberapa pembicara kunci dari beberapa universitas terkemuka di Jerman. Pada acara kongres kemarin, tampak hadir Prof. Dr. Syamsul Rizal (Direktur Pascasarjana Unsyiah), Dr. M. Hambal (Dekan FKH Unsyiah), Dr. Komala Pontas (Penasehat PAJ), Dr. Gunawan Adnan (Penasehat PAJ Aceh), Dr. Zulkarnain Jalil (Humas Jaroe Eropa), dan beberapa tamu penting lainnya.
FMIPA Unsyiah Gelar Nobar EURO 2012 Pagelaran EURO 2012 telah bergulir. Khususnya di Aceh, biasanya para pecinta bola akan memenuhi warkop untuk memenuhi hasrat nonton bola. Namun kalangan kampus tak mau ketinggalan. Fakultas MIPA Unsyiah menggelar sebuah kegiatan yang tak biasa, yakni nonton bareng EURO 2012. Acara nobar itu digelar pada Sabtu (9/6) malam kemarin bertempat di Aula fakultas yang mementaskan pertandingan antara Belanda-Denmark dan Jerman-Portugal. Diantara para penonton, yang didominasi oleh pegawai administrasi itu, terlihat hadir Dekan FMIPA Dr Hizir Sofyan ditemani beberapa orang dosen. Dr Hizir yang merupakan alumni Jerman, dikenal sebagai pecinta bola sejati. Buktinya, Hizir ikut begadang bersama para stafnya hingga pertandingan usai. Kegiatan bertajuk Silaturrahmi dan Sambung Jalo FMIPA bertujuan untuk memperkuat tali silaturrahmi antara staf pengajar, administrasi hingga para mahasiswa. Dilengkapi dengan fasilitas layar lebar plus makanan kecil dan kopi Aceh, acara nobar berlangsung semarak. Direncanakan, acara nobar FMIPA itu akan digelar tiap akhir pekan. Khususnya pada malam final kegiatan nobar akan digelar sejak sore hari dan terbuka untuk para mahasiswa.
Indonesia, Lepaskan Ketergantunganmu Kepada BBM Oleh: Widjajono Partowidagdo Indonesia memproduksi minyak sebesar 329 juta barel, mengekspor minyak mentah sebesar 132 juta barel, mengimpor minyak mentah sebesar 99 juta barel dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 182 juta barel pada tahun 2011 (Sumber ESDM 2012) dan mengkonsumsi BBM 479 juta barel. Terdapat defisit sebesar 150 juta barel per tahun. Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 milyar barel atau 0,3 % cadangan terbukti dunia. Sebagai Negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan terbukti minyak yang banyak, kita tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di Negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah. Negara2 Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili BBM nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional (mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang. Bahkan Brasil sekarang menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK). Brasil bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping Cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat, Petrobras adalah Perusahaan Migas terpandang di Dunia. Di India dan Pakistan maupun Cina dan Vietnam (Komunis) tidak ada subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri Nasionalnya meningkat pesat. Cina menggunakan gas dan listrik untuk transporasi umum dan sepeda motor menggunakan listrik. BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Lybia dan Venezuela. Bahkan harga bensin di Iran ($ 0,67/l) yang cadangan minyaknya 138 milyar barel lebih mahal dari di Indonesia sekarang ( $ 0,59/l) yang cadangan minyaknya hanya 3,7 milyar barel karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi, rumah tangga dan listrik. Iran mempunyai cadangan terbukti gas nomor dua di dunia yaitu 982 TCF, sesudah Rusia. Sedangkan cadangan terbukti gas Indonesia adalah 112 TCF. Indonesia adalah Negara yang tidak kaya minyak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (Coal Bed Methane), shale gas, panas bumi, air, BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sebagainya. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) menyebabkan terkurasnya dana Pemerintah untuk subsidi harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar serta makin sulitnya energi lain berkembang. Tahun 2011 Indonesia memproduksi minyak 900 ribu B/D (barel per hari), gas 1,5 juta B/D (ekivalen minyak) dan batubara 3,4 juta B/D. Indonesia mengekspor gas 797 ribu B/D dan batubara 2,4 juta B/D. Cadangan terbukti gas lima kali cadangan terbukti minyak dan cadangan terbukti batubara sepuluh kali. Akibat terobosan teknologi di CBM (gas di lapisan batubara dengan dewatering atau memproduksikan air lebih dulu) dan di shale gas (gas yang tertinggal di batuan induk dengan fracturing atau merekahnya) menyebabkan Amerika Serikat kebanjiran gas. Apabila Indonesia menerapkan teknologi tersebut maka akan mempunyai kesempatan yang sama. Batubara juga bisa diubah menjadi gas dan cairan. Biaya listrik di Sumatera Selatan Rp 800/kWh karena memakai gas dan batubara sedangkan di Sumatera Utara Rp 3.500/kWh karena memakai BBM. Potensi panasbumi Indonesia terbesar di dunia yaitu 29 GW, potensi airnya 76 GW dan potensi biomass 50 GW. Sulawesi selatan mempunyai danau Poso dengan potensi 900 MW yang kalau dikembangkan membutuhkan biaya Rp 800/kWh, tetapi saat ini 90 MW pembangkit listriknya sebagian besar memakai BBM dengan biaya Rp 3.500/kWh. Seharusnya, sedapat mungkin kita tidak menggunakan BBM untuk listrik. Dulu waktu harga BBM Rp 6.000/ l sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Begitu harga BBM Rp 4.500/l maka kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang. Orang yang mau naik kendaraan umum layak disebut Pahlawan karena menghemat dana Pemerintah, energi dan polusi. Program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp 4.500/l. Kalau seseorang menyikapi kenaikan harga BBM dengan arif maka pengeluarannya justru berkurang kalau di hari-hari kerja dia menggunakan transportasi umum dan hanya menggunakan mobil pribadi di akhir pekan atau silaturahmi. Medco memberi converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga CNGnya Rp 4.100/l untuk stafnya dan menyediakan bus kantor untuk pegawainya. Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat. Naiknya harga BBM justru akan menyebabkan energi lain yaitu batubara, gas, panasbumi, air dan biofuel banyak dibutuhkan dan diproduksikan yang akan memberikan lapangan kerja, penghasilan dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya daerah-daerah terutama di luar Jawa. Minggu 11 Maret 2012 Wakil Menteri Pertanian dan penulis mengunjungi Pesantren Sunan Drajat di Lamongan dan melihat pengembangan Kemiri Sunan disana. Kemiri Sunan ini disamping baik untuk penghijauan sehingga mencegah bajir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel yang dapat menjadikan suatu desa disamping asri juga mandiri energi. Pesantren mempunyai jaringan di seluruh Indonesia dan menurut informasi jumlahnya sekitar 20.000 di Indonesia. Ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah ketidakmandirian. Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi barang yang mahal tetapi tidak mengkonsumsi barang murah yang kita miliki adalah kebodohan. Cara meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit mungkin memakai BBM. Akibatnya, Indonesia mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi Negara Terpandang di Dunia. Dengan mengurangi ketergantungan kepada BBM maka Insya Allah Indonesia menjadi lebih baik. =========
DATA STATISTIK JELANG FINAL LIGA CHAMPIONS Taufik Iskandar Dosen FMIPA Unsyiah, peminat bola dan pernah bermukim di Hamburg, Jerman Final Liga Champion kali ini mempertemukan Bayern Muenchen dan Chelsea, dimana kedua klub ini di semifinal menyingkirkan favorit kuat untuk melaju ke final yaitu dua klub asal Spanyol Real Madrid dan Barcelona. Muenchen mengalahkan Madrid melalui adu penalti (3-1) setelah bermain dua kali dalam waktu normal dengan skor agregat 3-3. Sedangkan Chelsea mengandaskan Barcelona dengan skor agregat 3-2. Ada sisi menarik yang patut disimak jelang laga ini dihelat pada 19 Mei mendatang. Pertemuan Bayern Muenchen dengan Chelsea yang berlangsung di Allianz Areana -kandang Muenchen- sangat menarik untuk dicermati, terutama terkait pertemuan antara klub asal Jerman dan Inggris. Pertemuan kedua kesebelasan baik di level timnas maupun klub selalu sangat menarik untuk disaksikan. Untuk final Liga Champions pertemuan dua klub dari Jerman dan Inggris telah terjadi 5 kali, yaitu di tahun 1975 (Bayern Muenchen mengalahkan Leeds United dengan skor 2-0). Kemudian, tahun 1977 Liverpool mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1. Selanjutnya tahun 1980 Nottingham Forest mengalahkan Hamburg SV dengan skor 1-0. Tahun 1982 Aston Villa mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 1-0 dan yang terakhir 1999 Manchester United mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 2-1 dengan sangat dramatis. Secara total klub Jerman masih kalah 1-4 dari klub Inggris pada pertandingan di final Liga Champions. Begitu juga dengan Bayern Muenchen masih kalah 1-2 pada pertandingan di final liga champions dengan klub yang berasal dari Inggris. Sedangkan rekor Chelsea bertemu dengan klub Jerman pada final kejuaran klub tingkat Eropa hanya terjadi pada final piala Winners tahun 1998. Dimana Chelsea berhasil mengalahkan VFB Stuttgat dengan skor 1-0. Untuk rekor kedua klub di kejuaraan tingkat Eropa yaitu Liga Champion, Piala Winners dan Piala UEFA, prestasi Bayern Muenchen masih di atas Chelsea. Dimana Bayern Muenchen pernah memenangi Liga Champions sebanyak 4 kali yaitu tahun 1974,1975, 1976 dan 2001. Merebut Piala Winners pada tahun 1967 dan Piala UEFA pada tahun 1996. Sedangkan Chelsea hanya memenangkan Piala Winners pada tahun 1971 dan 1998. Sedangkan pertemuan kedua klub pada Liga Champions terjadi hanya sekali pada tahun 2005, kala itu Chelsea unggul agregat 6-5. Momen kebangkitan masa lalu Hal menarik lain yang dapat kita amati dari final kali ini antara dua klub asal Inggris dan Jerman adalah momen kebangkitan masa lalu. Setelah masing-masing mengalahkan favorit juara di semifinal (Madrid dan Barca), siapapun yang juara baik Bayern Muenchen maupun Chelsea diharapkan mampu untuk meneruskan tradisi juara seperti masa lalu. Tradisi masa lalu yang seperti apa? Seperti diketahui rentang waktu 1974 hingga 1984 juara Piala Champion selalu berasal dari klub Inggris atau Jerman. Simak catatan berikut. Tahun 1974-1976 juara Piala Champions adalah Bayern Muenchen. 1977-1978 dikuasai Liverpool. Tahun 1979-1980 jawaranya Nottingham Forest. Tahun 1981 kembali Liverpool menjuarai Piala Champios untuk ketiga kalinya. Tahun 1982 dinikmati oleh Aston Villa, sedangkan untuk tahun 1983 dijuarai oleh Hamburg dan tahun 1984 kembali Liverpool merebut Piala Champions. Menariknya, pelatih dari masing-masing klub juga sudah pernah merasakan tampil di final sebagai pemain pada kejuaraan klub tingkat Eropa. Jupp Heynckes ikut mengantarkan Borussia Moenchengladbach menjuarai piala UEFA tahun 1975 dengan mengalahkan Twente. Sedangkan Roberto di Matteo juga ikut mengantarkan Chelsea memenangi Piala Winners 1998. Sedangkan sebagai pelatih, Jupp Heynckes pernah mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions tahun 1998. Nah pada laga final 19 Mei nanti Bayern Muenchen lebih diuntungkan, karena pertandingan digelar di kandang Muenchen. Sehingga Arjen Robben dkk sedikit lebih diunggulkan. Tetapi bukan tidak mungkin Chelsea dapat membungkan Bayern Muenchen seperti yang pernah dilakukan oleh Liverpool pada tahun 1984 di final piala Champions yang di gelar di stadion Olimpico Roma. Ketika itu Liverpool menghempaskan tuan rumah AS Roma melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain di waktu normal dengan skor 1-1. Jadi, akankah di Allianz Arena momen kejayaan masa silam klub Inggris-Jerman bangkit kembali? Patut dinanti.