Thursday, September 18, 2008

Al-Quran laku keras di Perancis

Selama bulan suci Ramadan ini, Alquran termasuk dalam kategori best seller (terlaris) di Perancis. Betapa tidak, setiap hari sebuah toko bisa menjual puluhan Alquran. Fenomena ini di negeri kita barangkali hal biasa. Tapi untuk kasus Perancis, yang notabene adalah negara sekuler, tentu jadi catatan yang menarik. Di Perancis sendiri Ramadan jatuh pada 1 September.

"Kami mampu menjual antara 10 hingga 15 buah Alquran setiap hari," ujar Ali Al-Maghori, seorang pemilik toko buku di Paris kepada IslamOnline.net. "Alquran saku yang berukuran kecil yang sangat banyak dicari selama bulan puasa ini," imbuh Maghori.

Menurut catatan majalah Livre Hebdo, sebuah majalah yang khusus mengupas buku-buku best seller, Alquran menduduki rangking 8 diantara buku-buku terlaris.

Beberapa pedagang terlihat menggelar dagangannya di sepanjang jalan di kota Paris. Terutama di kawasan yang memiliki populasi muslim yang besar seperti di Belleville dan Paribas.

Buku-buku tentang tatacara puasa, keutamaan puasa, demikian pula tentang shalat termasuk buku yang paling banyak dicari. Tak hanya itu, penjualan perangkat shalat seperti sajadah, peci, baju muslim, dan lainnya lagi juga mengalami booming.

Makanan tradisional diminati

Selama puasa permintaan makanan tradisional Afrika Utara juga tinggi."Zalabiya adalah salah satu makanan favorit di tempat kami," kata Mokhtar salah seorang penjual makanan khas Tunisia yang membuka tokonya di jalan Kablat, Paris.

Zalabiya adalah makanan sejenis donat yang digoreng dengan minyak dan dilumuri gula. Bagi kalangan berlatarbelakang Afrika Utara (misalnya Mesir, Tunisia, Maroko, Aljazair) makanan ini sangat diminati dan dicari-cari. Ada pula Bouzgene Berber, roti khas dari Aljazair ini juga sangat meningkat penjualannya selama Ramadan. Lalu ada Baqlawa, makanan Turki sejenis pasta berisi madu dan kacang. Toko-toko makanan khas itu terdapat di sekitar jalan La Chapelle. Aneka manisan lainnya juga dijaja di jalan yang selalu ramai itu..

Untuk memenuhi permintaan makanan tradisonal tersebut, banyak jaringan supermarket, seperti Carrefour, selama bulan puasa menyiapkan pojok khusus Ramadan yang menjual berbagai keperluan bagi umat Islam. Tentu saja label halal tertera di setiap produknya.

Perancis saat ini memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di Eropa dengan tujuh juta jiwa dari 60 juta total populasi di negeri mode dunia itu. Warga muslim disana mayoritas imigran asal Afrika Utara dan Turki.

Konsultasi kesehatan gratis

Sementara itu di Belanda, sebuah rumah sakit di kota kecil Slotervaart, yang terletak di pinggiran kota Amsterdam, membuka konsultasi gratis selama puasa bagi pasien muslim yang ada di sana.

"Pasien kami ada sekitar 1400 jiwa dan setengahnya beragama Islam. Sebagian besar dari mereka keturunan Maroko. Sisanya dari Turki dan Suriname," ujar Eelco Meesters, seorang dokter spesialis penyakit diabetes pada rumah sakit Slotervaart.

Seperti dikutip Islamonline, program konsultasi gratis itu diadakan tiap tahun, khususnya di bulan Ramadan. Slotervaart merupakan salah satu kawasan yang memiliki populasi muslim terbesar.

Fatimah Malki, seorang perawat rumah sakit keturunan Maroko, menceritakan bahwa pasien tak hanya diberi petunjuk-petunjuk kesehatan, nasehat dan saran yang bernuansa Islam turut disampaikan. "Kami juga menerangkan kepada mereka petunjuk puasa seperti diterangkan di dalam Alquran. Misalnya orang sakit parah boleh tidak berpuasa dan bisa menggantinya ketika mereka sudah sehat. Kira-kira begitu," kata Fatimah.

Di Belanda sendiri populasi umat Islam cukup meningkat akhir-akhir ini. Dari 16 juta penduduknya, sedikitnya saat ini ada sekitar satu juta umat Islam di sana. Mayoritas keturunan Maroko. Begitu pula pertumbuhan mesjid begitu pesat. Banyak gereja-gereja kosong yang kemudian berubah menjadi mesjid. Begitulah. (zulkarnain jalil)

Semarak Ramadan di Ukraina

Nuansa keislaman di Ukraina terlihat sangat semarak pada Ramadan tahun ini. Aneka kegiatan yang diadakan oleh organisasi keislaman yang ada di sana telah memberi warna baru selama bulan puasa 1429 H. Ceramah agama misalnya, kini telah jadi bagian tak terpisahkan dari aktifitas Ramadan. Tak hanya itu organisasi tersebut juga berinisitaif memperkenalkan Islam kepada kalangan non-muslim dengan menyebarkan brosur dan pamplet. Sejak merdeka dari Rusia tahun 1991, Islam kini memang makin semarak di Ukraina.

"Federasi organisasi sosial kemasyarakatan di Ukraina atau Arraid menjadi sponsor utama dalam program Islam Peduli selama bulan Ramadan," ujar Ismail Al-Kadi, Ketua Umum Arraid seperti dikutip situs Islamonline.net. Arraid merupakan salah satu organisasi berbasis Islam terbesar di Ukraina.

Arraid juga mengorganisir program kursus Alquran dan Alhadist. Tak ketinggalan acara buka bersama fakir miskin dan anak yatim juga dihelat sepanjang Ramadan. "Selama Ramadan, Arraid setiap harinya membagikan sedikitnya 800 paket berbuka bagi fakir miskin dan anak yatim," ungkap Kadi.

Hafal Alquran

Puasa Ramadan merupakan saat yang spesial bagi dua juta muslim di Ukraina. "Ramadan telah membawa pesan joy bagi umat Islam di Ukraina," kata Seran Arifof, direktur madrasah hafiz Quran Radwan. "Selama puasa, umat Islam di sini lebih aktif dari hari-hari biasanya di luar Ramadan. Kondisi seperti ini akan makin meningkat dikala pembayaran zakat fitrah nanti," kata Arifof lagi.

Arifof juga mencatat secara khusus yakni ketertarikan kalangan remaja dan anak-anak untuk menghafal Alquran sangat tinggi sekali selama bulan puasa. "Kami sudah sering mengirim peserta untuk ikut MTQ hafal Alquran di berbagai tempat setiap tahun."

Diperkirakan saat ini ada sekitar 200 mesjid dan 20 islamic center yang bertebaran di seantero Ukraina. Sejauh ini tak ada diskriminasi dari pihak pemerintah. "Saat ini kami bahkan sedang menyusun program pendidikan singkat tentang puasa Ramadan. Kegiatan ini tak terbatas untuk kalangan Islam, namun non muslim juga kami terima. Semata-mata agar mereka tahu apa itu puasa dan apa itu Islam yang sebenarnya.," ungkap Kadi. Dia dan timnya mengaku telah menyebar banyak brosur dan pamplet yang berisi informasi seputar Islam dan puasa Ramadan.

"Respon mereka (non muslim) terhadap brosur tersebut sangat menakjubkan. Amatan kami, kalangan non muslim di sini masuk Islam kebanyakan di bulan Ramadan," pungkas Kadi lagi.

Ukraina adalah sebuah negara bekas pecahan Uni Soviet yang terletak di Eropa Timur. Ukraina, dalam bahasa Slavia, berarti "daerah perbatasan". Dan memang begitu kenyataannya. Catat saja, di sebelah timur laut berbatasan dengan Rusia, dengan Belarus di utara, lalu Polandia, Slowakia dan Hongaria di barat. Sedangkan di barat daya bertetangga dengan Rumania dan Moldavia dan Laut Hitam di selatan.

Berdasarkan data yang dilansir Wikipedia, sedikitnya saat ini ada sekitar 3 juta umat Islam dari total populasi penduduk Ukraina yang berjumlah 47 juta jiwa. Konsentrasi muslim terbesar bermukim di kawasan Crimea, selatan Ukraina, yang mencapai 12 persen. Muslim Crimea yang kebanyakan suku Tatar dan menganut paham sunni. Mufti merupakan jabatan tertinggi dan berwibawa di sana. Mufti memiliki hak penuh untuk mengeluarkan fatwa dan hukum-hukum Islam lainnya. Sedangkan warga asli Ukraina sendiri mayoritas menganut paham Kristen Orthodoks. (Zulkarnain Jalil)

Muallaf Rumania adakan safari buka bersama

Muallaf di Rumania dikabarkan sangat bersemangat dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan kali ini. Seperti dilansir situs berita dunia Islam, IslamOnline.net, mereka terlibat secara aktif dalam aneka aktifitas selama bulan puasa. Salah satu yang menarik adalah acara buka bersama. Tak seperti biasanya, kali ini mereka berkeliling kota untuk menjumpai rekan-rekan sesama muslim untuk diajak buka bareng. Tujuan mereka adalah untuk membangun jembatan antar sesama saudara se-Islam.

“Ini merupakan kali pertama para muallaf turut serta secara aktif dalam aneka aktifitas selama Ramadhan,” kata Robert Hoisan, salah seorang pengurus Asosiasi Muslim Rumania yang bermarkas di Bukarest, ibukota Rumania. “Contohnya Ramadhan ini, kami menyelenggarakan buka puasa bersama dengan cara berpindah-pindah. Kami bersafari dari satu kota ke kota lainnya untuk acara buka bersama ini,” lanjut Hoisan kepada IslamOnline.

Persaudaraan sesama muslim

Hoisan dan koleganya Dan Michi sangat terobsesi untuk mengadakan acara buka bersama sebanyak mungkin di setiap kota yang mereka singgahi.

"Dimana saja kami ketemu orang Islam, kendati cuma 3 atau 4 orang, Insya Allah kami akan senantiasa bersama mereka menyelenggarakan buka bareng dalam suasana sederhana. Yang ingin kami capai, rasa persaudaraan di antara sesama muslim," tukas dia penuh semangat.

Menurut Hoisan, mereka sudah pernah saling membantu dalam berbagai acara berbuka di kota-kota besar dengan populasi muslim yang besar. “Kami pernah buat di kota Konstanta,” ungkap dia seraya menyebut salah satu kota di Rumania yang memiliki populasi umat Islam terbesar, mencapai 85 persen. Konstanta sendiri merupakan sebuah kota keresidenan di Tenggara Rumania.

Begitupun, tahun ini Hoisan dan rekannya justru memiliki obsesi lain, terutama untuk kalangan muda. "Sebagai muallaf dari kalangan muda kami punya strategi sendiri. Kami inginnya kumpul dengan anak-anak muda yang tinggal berjauhan di kota-kota kecil," kata dia.

"Bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk saling berbagi kasih saying terutama bagi mereka-mereka yang berpuasa. Demikian juga, ini yang sangat baik untuk saling mengenal satu sama lain. Saling ingat mengingatkan akan pentingnya membangun lingkungan yang diridhai Allah,” tukas Hoisan lagi. Hoisan, seperti muslim lainnya, selama bulan puasa hatinya merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa. Dia merasa begitu dekat dengan Allah selama Ramadhan.

Asosiasi Muslim di Rumania juga berupaya untuk membangun jaringan (network) dengan kalangan Islam di seluruh Eropa. "Kami telah menyusun daftar muallaf baru di seluruh Rumania, semata-mata untuk menjalin silaturrahmi dengan mereka. Kami undang mereka ke mesjid. Tak hanya untuk berbuka, tetapi juga guna membahas berbagai persoalan menyangkut masa depan Islam disini," tegas Hoisan.

Dia juga menyebutkan kitab suci Alquran dan petunjuk Nabi Muhammad SAW harus menjadi acuan dalam membangun segala aspek dalam kehidupan. "Kami terus belajar dan mencoba berbagi ilmu semampu kami dengan para muallaf baru. Begitu juga dengan orang-orang nonmuslim yang tertarik dengan Islam,” ungkap Hoisan.

Didukung imam mesjid

Guna mewujudkan misi itu Hoisan meminta dukungan dari imam-imam mesjid di tempat yang mereka singgahi. Terutama untuk membantu dalam hal pengajaran ilmu agama islam. Pelajaran agama Islam, kata dia, diberikan satu kali dalam sepekan, terutama berkaitan dengan Ramadhan.

Hoisan dan sejumlah anggota asosiasinya saat ini berencana mengadakan perjalanan ke kota Ploiesti, terletak di pinggir Bukarest, untuk membantu para muallaf yang menderita cacat fisik. Sebelumnya, mereka mendapat berita lewat secarik surat yang dikirim oleh muslim di Ploiesti. Hoisan secara khusus juga mencatat kebanyakan para muallaf di Rumania masuk Islam di bulan suci Ramadhan.

Tak hanya bulan Ramadhan

Para muallaf di Rumania memang terlihat sangat aktif tahun-tahun terakhir ini. Tak hanya di bulan Ramadhan, di waktu yang lain, katakan seperti di bulan haji mereka juga terlibat aktif. Bahkan tiap tahun terjadi peningkatan jamaah yang cukup signifikan. Misalnya tahun 2006 silam diikuti oleh 320 jamaah dan merupakan yang terbesar sejak1989, atau setelah lepas dari komunis. Haji tahun 2005 diikuti oleh 180 jamaah. Beberapa dari mereka mengaku mendapatkan kedamaian hati yang tiada tara selepas melaksanakan ibadah haji.

“Bagi saya, haji adalah pengalaman rohani terindah yang pernah saya rasakan dalam hidup. Saya bersyukur bisa kesana. Nikmat sekali mendengarkan bacaan ayat-ayat suci AlQuran di Mekkah,” ujar Istan Liliana, salah seorang muallaf Rumania yang masuk Islam pertengahan 2005 silam seperti dikutip islamonline. Liliana yang bermukim di kota Konstanta memang telah lama menunggu kesempatan untuk bisa ziarah ke tanah suci guna mendapatkan kedamaian hati dan pikiran..

Liliana mengaku banyak mendapat tantangan setelah memeluk Islam, baik dari keluarga maupun masyarakat. Misalnya, ia kehilangan pekerjaannya persis selepas mengenakan jilbab. Lalu diacuhkan oleh keluarga dan teman-temannya. Dia tetap tegar menghadapinya seraya berdoa keluarga dan para sahabatnya mendapatkan hidayah satu ketika nanti. “Kebahagiaan yang saya peroleh lebih besar daripada tantangan ini,” kata dia.

Sedikitnya saat ini ada 70 ribu umat Islam bermukim di Rumania. Kebanyakan dari mereka berasal dari Turki dan Albania. Jumlah itu berarti 2 persen dari total penduduknya yang berjumlah 22 juta jiwa. Jumlah mesjid ada sekitar 80 buah.

Islam di Rumania sebenarnya telah dikenal sejak lama. Catatan Wikipedia, tradisi Islam telah ada sejak 700 tahun silam yang masuk melalui kawasan Dobruja, berdekatan dengan Laut Hitam. Daerah itu dulunya adalah bekas kekuasaan Khalifah Usmaniyah yang berkuasa selama lebih dari lima abad (1420-1878). Kini cahaya yang telah lama redup itu datang kembali. (zulkarnain jalil)

Penulis naskah sinetron itu ternyata perempuan Aceh

Masih ingat dengan sinetron Kerudung Yang Ternoda dalam program Maha Kasih yang ditayangkan di RCTI setahun yang lalu? Konon, banyak pemirsa yang tersentuh dengan sinetron produksi Sinemart 2007 itu. Tapi tak banyak yang tahu, penulis naskah sinetron itu ternyata seorang perempuan asal Aceh. Beby Haryanti Dewi nama lengkapnya. Beby, panggilannya, lahir di Rantau, Aceh Tamiang 7 Februari 1974 silam.

“Waktu itu ada tawaran untuk menulis script sinetron di internet. Saya beranikan diri untuk ikut. Alhamdulillah, naskah saya dinyatakan lolos,” ujar Beby mengenang kala ditemui di kediamannya di kawasan Darussalam, Banda Aceh kemarin, Minggu (14/9). Beby menulis naskah itu saat masih di Australia. “Waktu itu saya menemani suami yang bekerja di Universitas Canberra,” imbuh istri dari Dr.rer.nat. Ilham Maulana itu lagi.

Disamping naskah sinetron, ternyata alumni FMIPA Kimia Unsyiah ini adalah penulis buku yang cukup produktif. Catat saja, setidaknya ada 16 buku karyanya yang telah diterbitkan oleh penerbit ternama seperti Mizan atau Lingkar Pena.

Umumnya Beby menulis buku ber-genre remaja, anak-anak, dan komedi. Galz, Please Don’t Cry (Lingkar Pena Publishing House, 2006). adalah karya pertamanya yang ditulis bersama Asma Nadia, seorang penulis ternama asal Jakarta. Sejak karya pertamanya diterima, rasa percaya diri ibu dari Narid Sulthan Maulana, Neubrina Fathin Lagoina Maulana dan Navid Geunta Maulana ini muncul.

“Saya belajar menulis secara otodidak dari buku-buku dan internet. Saya juga aktif berdiskusi dengan Asma Nadia secara online. Kritik dan masukan dari Asma saya jadikan pegangan untuk menulis lebih baik,” tutur wanita yang pernah berdiam di Jerman selama empat tahun itu. Seiring dengan tersebarnya karya-karya Beby di berbagai penerbit, tawaran menulis pun datang sendiri baik melalui email atau ke HPnya.

Sebenarnya karir menulis mantan pegawai Bank BNI Cabang Sigli ini dimulai saat ia menemani suaminya yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Leipzig, Jerman. Fasilitas internet 24 jam yang ada di tempat mereka tinggal dimanfaatkan Beby untuk ngeblog.

Bakat menulis putri dari pasangan Herman Borrow dan Nuraidar Husin.ini sebenarnya sudah tampak sejak SD. Sejak kecil dia sangat suka membaca (terutama buku-buku fiksi), hingga sering dijuluki “Si Kutu Buku” oleh sanak familinya. Mengunjungi perpustakaan dan toko buku pun menjadi kegiatan favoritnya.

Kini wanita yang pernah mengembara di Jerman, Perancis, Belgia, Belanda dan Australia itu telah kembali ke Aceh. Dia langsung bergabung dengan komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Aceh. Selama di rantau, penyuka bakso ini hanya menjalin kontak dengan FLP via mailing list saja.. Di FLP Beby serasa menemukan dunianya. Dunia menulis. Karena bagi Beby, menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Buku-buku Beby yang sudah diterbitkan yaitu novel anak Temanku Ternyata Pemakai (Ganeca, 2006) untuk memperkaya perpustakaan sekolah-sekolah, dongeng balita Cica Cecak Yang Nakal (DAR!Mizan, 2007), kumpulan cerpen lucu Pura-pura Ninja (Lingkar Pena, 2007), novel remaja Mayoret Jutek (Lingkar Pena, 2008), non fiksi Diary Dodol Seorang Istri (Lingkar Pena, 2008), Kumpulan Dongeng Islami Dari Tiga Benua (DAR!Mizan, 2008) dengan memakai nama pena Jauzah Maulana.

Beberapa buku yang dikerjakan bersama dengan penulis-penulis lain (antologi) antara lain:non fiksi Galz, Please Don’t Cry (Lingkar Pena, 2006), non fiksi Oh, Baby Blues (Femmeline/Syamil Group, 2007), kumpulan opini Ketika Aa Menikah Lagi (Lingkar Pena, 2007), kumpulan cerpen Kutukan Jomblo (Lingkar Pena, 2007), kumpulan cerpen Suparman Pulang Kampung (Lingkar Pena, 2007), non fiksi Catatan Hati Di Setiap Sujudku (Lingkar Pena, 2008), dan kumpulan cerpen komedi cinta Ramuan Jomblo; I love You Deh Ah (Gradien Mediatama, 2008).

Dongeng-dongeng Beby juga dimuat di majalah anak-anak: Lindi Bertemu Landak Hijau (Mombi SD, 2007), Lampu Untuk Iko (Mombi SD, 2007), dan Zebi Yang Cerdik (Bravo!, 2008).

Buku terbarunya, Diary Dodol Seorang Istri kabarnya sangat diminati pembaca. Beberapa toko buku bahkan ada yang kehabisan stok. “Buku ini berisi kisah nyata kehidupan dalam rumah tangga. Cuma saya tulis secara kocak. Di Banda Aceh saya lihat ada toko buku yang menjualnya, “ tukas Beby setengah berpromosi.

.Zulkarnain Jalil