Friday, June 13, 2008

Harga souvenir mencekik leher

“Mahal. Bagusnya beli pas lagi on sale (obral) aja,” ujar Austin sembari memilih kaos salah satu tim nasional. “Saya ndak mau habiskan uang untuk yang gituan,” timpal Gregory, temannya. Austin dan Gregory adalah dua pemuda asal Florida, Amerika yang sedang belajar di Jerman. Mereka mengaku jika di negaranya bisa lebih murah.

69 Euro atau sekitar 1 juta rupiah (kurs 15.000 rupiah) adalah harga yang tertera di label kaos produk Adidas yang dipegang Austin. Kaos, topi dan bola Europass adalah jenis souvenir yang sangat diminati di ajang Euro 2008. Para pedagang bertebaran di merata tempat. Souvenir itu bahkan sudah dijual jauh-jauh hari sebelum Piala Eropa dimulai.

Menilik harganya ,untuk ukuran kita, bikin mata terbelalak. Gila-gilaan.

Bola Europass resmi yang dipakai untuk pertandingan dan sangat dicari fans harganya mencapai 130 euro (sekitar 1,9 juta rupiah). Terlalu mahal? Bisa beli replikanya saja, seharga 25 euro. Ada juga Europass yang paling kecil seharga 10 euro. Untuk kaos harganya antara 64-69 euro. Paling murah dengan kualitas rendah seharga 14 euro. Lalu, maskot Trix dan Flix harga paling rendah adalah 5 euro. Khusus maskot Trix dan Flix diprediksi bakal mampu mengalahkan penjualan maskot Piala Dunia 2006 Goleo. Goleo kala itu tidak begitu laku dan sampai hari ini masih dipajang di beberapa toko souvenir.

Produsen optimis

Begitupun produsen dan distributor tetap menaruh keyakinan tinggi. Intersport, salah satu toko khusus olahraga yang khusus menjual produk-produk berlisensi sangat optimis semua barang mereka bakal terjual habis. Outlet Intersport terdapat di setiap stadion dan arena nobar resmi. “Kami yakin bisa meraih omset sebesar 95 persen,” ujar Christian Mann, juru bicara Intersport. Bagaimana jika tak habis terjual hingga perhelatan berakhir? “Tidak, kami tak pernah berpikir untuk obral barang,” imbuh Mann yakin.

Di kawasan Heldenplatz kota Wina, Sabtu lalu Intersport membuka outlet Superstore, salah satu anak perusahaannya. Di toko seluas 1000 meter persegi itu para fans bisa mendapatkan aneka jenis souvenir kesukaan. “Minat beli sangat tinggi. Kami perkirakan, dua atau tiga hari musti ganti barang baru,” ujar salah seorang pramuniaga. Aneka souvenir ini juga bisa dibeli secara online via internet.


Pedagang souvenir kaki lima juga ada. Umumnya mereka menggelar lapaknya di halaman stadion dan arena nonton bareng serta agak menjauh dari outlet penjualan resmi. Jangan coba-coba berpikir dagang produk bajakan tanpa lisensi. Sewaktu-waktu bisa digaruk polisi yang sering mengadakan sidak.

Ada kasus menarik. Baru-baru ini pihak kepolisian Jenewa terpaksa menarik kembali ribuan kaos dan topi dengan logo Euro 2008 berlambang kesatuan mereka dari pasaran. Ceritanya, mereka mau “bisnis sampingan” dari berkah Piala Eropa ini. Tapi terakhir, setelah diteliti, ternyata perusahaan yang memproduksi souvenir tersebut tak mengantongi lisensi resmi. Alhasil, mereka harus menelan kerugian dari investasi sebesar 10 ribu franc Swiss (sekitar Rp 90 juta). Nah kan!



Hati-hati parkir kenderaan di Eropa

Pemandangan tak biasa ini terlihat Senin lalu di Bern dan Zurich. Lapangan parkir stadion tak terisi penuh. Bahkan bisa dibilang melompong. Ada apa? Ternyata hampir 80 persen penonton datang ke stadion menggunakan kenderaan umum. Tampaknya anjuran panitia agar pendukung tidak menggunakan kenderaan pribadi, terutama pada saat pertandingan, manjur. Begitupun, lapangan parkir khusus kendaraan pribadi tetap disiapkan, tapi agak jauh. Kebijakan itu semata-mata untuk menghindari kemacetan.

”Kebanyakan datang ke stadion dan arena nobar menggunakan kereta api, bus, dan trem,” ujar Benedikt Weibel, salah seorang panitia lokal kepada pers Selasa (10/6). ”Sejauh ini semua berjalan lancar. Tak ada kemacetan,” imbuhnya. Weibel juga memuji kelakuan fans yang tak berbuat onar. Dia berharap suasana seperti itu berjalan hingga perhelatan berakhir.

Bicara tentang parkir, ada yang menarik di Eropa ini. Ada yang namanya uang denda parkir. Ketahuan parkir sembarangan misalnya, maka denda menunggu Anda. Dendanya ndak main-main, bisa menguras dompet. Dari data yang dilansir Autobild menyebutkan Spanyol dan Norwegia adalah negara dengan denda termahal, bisa mencapai 90 euro (sekitar 1,3 juta rupiah). Wuih!

Sementara di Denmark 70 euro, diikuti Ceko 60 euro, lalu Belgia dan Belanda 50 euro. Di kedua negara penyelenggara Euro, Austria 25 euro dan Swiss 30 euro. Yang termurah di Jerman, hanya 5 euro. Main mata dengan petugas parkir? Ndak mungkin. Sistem parkirnya sudah pakai komputer. Tak ada yang namanya juru parkir. Kamera juga dipasang di lapangan parkir.

Beberapa negara di Eropa bahkan telah menerapkan sistem perparkiran dengan robot. Kabarnya tidak hanya untuk mobil, tapi juga diterapkan untuk sepeda. Patut diingat, pemakai sepeda di Eropa persis orang naik sepeda motor di tempat kita. Mengapa sistem parkir otomatis ini perlu dibuat ?

Pertama, jumlah kendaraan terus meningkat, sementara lahan parkir justru terus menurun. Dengan sistem parkir otomatis, lahan yang sempitpun dapat memuat kendaraan dengan jumlah yang lebih banyak. Alasan kedua adalah, penghematan. Selain menghemat lahan, sistem ini juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan bahan bakar kendaraan. Kita tidak perlu berputar-putar mengelilingi gedung parkir hanya untuk mencari tempat parkir kosong. Makin sedikitnya pembakaran, maka efeknya terhadap lingkungan pun juga cukup bagus.

Ada pengalaman menarik. Motom, seorang pemuda Jerman kena denda karena salah parkir kala berkunjung ke Budapes, ibukota Hungaria. Dia mengaku tak paham dengan aturan di sana. April lalu pemuda ini dapat kiriman surat tagihan dari Budapes. Dia musti bayar 63 euro! Hal sama terjadi pada Joergbrod. Pemuda ini juga kena tilang karena salah parkir saat liburan ke Belanda. Setelah satu bulan datang surat dari pengadilan Belanda. Dia musti transfer 45 euro karena salah parkir. Darimana mereka dapat alamat pengendara? Gampang, dari nomor plat mobilnya. Tinggal ketik di komputer, data lengkap si pemilik langsung keluar. Semua sudah serba online. Hayo, mau lari kemana!



Neuchatel, rumah kedua timnas Portugal

Portugal adalah tim pertama yang lolos ke babak perempat final. Christiano Ronaldo dkk mendedikasikan hasil manis itu buat penduduk Neuchatel, Swiss. Lho?

Ya bisa dimaklumi, karena Neuchatel merupakan markas tim Portugal selama berada di Swiss. Kota Neuchatel belakangan ini memang benar-benar heboh. Tiap ada latihan, stadion Stade de la Maladiere selalu membludak. Sedikitnya 12.000 fans hadir disana. Sedangkan kapasitas stadion untuk 10.000 penonton. Jadi kebahagiaan turut dirasakan warga Neuchatel.

Padahal untuk bisa nonton latihan nusti beli tiket masuk seharga 15 Franc Swiss (sekitar 135 ribu rupiah). Menariknya lagi para calo pun ikut mengais rezeki di sini. Mendadak harga tiket melonjak. Tapi tetap tak mengurangi minat maniak bola di kota kecil yang terletak di sebelah barat Swiss itu. Tak masalah bayar. Yang penting bisa lihat bintang pujaan latihan. Kapan lagi. Begitu ujar mereka.

Bagi tim Portugal sendiri Neuchatel ibarat rumah kedua. Bisa dibilang persis seperti di kampung sendiri. Nuansa Portugal sangat kental disana. Soalnya lebih dari 10.000 warga Portugal hidup di sana. Bar dan restorannya kental dengan warna kebanggaan Selecao. Musik khas Portugis pun nyaring terdengar di kawasan itu. Di balkon-balkon rumah telihat juga dipasangi bendera Portugal. Di salah satu kios misalnya, setiap orang yang datang selalu menyapa sang kasir dengan bahasa Portugis.

”Nuansanya sangat spesial, seperti di rumah sendiri. Kami akan balas dengan permainan terbaik,” tukas pemain tengah Joao Moutinho. ”Wow, seperti di Portugal saja,” aku Nuno Gomes kagum.

Suasana di arena training pun persis seperti pertandingan benaran. Sebelum latihan dimulai, ada acara menyanyikan lagu nasional. Penonton mengenakan kaos, topi, syal lengkap dengan aneka asesories, plus muka yang dicat warna bendera Portugal. Lambaian bendera dan teriakan yel-yel penyemangat makin menghangatkan suasana latihan. Anak-anak asuh Luiz Felipe Scolari pun seakan tersengat dengan sambutan itu. Mereka menunjukkan atraksi mengolah si kulit bundar, bak seorang pemain sirkus. Tepuk tangan spontan menggema ditingkahi suitan yang membahana.

Latihan rampung. Selesai? Tidak. Para penonton keluar stadion dan melakukan konvoi di jalan raya. Melambai-lambaikan bendera, mobil juga dipasangi bendera. Klakson dibunyikan tak henti-henti hingga memekakkan telinga. Pertandingan belum dimulai. Tapi pendukung Deco merayakan seperti barusan memenangi pertandingan. Bukan main.

Kota kecil berpenduduk 32.000 jiwa ini terletak di sebelah barat Swiss, berbatasan dengan Perancis hingga mayoritas warganya berbahasa Perancis."Kami masih merasa sebagai bangsa Portugis. Dan kami bangga punya tim terbaik di dunia,” ujar seorang pekerja di sana.

Tuesday, June 10, 2008

Neo nazi picu kerisuhan di Austria

Kaernten, ibukota Klagenfurt, ahad kemarin dikuasai fans Jerman dan Polandia. Warna putih dan merah menyatu. Jauh sebelum pertandingan dimulai, stadion Hypo Arena sedikitnya telah dipenuhi sekitar 5000 fans dari kedua negara. Sebagian besar adalah pendukung Polandia. Sementara itu di luar stadion, sedikitnya 9000 pendukung kedua tim menyesaki kota Kaernten. Mendadak kota mungil itu jadi ramai penuh sesak.

Menariknya, mereka justru akrab satu sama lain. Tak ada keributan. Misalnya, di lokasi nobar Neuemarkt dan Altenmarkt para fans meneriakkan yel-yel kedua tim dengan akur. Sebelumnya arena nobar itu dibasahi oleh hujan yang turun malam harinya. Namun siangnya matahari bersinar terik. Suhu sekitar 20 derajat Celsius. Cukup hangat dan fans pun menyiapkan pestanya. Fans Jerman dan Polandia minum bareng, menari dan menyanyi sama-sama. Begitupun tim keamanan yang berkekuatan 1700 personel berjaga-jaga.

Namun sayangnya suasana ini sedikit rusak dengan merebaknya kekisruhan pasca pertandingan. Mengutip laporan kantor berita Austria APA (8/6), lebih dari 140 pendukung Jerman terlibat dalam kerusuhan itu. 17 diantaranya diamankan polisi Klagenfurt.

Kejadian itu sangat disesalkan. Sebelumnya, pihak kepolisian sangat yakin takkan ada keributan. “Saya yakin tak kan ada kekisruhan. Kami bisa atasi, personel kami cukup kuat,“ ujar salah seorang juru bicara. Sejauh ini belum dapat dipastikan motif kerusuhan itu. Namun disinyalir digerakkan oleh kelompok garis keras neo nazi Jerman.

Patut diketahui, sampai sekarang baik di Jerman sendiri maupun di negara Eropa lainnya kegiatan neo nazi kerap melakukan aktivitas, terutama melawan golongan orang asing. Di Jerman mereka sering melakukan aktivitas dengan mencoba meng-indoktrinasikan golongan muda dengan motto orang asing harus keluar dari Jerman.

Kericuhan di Jerman

Sementara itu di Jerman, tepatnya di Frakfurt juga timbul keributan yang dipicu oleh fans Turki. Dilansir Stern (8/6), kejadian di arena nobar kota Frankfurt itu persis terjadi selepas kekalahan timnas Turki melawan Portugal. Parahnya, pendukung Turki turut melempara polisi dengan botol dan batu. Populasi Turki di Jerman lumayan besar.


Polisi terpaksa melepaskan gas airmata kearah perusuh. Seorang polisi terluka ringan. Dua orang pelaku diamankan polisi. Ada 300 polisi Jerman ikut membantu keamanan di Klagenfurt. Pihak DFB (PSSI-nya Jerman -red) mengutip laporan ketua divisi keamanannya, Helmut Spahn, menyebutkan sedikitnya ada 30.000 pendukung Jerman berangkat ke Klagenfurt. Sebagian besar dari mereka tak mendapatkan tiket masuk stadion. Mereka menyerbu lokasi-lokasi nonton bareng yang ada di beberapa titik.

"Kami yakin dengan segala persiapan yang ada. Takkan ada keributan, aman tak ada masalah, " ujar Spahn yakin. Bila merujuk kejadian terakhir kala kedua tim bertemu di Dortmund pas Piala Dunia 2006 lalu sempat terjadi bentrokan antar pendukung dimana 400 pendukung sempat diamankan pihak keamanan saat itu. Kemananan selalu jadi tema sentral di setiap perhelatan akbar semacam Piala Eropa ini. Kadang-kadang terkesan berlebihan. Namun, tentunya panitia penyelenggara tak mau negaranya dicap sebagai kota kurang aman yang pada akhirnya berakibat pada berkurangnya minat berkunjung ke negara tersebut.


Fans Kroasia, Belanda, dan Ceko terus berdatangan

Sementara itu 50.000 pendukung Kroasia telah tumplek blek di Wina guna mendukung timnya yang melakoni partai perdana melawan tuan rumah di Ernst-Happel Stadion. Pihak kepolisian kota Wina mengaku tak mau ambil resiko. Sebanyak 1800 polisi disiagakan dan disebar di setiap sudut kota.

Adapun fans Ceko dalam jumlah besar telah tiba kemarin di Basel. Mereka melakukan konvoi secara berombongan dengan menggunakan mobil pribadi. “Lumayan besar. Ada sekitar 2000 orang datang dengan mobil pribadi langsung dari Ceko. Sebagian besar menggunakan mobil mereka sekaligus juga sebagai tempat untuk tidur,” ungkap Klaus Mannhart, juru bicara keamanan kota Basel. Klaus juga menambahkan sebagian lainnya dating secara bergelombang dengan menggunakan bus dan kereta api. Sedikit yang menggunakan jalur udara. Total ada 10 ribuan fans Ceko saat ini di Basel.

Pada saat yang sama di kota Bern, warna oranye makin mencolok. Sedikitnya 10.000 fans Belanda yang lengkap dengan berbagai asesories unik itu telah menempati pusat perkemahan di sebuah lokasi yang berjarak 10 km dari pusat kota.

Sunday, June 08, 2008

Kota Mozart siap sambut fans bola

Zulkarnain Jalil

Pembaca yang budiman, tak terasa dua tahun begitu cepat berlalu. Piala Dunia Jerman 2006 seakan baru kemarin berlalu. Kini Piala Eropa 2008 Austria-Swiss sudah di depan mata. Ya pesta bagi penikmat sepakbola telah tiba. Sebelum menikmati gocekan para bintang pujaan Anda, mari kita lihat dulu profil beberapa kota penyelenggara yang ada di kedua negara tersebut. Salah satunya adalah Salzburg di Austria.
Salzburg merupakan ibu kota dari negara bagian Salzburg yang terletak di Austria barat dan berbatasan langsung dengan Muenchen, Jerman. Kota yang memiliki populasi sebesar 150.000 jiwa itu adalah salah satu gerbang ke Pegunungan Alpen yang indah.
Salzburg sangatlah identik dengan sosok komponis tersohor Mozart. Karena di kota inilah Mozart lahir dan mulai meniti karirnya sebagai komponis lagu klasik termahsyur dunia. Rumah kelahirannya yang terletak di Getreidgasse 9 masih terpelihara dengan baik. Saban hari ratusan turis lokal dan mancanegara menyesaki kawasan tersebut.
Tak hanya itu, kota itu juga tenar dengan peninggalan sejarah berupa bangunan-bangunan tua dengan arsitektur bergaya Barok. Pada tahun 1997, bangunan-bangunan di wilayah Altstadt ( kota tua) Salzburg dimasukkan dalam daftar 'Situs Peninggalan Dunia UNESCO'.

Khususnya sepakbola, Red Bull Salzburg adalah salah satu klub kebanggaan warga kota di sana . Klub penghuni divisi utama liga Austria itu pernah dilatih oleh Lothar Mattheaus, mantan pemain timnas Jerman, dan bermarkas di Stadion Wals-Siezenheim. Tahun 2003 stadion ini diremajakan agar bisa dipakai untuk Euro 2008. Kini dengan kapasitas 30 ribu kursi stadion itu siap menggelar tiga pertandingan Grup D.

Oya pada 10-15 Mei lalu kota ini baru saja menyelenggarakan tur Euro2008. Tur dimaksud untuk memeriahkan sekaligus mengenalkan sejarah dan pernak-pernik Piala Eropa kepada warga di sana . Tur yang merupakan rangkaian selebrasi Euro 2008 ini juga dilaksanakan secara bergilir di 13 kota lain di Austria dan Swiss.
Transportasi umum
Dikabarkan, panitia setempat telah merancang jalur transport khusus dari dan ke stadion serta intensitasnya bakal diperbanyak.
"Transportasi perlu mendapat perhatian serius. Kami merancang jalur khusus bagi pejalan kaki, sepeda, mobil pribadi, juga untuk angkutan umum seperti bis, tram dan kereta api, " ujar Wolfgang Weiss, ketua panitia untuk kota Salzburg . Begitupun, dia tak menampik bahwa pada hari-H akan terjadi kemacetan dan kekacauan lainnya. Karena itu dia menganjurkan warga kota Salzburg sebaiknya menggunakan angkutan umum.
"Sebaiknya warga kota tidak menggunakan kendaraan pribadi di pusat kota . Kami telah siapkan parkir khusus untuk kendaraan pribadi yang mampu menampung 250 kenderaan. Untuk ke stadion silahkan pakai angkutan umum," kata Norbert Ablinger, anggota panitia lainnya, menambahkan. Para penonton juga diminta untuk mengkombinasikan dengan tiket Euronachtstern – sebuah tiket khusus untuk transportasi di malam hari.
Tiga pertandingan yang melibatkan Yunani, Swedia dan Rusia pada 10, 14 dan 18 Juni nanti diyakini bakal dipenuhi oleh penonton. Karena itu, arena nonton bareng untuk fans juga sudah dirancang khusus. Panitia lokal jauh-jauh hari telah menyiapkan arena nobar untuk fans sepakbola yang tidak mendapat tiket. Gagasan arena nobar ini memang meniru konsep nobar Piala Dunia 2006 Jerman yang terhitung sukses.
Innsbruck, kota indah di lembah pegunungan Alpen

Zulkarnain Jalil

Innsbruk bisa disebut sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Kota yang bertetanggaan dengan Salzburg ini dikenal memiliki kawasan pedesterian yang sangat teratur, bersih dan tertata rapi. Mengitari kota dengan berjalan kaki atau bersepeda adalah pilihan terbaik. Kita dibuat terkagum-kagum dengan latar belakang pemandangan pegunungan Alpen berselimut salju abadi yang mengelilingi kota berjuluk Golden Roof (atap emas) itu.

Innsbruck terletak di barat Austria dan merupakan ibukota negara bagian Tyrol.
Mayoritas penduduknya adalah warga Tyrol. Namun wajah-wajah Turki, Afrika, India, Italia, dan China dapat dengan mudah kita temui juga di sana. Sehingga berbagai aspek yang mencirikan latar belakang etnis ada di setiap sudut kota. Misalnya, ada restoran Turki, India, China dan lainnya.

Pemkot Innsbruk tak menyia-nyiakan keelokan kotanya yang terkenal di seantero Eropa dan dunia tentunya. Sektor pariwisata adalah salah satu pemasok terbesar bagi pendapatan asli daerah. Arsitektur kota yang indah dan penuh sejarah. Tambah lagi alam pegunungannya yang selalu bersalju. Sangat sulit untuk dilupakan.

Karena letaknya yang diapit oleh pegunungan, fasilitas olahraga -terutama untuk musim dingin- sangatlah lengkap. Diapit oleh tiga puncak gunung yang tinggi, di utara ada puncak Nordkette (2334 m), di selatan diapit oleh Patscherkofel (2246 m) dan Serles (2718 m), hingga Innsbruk lebih dikenal sebagai kota penyelenggara even olahraga musim dingin. Sehingga Innsbruck lebih dikenal sebagai kota olimpiade musim dingin.

Catat saja, olimpiade musim dingin 1964 dan 1976 berlangsung di kota ini. Tahun 1984 dan 1988 Olimpiade musim dingin bagi penyandang cacat juga diselenggarakan disini. Even internasional lainnya, Air and Style Snowboard Contest 1994 dan 1999 juga di Innsbruk. Lalu, tahun 2005 jadi tuan rumah kejuaraan dunia hoki es. Dan, masih di tahun yang sama berlangsung pula Winter Universiade.

Untuk sepakbola? Nyaris tidak ada yang bisa dibanggakan disini. Memang ada klub Tirol Innsbruck yang didirikan tahun 1993. Prestasinya cukup fenonenal, mampu menjuarai Liga Austria tiga kali berturut-turut yakni 2000, 2001 dan 2002. Setelah itu nasib Tirol berakhir karena dinyatakan bankrut.

Karena itu pula, barangkali, gaung Piala Eropa disini belum begitu terasa. Sebagian warga relatif masih dingin-dingin saja menyambut salah satu turnamen olahraga terbesar di dunia itu. Begitupun atribut-atribut untuk menyemarakkan Piala Eropa di Innsbruck sudah mulai banyak dipasang. Misalnya, di berbagai sudut kota terlihat gelantungan ribuan bola dekoratif dan bendera biru turnamen bertuliskan Euro 2008.

Di kota berpenduduk 117 ribu jiwa ini akan digelar tiga partai Grup D. Spanyol, Rusia dan Swedia akan bentrok di Stadion Tivoli-Neu. Stadion yang baru diresmikan pemakaiannya tahun 2000 silam itu awalnya cuma tersedia 17 ribu tempat duduk. Kini, setelah direnovasi, mampu menampung 30 ribu penonton. Dipastikan Innsbruk akan dibanjiri pendatang. Tak hanya untuk menonton bola tapi juga guna menikmati alam pegunungannya yang elok. Tertarik ke Alpen? Datanglah ke Innsbruk.
Klagenfurt, dari Borobudur hingga Stadion UFO
Zulkarnain Jalil
Klagenfurt , tentu nama yang asing bagi kita. Kota kecil di sebelah selatan Austria (120 km2) -penduduknya cuma berkisar 91.000 jiwa- jauh dari hiruk pikuk dunia sepakbola. Olahraga hoki es justru lebih dikenal disini. Catat saja, disini ada klub hoki es terbaik Austria , yakni EC KAC yang telah 28 kali menyabet juara Austria .
Dari Innsbruck ke Klagenfurt perjalanan dapat ditempuh dengan kereta api reguler yang tersedia setiap saat. Waktu tempuhnya 5 jam (sekali ganti kereta di Schwarzach St. Veit).
Klafenfurt mudah dicapai dari semua tempat di Eropa dengan kereta api. Misalnya, dari Jerman, jalur yang paling gampang adalah dari Muenchen – Klagenfurt (via Salzburg ) dengan waktu tempuh 5 jam. Jika dari Italia, berangkat melalui stasiun kota Venice . Waktunya lebih pendek, yakni 3 jam.
Salah satu objek wisata yang terkenal disini adalah Minimundus, sebuah taman seluas 26.000 m² yang berisi hamper 140 miniatur obyek terkenal dari manca negara. Termasuk salah satunya Borobudur . Catatan Wikipedia, sejak dibuka tahun 1958 taman ini telah dikunjungi oleh lebih dari 15 juta pengunjung. Banyak warga Indonesia di Austria yang membawa keluarganya ke taman Minimundus. Terutama bagi anak-anak mereka yang belum pernah melihat Borobudur .
Obyek terkenal lainnya adalah Danau Worthersee yang berada di kaki pegunungan Alpen. Lalu, keberadaan 23 Schloss (istana/kastil) tua yang tersebar di sekitar Klagenfurt . Festival tahunan bertajuk Altstadtzauber (keajaiban kota tua) adalah salah satu acara yang diminati turis.

Stadion “UFO” raih Green Ball Award
Stadion yang akan dijadikan sebagai tuan rumah pergelaran Euro 2008 musim panas nanti adalah Hypo-Arena. Jarak dengan pusat kota sekitar 5 kilometer. Stadion yang sekilas bentuknya seperti pesawat UFO ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel, pusat bisnis dan pusat perbelanjaan.
Stadion Hypo Arena baru-baru ini meraih Green Ball Award karena dianggap memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan lingkungan hijau yang merupakan konsep EURO 2008. Stadion ini memperkenalkan konsep Environmental Management System (EMAS) dengan fokusnya pada penggunaan sumber energi hijau yang ramah lingkungan. Misalnya, suplai air di lingkungan stadion berasal dari hasil penyaringan dengan menggunakan teknologi tenaga matahari. Josef Proll, Menteri Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Austria , menyerahkan sendiri penghargaan tersebut kepada Walikota Harald Scheucher.
Namun, kendati mampu menampung 32 ribu penonton, stadion Hypo Arena dianggap oleh Joachim Loew –pelatih Jerman- sebagai “stadion mini”.
"Stadion mini ini tak cocok untuk pertandingan sekelas Euro," ujar Loew seperti dikutip harian Die Welt. Loew uring-uringan dengan Hypo Arena. Pasalnya panitia hanya menyediakan jatah tiket sebanyak 6000 lembar per laga. Jerman akan melakoni dua laga penyisihan Grup B klagenfurt , masing-masing lawan Polandia dan Kroasia. Selain itu Polandia vs Kroasia juga bakal bentrok di Hypo Arena.

Swiss, negara dengan tiga bahasa nasional
Zulkarnain Jalil

Swiss sungguh menakjubkan. Sajian panorama alamnya bikin mulut komat-kamit, mengucap Subhanallah berkali-kali. Perjalanan jauh menjadi tak terasa karena suguhan pemandangan alam yang cukup menyegarkan mata. Pegunungan Alpen yang tetap diselimuti salju, padang rumput hijau, danau-danau kecil, rumah-rumah kayu, peternakan sapi dengan lonceng besar menggantung di leher, layaknya pemandangan yang ditampilkan di film-film klasik ataupun komik-komik petualangan. Tak hanya itu, bila bicara Swiss maka identik juga dengan produk jam tangan. Rolex, Tag Heuer, Tissot adalah merek-merek ternama asal Swiss.

Penuh keunikan
Swiss yang jadi salah satu negara penyelenggara Piala Eropa 2008 adalah negeri yang penuh dengan keunikan. Negeri yang dikelilingi oleh lima negara (Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Liectenstein -red) itu punya tiga bahasa nasional. Misalkan Anda ke Jenewa - berbatasan dengan Perancis- maka Anda akan temui nama jalan, berita koran, televisi, radio, percakapan di kantor, sekolah, di jalan hingga di pasar semuanya menggunakan bahasa Perancis. Sebaliknya kalau Anda ke Zurich, semua memakai bahasa Jerman. Sementara di Lugano yang berbatasan dengan negeri pizza, bahasa Italia akan menyapa Anda. Khususnya transportasi antar kota, seperti kereta dan bus), berbagai tanda atau pengumuman ditulis dalam tiga bahasa.
Terus, Swiss merupakan pengekspor coklat terbesar di dunia. Padahal disana justru tidak ada sebatang pohon coklatpun! Keunikan lain yang tak kalah heboh, Swiss satu-satunya negara di dunia tanpa Angkatan Bersenjata. Tapi tahu tidak? Swiss justru dijuluki sebagai negara paling aman di dunia.

Swiss bisa juga dibilang negara yang tak suka diatur-atur. Buktinya sampai hari ini Swiss tidak termasuk negara anggota PBB. Anehnya kantor badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) berpusat di Swiss. Negara itu juga tidak terlibat dalam pembentukan Uni Eropa. Hingga tak masuk ke dalam anggota EU. Mereka tetap pakai mata uang sendiri (Franc Swiss), tak tergoda ikut mata uang Euro.
Lagu nasional di Piala Eropa
Dan, kini mereka salah satu tuan rumah Piala Eropa 2008. Sudah pasti akan ada keunikan lain di lapangan sesaat Swiss akan bertanding. Apa itu? Lagu nasional. Pasalnya, lagu nasional mereka diciptakan dalam bahasa Jerman. Lantaran mengakui tiga bahasa, maka lagu nasional pun diterjemahkan ke dalam tiga bahasa tersebut. Bayangkan jika lagu itu dinyanyikan dalam tiga bahasa. Pasti kacau. Jadi, coba Anda perhatikan mulut para pemain Swiss nanti saat kumandang lagu nasional. Dapat dipastikan tak ada mulut yang komat-kamit.
Lalu, bagaimana ungkapan nasionalisme mereka? "Kami cinta tanah air bukan pada simbol-simbol, tapi dengan cara bekerja keras, disiplin dan hal hal positif lainnya," kata salah seorang pendukung Swiss.
Stadion Zurich arena grup maut
Salah satu kota penting di Swiss adalah Zurich. Kota yang berbatasan dengan Jerman ini memiliki kualitas hidup terbaik di dunia. Catat saja, pendapatan perkapitanya mencapai 45 ribu US Dolar per tahun. Karena itu Zurich layak disebut pusat ekonomi dan bisnis di Swiss. Kalau ke Zurich Anda musti bawa dompet yang tebal. Pasalnya, disana apa-apa serba mahal. Untuk ukuran Eropa sekalipun. Ada baiknya punya kenalan jadi bisa numpang, buat nginap misalnya. Kalau mau keliling kota, ya jalan kaki saja. Trus, bawa makanan sendiri. Itu tips ringan ala mahasiswa yang berdompet memble.

Selama pagelaran Piala Eropa, pertandingan untuk grup C (kecuali Belanda) akan dimainkan di stadion Letzigrund Zurich. Stadion yang baru diresmikan pemakaiannya Agustus 2007 lalu itu punya kapasitas 30.000 tempat duduk. Diperkirakan, selama pertandingan para pendukung tim Italia, Perancis dan Rumania akan membanjiri Zurich. Dan itu itu berarti grup yang dicap sebagai grup maut itu justru membawa berkah bagi kota Zurich. Duit akan makin mengalir disana. Patut ditunggu!

Perketat keamanan, polisi asing mulai masuk Swiss

Zulkarnain Jalil
Piala Eropa hanya menghitung sehari lagi. Namun bagi para polisi dan pasukan keamanan lainnya, Piala Eropa bisa dikatakan telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Mereka sudah berada di pos masing-masing sejak awal Juni. Pemeriksaan di perbatasan mulai diperketat, dimana sejak Senin kemarin (2/6) pasukan keamanan mulai melakukan ronda rutin. Berjaga-jaga dan memeriksa setiap dokumen para pendatang yang melewati perbatasan.

Bersyukurnya, ada keringanan selama Piala Eropa ini. Bagi pemilik visa Schengen (visa bebas kunjungan di negara-negara Uni Eropa -red) bisa juga dipakai untuk masuk ke Swiss. Patut dicatat, sampai hari ini Swiss tidak termasuk anggota EU. Misalnya, katakanlah seorang warga Indonesia dan pemilik visa Jerman ingin kesana, ya musti mengurus visa izin masuk. Namun selama perhelatan Euro 2008 kebijakan itu diperlunak.

Tak ada cuti
Polisi Swiss tidak diizinkan mengambil cuti selama perhelatan Euro 2008. Masih merasa kekurangan polisi organik, Swiss bahkan musti mendatangkan bantuan dari negara tetangganya Jerman. Sebagian besar polisi Jerman itu nantinya akan digunakan untuk membantu keamanan di Basel dan Zurich . Sedangkan untuk keamanan di Jenewa, dibantu oleh polisi Perancis. Persiapan keamanan yang terdiri dari berbagai korps itu sudah matang dilakukan sejak lama.
Tak hanya di perbatasan, di pusat kota, arena nobar, stadion, stasiun kereta api hingga di bandara para polisi telah disebar. Bagi warga setempat yang mengetahui atau melihat gelagat mencurigakan dari fans atau pendatang lainnya telah disarankan untuk menghubungi nomor kontak tertentu.
Kelompok yang dinamakan Gruppe Schweiz ohne Armee (GsoA) atau tim keamanan Swiss tanpa tentara, telah menyetujui sebuah komunike bersama yang menyatakan pasukan milisi –umumnya para wamil (wajib militer)- turut dipersenjatai.
Siaga satu
Menurut catatan, ada sekitar 16 ribu polisi dan 15 ribu tentara plus bantuan tim keamanan swasta lainnya yang tak terhitung jumlahnya, sejak awal Juni kemarin dalam posisi siaga satu. Berjaga-jaga 24 jam dengan pola shif/pergantian. Tak hanya itu sebanyak 68 pesawat tempur turut disiagakan. Jika dirasa masih kurang cukup, polisi tambahan yang masih berada di mabes, baik di Jerman maupun Perancis, kabarnya siap dikirim ke Swiss.

Swiss tak main-main. Pastinya mereka sudah berhitung, jutaan turis akan datang selama dan sesudah perhelatan Euro 2008. Dan itu artinya akan menambah devisa negara. Karena itu pemerintah Swiss tak mau menanggung malu jika sewaktu-waktu terjadi kerusuhan. Sejumlah dana dalam skala besar dikucurkan khusus untuk sektor keamanan. Swiss memang tidak berani mengambil risiko sekecil apa pun.

Untuk mendanai
polisi tambahan tersebut Swiss menggelontorkan dana sebesar 25 juta Franc (mata uang Swiss –red) yang disiapkan pemerintah pusat. Sedangkan 11 juta Franc disiapkan oleh kota-kota penyelenggara Basel , Bern , Jenewa dan Zurich . Tak cukup itu, masih ada lagi dana tambahan sebesar 64 juta Franc yang berasal dari kalangan swasta.
Willkommen in Basel!

Zulkarnain Jalil

Selamat datang di Basel!. Pesta bagi penggila bola telah tiba. Sore hari ini pukul 18.00 waktu Swiss, 42.500 penonton di Stadion St.-Jacob Park akan jadi saksi dibukanya pesta akbar sepakbola Euro 2008. Jutaan pendukung lainnya yang ada di Swiss dan Austria akan menyaksikan melalui ribuan layar lebar. Belum lagi yang menonton melalui televisi di rumah-rumah. Sementara itu milyaran penduduk di berbagai negara lainnya juga tak kurang antusiasnya.
Kota Basel pun telah disesaki pendukung kedua tim dan ribuan pengunjung lainnya. Arus lalu lintas dari dan ke stadion makin diperketat. Guna menghindari kemacetan, kenderaan pribadi dilarang memasuki kawasan stadion. Pengunjung diminta menggunakan jalur transportasi umum terpadu. Keputusan baru lainnya, otoritas kota Basel memberlakukan larangan terbang di sekitar stadion pada saat pertandingan. Larangan itu mulai diberlakukan sejak hari ini. Dilansir Basler Zeitung (5/6) ketentuan larangan terbang berlaku pada radius 22 kilometer dari stadion Basel dengan ketinggian 3000 meter. Area no fly zone ini juga diterapkan di stadion Zurich, Bern, dan Jenewa. Ini sebagai langkah antisipatif, sewaktu-waktu ada hal mencurigakan.
Arena nobar
Fans yang tidak kebagian karcis tak perlu kecewa. Dua kawasan, Kasernenplatz dan Munsterplatz, yang cukup luas buat nonton bareng (nobar) telah disiapkan. Arena nobar Kasernenplatz dibuka setiap hari. Tak hanya nobar bola, berbagai atraksi dan aneka permainan menarik saying untuk dilewatkan. Ada berbagai pertunjukan musik saban harinya. Catatan situs uefa.com, 250 grup musik telah mendaftar guna berpartisipasi disini. Sedangkan kawasan Munsterplatz dibuka pada hari pertandingan saja. Jika kapasitas dirasa masih kurang cukup, panitia kabarnya akan membuka satu arena nobar lagi.
Tak perlu khawatir kelaparan karena berbagai jenis makanan dan minuman tersedia. Sampah bakal menumpuk dengan bau menusuk? Otoritas kota Basel telah menyiapkan satu sistem deposit terpadu untuk menampung berbagai jenis sampah. 210 tempat sampah dan 430 toilet serta ratusan petugas kebersihan telah disiagakan.

Ramalan cuaca menyebutkan pada hari ini ada kemungkinan 30 persen turun hujan. Sebaliknya di Jenewa, tempat digelarnya pertandingan Portugal vs Turki, prediksi bakal turun hujan mencapai 70 persen. Temperatur berkisar antara 13 hingga 20 derajat Celsius. Begitu ramalan badan meteorologi Swiss.
Program Family Project diminati
Dikhawatirkan banyak fans yang tak kebagian hotel, panitia setempat telah menyiapkan alternatif penginapan berupa tiga buah arena perkemahan yang mampu menampung sekitar 2500 tamu. Nah yang cukup menarik,
Pemkot Basel juga meluncurkan program Family Project bekerjasama dengan warga kota. Melalui program ini, para tamu yang tak tertampung di hotel dan perkemahan, bisa tinggal dan berbaur di rumah warga. Sepintas program ini mirip ketika MTQ nasional 1981 berlangsung di Banda Aceh. Para tetamu dari berbagai provinsi kala itu menginap di rumah-rumah penduduk selama acara. Sebuah program yang elegan dan membumi. Di Basel sendiri, sekitar 1000 rumah kabarnya telah mendaftar ikut program ini.
Para pengunjung juga mendapat kemudahan lain dengan adanya tawaran BaselCard. Yang punya kartu ini bisa menggunakan secara gratis semua akses transportasi yang ada, seperti bis, trem, kereta api bawah tanah, dan kereta cepat atau S-Bahn. Mau masuk ke pusat wisata juga gratis. Tinggal tunjukkan kartu tersebut.
Kini, fans yang mengecat wajah sewarna dengan warna bendera negaranya memenuhi jalan-jalan raya Eropa sembari memegang bendera nasional dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Hanya dalam hitungan jam pesta akan dimulai. Dan, bagi Anda di tanah air, selamat begadang!
Bola bergulir, duit mengalir

Zulkarnain Jalil

Peluit telah dibunyikan sabtu kemarin di Basel dan bola pun bergulir di delapan stadion. Secara ekonomi, akan ada perubahan yang sangat drastis. Bola bergulir dan duit pun ikut mengalir.

Sepakbola modern kini tak bisa dipisahkan dengan uang. Gelimang hadiah di Euro 2008 ini juga bakal bikin heboh. Untuk Piala Eropa Austria-Swiss kali ini, UEFA –induk sepakbola di Eropa- menyediakan total hadiah sebesar 184 juta Euro (sekitar 2,5 trilyun rupiah). Angka ini lebih banyak 700 milyar rupiah dibanding Euro 2004 Portugal yang lalu.

Ada yang namanya match fee atau “uang tampil” sebesar 7,5 juta Euro, meningkat 1,7 juta Euro dibanding di Portugal. Bila masing-masing tim di babak penyisihan grup meraih kemenangan, bonus sebesar 1 juta euro (sekitar 15 milyar rupiah) bakal menanti. Hasil imbang, bonusnya 500 ribu euro. Berhasil masuk babak berikutnya, bonus akan berlipat lagi. Sebagai catatan, bonus di babak perempatfinal bagi tim yang menang adalah 2 juta euro dan semifinal 3 juta euro. Nah di partai puncak, sang juara akan dapat 7,5 juta euro serta juara kedua sebesar 4,5 juta euro. Jadi maklum saja jika tim-tim “gurem” bakal main habis-habisan. Itu belum lagi bonus dari sponsor, hasil penjualan berbagai merchandise tim, dan banyak lainnya lagi.

Bisnis menggiurkan
Bisnis sepak bola kini telah jadi bisnis paling menggiurkan di dunia, Lihat saja bagaimana Portugal begitu ngotot mengajukan dirinya sebagai negara penyelenggara Piala Eropa 2004 silam. Bahkan pemerintah Portugal kala itu rela merogoh kocek hingga 4,8 miliar US dollar (sekitar 44 triliun) guna memperbaiki stadion. Pastinya mereka sudah berhitung bakal dapat pemasukan yang berlipat.

Asal tahu saja kala itu tiket sudah ludes terjual sebelum pesta digelar. Dari tiket saja sekitar Rp 7 triliun berhasil diraup. Lalu dari penjualan hak siar senilai 580 juta euro (sekitar 8,7 trilyun). Masih ada lagi “upeti” dari sponsor resmi. Dan masih banyak lagi masukan, dari resmi hingga yang tak resmi. Bukan hanya negara dapat tambahan tabungan, rakyat di negara penyelenggara pun turut menikmatinya.

Seperti disitir harian OÖNachrichten (31/5), saat ini sekitar 21.400 kamar di 408 hotel (220 di Austria dan 188 di Swiss) sudah habis dibooking. Lalu, 4500 kereta api tambahan (2000 di Austria, 2500 di Swiss) disiapkan. Dibutuhkan sedikitnya 14.000 papan petunjuk/nama di seputar jalan menuju stadion. Ada 10.000 media yang telah terakreditasi meliput Piala Eropa. Sudah pasti dibutuhkan banyak tenaga kerja. Dan, lowongan kerja disana kini memang meningkat drastis di berbagai sektor. Menurut hasil analisis Wiener Instituts für Sportökonomie Sports Econ Austria (SpEA), untuk di Austria saja akan mengalir uang sebanyak 641 juta euro (sekitar 9,7 trilyun).

Sekitar dua juta pengunjung juga bakal menyesaki Austria-Swiss. Semuanya pasti butuh penginapan, makanan, transport, dan berbagai kebutuhan lainnya. Sebagai perbandingan, pada Piala Eropa 2004 silam sekitar 12 ribu fans tim Rusia datang ke Portugal. Pengusaha lokal sangat menikmati kehadiran mereka. Bahkan ada yang berani menyewa di kamar hotel bertarif 3 ribu euro (setara dengan 33 juta rupiah)!

Terkadang sulit diterima akal sehat menilik uang yang mengalir dari bola yang bergulir itu. Saat ini ada 16 tim yang terlibat akan memainkan 31 pertandingan guna merebut sebuah piala. Sebanyak 22 pemain memperebutkan satu bola selama 90 menit. Namun daya tariknya bak magnet yang mampu menggerakkan segala sektor, dari sosial, ekonomi, budaya hingga politik. Kok bisa? Begitulah.

Surat terbuka Joachim Loew untuk fans Jerman

Zulkarnain Jalil

Satu langkah simpatik dilakukan Jogi –panggilan Joachim Loew- pelatih timnas Jerman.
Menjelang der Panzer memainkan partai perdana melawan tetangganya Polandia, dia menulis sepucuk surat untuk fans Jerman. Surat itu ditulis Jogi sesaat tiba di Klagenfurt, Austria dan dikirimkan ke beberapa koran yang terbit di Jerman. Harian Tageszeitung (TZ) yang terbit di Muenchen adalah salah satunya yang memuat surat terbuka Jogi itu. Intinya dia memohon dukungan tiada henti dari para fans untuk bisa berprestasi maksimal dan meraih mimpi di final yang bakal berlangsung di Wina, Austria 29 Juni nanti. Saat surat ini dipublish, pertandingan Jerman-Polandia sedang berlangsung. Berikut petikan surat mantan asisten Klinsmann yang ditulis dalam bahasa Jerman itu.

Salam hangat buat seluruh fans Jerman dimanapun berada,

Apakah kalian masih ingat dengan kemenangan terakhir timnas kita di Piala Eropa? Ya tanggal 30 Juni 1996 silam, saat kita mengalahkan Ceko di final yang berlangsung di Stadion Wembley, London. Gol emas Oliver Bierhoff telah mengantar kita merebut gelar juara, yang merupakan gelar tertinggi terakhir yang pernah kita raih. Sejak hari ini, tim kita di Piala Eropa 2008 mulai merajut sukses. Kita musti tutup dua seri gelap tanpa hasil di Piala Eropa 2000 dan 2004.

Setiap orang yang menyebut dirinya suka sepakbola pasti tahu, Piala Eropa lebih sulit dibandingkan Piala dunia. Di sini tak ada yang namanya babak pemanasan dan tak ada yang namanya tim lemah. Kekuatan 16 tim semuanya merata, punya ambisi dan motivasi yang tinggi. Contoh terdekat adalah Yunani yang tak diunggulkan namun jadi juara penuh sensasi empat tahun silam di Portugal.

Kita mulanya bukanlah tim unggulan, tapi kini sudah masuk dalam daftar tim favorit di turnamen ini. Semangat dan optimisme kita sedang tinggi. Kepada Yunani, sang juara bertahan, kita perlu ucapkan salam perpisahan. Jika dari setiap kita semua satu hati mendukung timnas, kita bisa merebut impian di Piala Eropa kali ini.

Selepas Piala dunia 2006 di negeri kita dua tahun lalu, kini kita bersua lagi dengan Piala Eropa. Dukungan jutaan fans sangat kami harapkan agar timnas kita bisa menunjukkan penampilan terbaiknya. Tim kita ini bukanlah milik 23 orang pemain saja. Tapi milik jutaan fans Jerman. Dukungan luar biasa yang telah kalian perlihatkan di dongeng musim panas tahun 2006 patut dibangkitkan lagi. Bedannya, kali ini kita tidak berada di rumah dan tidak main di stadion sendiri. Jadi, keuntungan sebagai tuan rumah kali ini tidak didapat.

Kami sangat yakin dengan dukungan kalian, tidak saja dukungan langsung yang nonton di stadion tapi juga yang menonton di berbagai arena nonton bareng. Dukungan simpatik ini akan sangat memompa semangat kami di lapangan. Kita akan raih kembali mimpi yang sudah di depan mata dua tahun lalu di Dortmund, kala dikalahkan Italia di semi final.

Kali ini tur di pegunungan Alpen, Austria dan Swiss, musti berakhir manis di Wina pada 29 Juni nanti.

Salam hangat,

Jogi Loew