Saturday, June 26, 2010

“Al-Quran bikin saya lebih kuat“


Nanti malam, saat Jerman bentrok lawan Inggris, coba Anda amati ketika lagu kebangsaan masing-masing negara diperdengarkan. Mesut Oezil, pemain andalan Jerman keturunan Turki -seperti biasa- terlihat bungkam sementara teman setimnya khusyuk menyanyikan lagu nasional. Lantas apa yang dilakukan Oziel dalam beberapa menit yang penuh emosional itu?


“Aku melafalkan dalam hati beberapa ayat suci Al-Quran. Dengan ayat (Al-Quran) itu aku seperti dapat “kekuatan“ lebih. Hati jadi tenang, tidak tegang. Jika aku tak melakukannya, perasaanku serasa tak nyaman, ada yang kurang,” ujar Oezil kepada Express, harian Jerman yang terbit di Koln.



Pemain yang membawa timnas Jerman U-21 sebagai juara Eropa 2009 itu juga mengaku sewaktu masih berada di kamar ganti dia tak henti memanjatkan doa. Tak cukup disitu, sesaat sebelum peluit kick off dibunyikan, Oezil pernah tertangkap kamera sedang menadahkan tangannya sambil komat kamit bermohon kepada Allah.



“Aku berdoa bagi diriku sendiri, bagi semua anggota tim agar diberikan kesehatan dan dimudahkan untuk bisa meraih sukses. Masalah nasionalisme jangan diperdebatkan lagi.Aku sudah cukup bangga dengan mendengarkan lagu kebangsaan Jerman,“ tegas pemain berusia 22 tahun yang berposisi sebagai pengatur serangan di lini tengah.


Pemain yang mengidolakan Zinedine Zidane dan saat ini main bersama Werder Bremen, juga mengharamkan daging babi. Sebagai catatan, di Jerman babi adalah makanan harian, seperti daging lembu atau kambing di tempat kita. Kehidupan Mesut Oezil memang banyak dipengaruhi oleh keluarga ayahnya yang asli Turki.


Bagi orang Jerman sendiri, agama adalah masalah pribadi. Umumnya tak berani mengusik terlalu jauh perihal keyakinan seseorang. Anggapan mereka, tiap orang punya ruang privasi dan cara sendiri dalam mengungkapkannya. Namun, bagi sebagian yang belum paham, tentu saja apa yang dilakukan Oezil sebagai hal yang tak biasa atau asing.


Kebiasaan Oezil, yang tak umum di mata orang Jerman itu, pertama kali terkuak tatkala dia melakoni debut bersama tim Panser di pertandingan persahabatan melawan Afrika Selatan 5 September 2009 silam. Kala itu Oezil yang dipercaya memegang ban kapten mencetak sebuah gol.



Idola baru Jerman

Di Jerman sontak figur Mesut Oezil jadi pembicaraan hangat. Media dan pengamat bola tak henti mengulasnya. Bahkan dia diidolakan anak-anak muda, terutama Turki. Oezil jadi kebanggaan, karena belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sepakbola Jerman ada orang Turki yang diberi peran lebih.


Franz Joseph Wagner, kolumnis harian terkemuka Jerman Bild, menulis dalam kolomnya:“Siapa yang tak bangga dengan Oezil, bintang muda kesebelasan nasional. Ayahnya Turki dan ibu Jerman. Dibesarkan di Gelsenkirchen. Bukankah ini impian kita, melihat masa depan Jerman?“


“Unser Messi ist Özil, (Messi kami adalah Oezil)” kata Horst Hrubesch, mantan punggawa Jerman kala menjuarai Piala Eropa 1980 dan Juara kedua PD 1982, dalam satu wawancara dengan Bild. Mesut Oezil sendiri merupakan mantan anak didik Hrubesh di timnas junior U-21. Nah kabarnya ada sebagian warga Turki yang menanyakan kenapa Oziel tak memperkuat timnas Turki saja, tanah leluhurnya.



”Saya sudah 40 tahun tinggal dan bekerja di Jerman. Oezil lahir dan besar di sini. Jerman adalah tanah air kedua bagi kami. Ada memang yang kecewa, kenapa tidak main untuk Turki yang negeri leluhurnya. Saking banyaknya yang tanya, dia pernah sampai harus memblok home page-nya,“ ujar Mustafa, ayahanda Mesut Oezil seperti dikutip Express. “Mesut dalam bahasa Turki artinya “beruntung,“ imbuh Mustafa. Semoga begitu adanya. Well, kini siapkan jantung Anda untuk laga panas nanti malam. Selamat menonton!
Slowakia dapat kiriman dari syurga

Setelah Perancis, kini giliran sang juara bertahan Italia harus angkat koper lebih awal. Pentas Piala Dunia 2010 Afsel memang penuh intrik dan kejutan tak terduga. Coba lihat, Perancis dan Italia yang notabene adalah tim finalis Piala Dunia 2006 Jerman gagal melaju ke babak knock out dan bahkan di fase grup terbenam di posisi juru kunci.

Nasib paling naas nan dramatis dialami Italia. Datang ke Afsel dengan status juara bertahan justru tersingkir di fase grup usai berkejar-kejaran angka dengan Slowakia di laga pamungkas kemarin malam yang berakhir 3-2 untuk Slowakia. Rakyat Slowakia pun bersorak dan Italia menangis. Tak pelak, keesokan harinya media di Afsel pun dipenuhi berita kekalahan tim Azzuri.
“Slowakia dapat kiriman dari syurga,” demikian berita utama surat kabar terkemuka Afsel, Mail and Guardian. “Nikmati sepakbola, mari rayakan. Ini hadiah untuk fans kami semua,” ujar Vladimir Weiss, pelatih Slowakia dalam pesan ringkasnya kepada para supporter dan dikutip harian yang terbit di Johannesburg itu. Masih dalam ulasannya, Mail and Guardian mengungkapkan pernyataan ketua federasi sepakbola Slowakia, Frantisek Laurinec.
"Saya minta para wartawan dan seluruh media Slowakia, marilah harmonis kembali. Kita mulai lagi dari awal, mari jalin kebersamaan. Saya akan bilang Vladimir Weiss dan para pemainnya untuk menormalkan kembali keadaan,” ujar Laurinec. "Ini momen luar biasa bagi sepakbola Slowakia,” imbuh Laurinec. Apa pasal Laurinec sampai berkata begitu?
Rupanya hal ini dipicu oleh kejadian saat konferensi pers seusai Slowakia dikalahkan Paraguay 0-2, hari Minggu lalu (20/6) . Saat itu, Vladimir Weiss naik pitam tatkala seorang wartawan Slowakia menyindir taktik Weiss yang dinilai tak ampuh di turnamen sekaliber Piala Dunia. Weiss, yang merasa terhina di depan orang ramai, mengancam bakal menyerang si wartawan. Untung saja tak jadi, karena Weiss buru-buru ngacir dari ruang konferensi pers.
Kontan saja hal itu memantik polemik. Asosiasi wartawan Slowakia sampai mengeluarkan pernyataan yang meminta Weiss untuk bijak dalam menanggapi media. Sejak itu hubungan Weiss dengan wartawan mulai dingin. Kemenangan atas Italia yang mengantarkan Slowakia melaju ke babak 16 besar, diyakini akan meleburkan hubungan yang sempat retak itu.

Koran terkemuka Afsel Cape Times juga menempatkan berita kekalahan Italia sebagai headline dengan judul: “Slovakia humiliate World Champs” (Slowakia permalukan sang juara bertahan). Harian yang terbit di Cape Town itu mengulas perjalanan Italia yang terseok-seok selama PD 2010 dengan penampilan yang tidak mengesankan sebagai sebuah tim juara dunia. Disebut juga, Azzurri yang peringkat 5 dunia dibenam oleh tim berperingkat 34 dunia. 90 menit yang mengejutkan. Demikian Cape Times edisi Jumat (25/6).
Tak kalah hebohnya di Slowakia, media-media disana dikabarkan penuh oleh berita kemenangan timnas mereka. Novy Cas, salah satu harian terkemuka di Slowakia menulis judul besar “Gol-gol indah dan Italia hancur”. Dalam ulasannya, Novy Cas menyebut “mimpi telah jadi kenyataan.” Pemain Slowakia tampilkan penampilan memikat dengan membekuk sang juara bertahan Italia dan mengirim mereka pulang kampung untuk menikmati libur lebih cepat.
“Historic Slovak victory at World Cup 2010” (Kemenangan bersejarah Slowakia di Piala Dunia 2010) tulis Slovak Spectator, harian beroplah besar lainnya yang terbit di Bratislava , ibukota Slowakia.
Sementara itu Pravda, salah satu surat kabar berpengaruh di Bratislava , menampilkan foto ukuran besar dimana ratusan ribu warga Slowakia menyemut di alun-alun kota Bratislava . Digambarkan Pravda, fans Slowakia dengan kaos kebesaran timnas dan bendera kebangsaan plus syal warna biru tak henti-henti meneriakkan yel-yel kemenangan dalam bahasa Slowak. Lagu kebangsaan pun mengumandang. “Fantastis! Slowakia bisa kalahkan Italia!,” tutup Pravda, masih dalam nuansa euphoria.
Ya Slowakia memang fantastis. Betapa tidak, negara yang dulunya bernama Cekoslowakia itu baru jadi anggota FIFA tahun 1993. Pertandingan internasional pertama mereka setelah merdeka adalah melawan Uni Emirat Arab tahun 1994 di Dubai. Dan, menariknya lagi, ini adalah piala dunia pertama bagi mereka. Bukan main.
Fenomena tumbangnya tim unggulan
Begitulah. Piala Dunia 2010 Afsel memang sarat misteri dan penuh dengan kejutan. Banyak hal yang tak terduga terjadi. Pendukung tim unggulan pun musti menarik nafas panjang. Bahkan banyak yang harus menelan kekecewaan dengan hasil akhir pertandingan. Banyak tim unggulan yang jadi korban tim kecil. Kali ini, dua tim besar Italia dan Prancis telah menjadi korban fenomena mistis Afsel tersebut. Yunani yang mantan kampiun Euro 2004, juga angkat koper. Lalu, tim dinamit Denmark yang eks juara Euro 92 juga kalah kelas dengan Jepang. Jauh sebelumnya, di awal laga fase grup, Spanyol, Inggris bahkan keteteran dari lawan-lawannya. Belum lagi Jerman yang sempat memble di tangan Serbia . Data terkini, Korsel, Jepang , Ghana , Slowakia yang dianggap mewakili “tim lemah” justru mulus melaju. Ada apa ini? Apakah kualitas Piala Dunia telah menurun?
“Bukan, sama sekali turnamen ini tidak menurun kualitasnya. Akan tetapi peta kekuatan sepakbola saat ini telah merata. Sekarang tidak ada lagi yang namanya tim kuat dan tim lemah. Di fase grup jelas terlihat, tak ada tim yang benar-benar dominan atas tim lainnya,” tukas eks maestro Ayam Jantan Prancis, Zinedine Zidane kala ditanya perihal fenomena tumbangnya tim-tim unggulan di Piala Dunia 2010. Hal itu diungkapkan Zidane dalam satu konferensi pers di Sandton Convention Centre, Johannesburg, Senin (21/6) lalu. Apa yang dikatakan Zidane mungkin ada benarnya. Tim-tim yang selama ini jadi makanan empuk tim-tim besar sudah banyak belajar dari ketertinggalannya. Konon lagi jika dikaitkan dengan makin banyak pemain-pemain dari negeri mereka yang merumput di liga-liga elit Eropa. Jadi, siapa yang bakal jadi korban berikutnya? Patut ditunggu.

Thursday, June 24, 2010

Perancis berduka, Irlandia tertawa



Perihal angkat kopernya Perancis dari Piala Dunia Afsel rupanya memantik koran-koran di Irlandia untuk menurunkannya sebagai berita utama. Seperti diekspos oleh dua harian berpengaruh di Afsel, yakni Business Day dan Sport24 yang terbit di Johannesburg, bahwa hampir semua koran di Irlandia seakan bersepakat menyebut gagalnya Tim Ayam Jantan Perancis sebagai “Hari Penghakiman” untuk Perancis. Kenapa media Irlandia malah tertawa di atas duka yang sedang dialami Perancis?


Semua bermula pada 19 Oktober 2009 silam saat Perancis lolos dari lobang jarum babak play-off Piala Dunia 2010 dengan menang kontroversial dari Irlandia. Kontroversial, karena gol tunggal Prancis itu dicetak setelah didahului oleh hands ball Thierry Henry. Dari tayang ulang, sangat jelas terlihat kalau bola dibelokkan Henry dengan tangannya, lalu mengoper ke Gallas yang tinggal mendorong sedikit ke gawang Irlandia. Rakyat Irlandia pun meradang.


Begitulah, Prancis berangkat ke Afsel dengan tiket “haram” yang dicuri dari saku Irlandia. Mungkin, karena dicapai dengan cara tidak elegan itu selama berada di negeri Nelson Mandela, Prancis terus didera konflik tiada henti. Konflik internal adalah yang sangat kentara, tinggal menunggu bom waktu saja. Dan, kemelut meledak Sabtu pekan lalu saat striker Nicolas Anelka diusir dari timnas Prancis karena melontarkan kata-kata 'tidak pantas' ke Raimond Domenecg, sang pelatih.


Tak pelak, kini koran-koran di Irlandia pun “bersuka ria” atas gagalnya Perancis melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Mereka seakan bersepakat untuk menurunkan berita itu sebagai berita utama di halaman depan. Tentu saja, ”gol tangan Tuhan” Henry di Stade de France diungkit-ungkit lagi, kendati Henry sendiri telah minta maaf kepada publik Irlandia. ”Hari Penghakiman” tulis harian terkemuka Irlandia Examiner. Koran itu menyebut bahwa kekalahan Perancis atas Afrika Selatan (2-1) dengan memelesetkan Tour de France menjadi ”end of Tour de Farce” (akhir dari lelucon Perancis).


Harian yang terbit di Dublin –ibukota Irlandia- itu masih mengungkit gol Henry tujuh bulan silam dengan mengutip istilah dalam bahasa Perancis "Le Hand of Dieu" atau tragedi tangan Tuhan. Perancis berangkat ke Afsel dengan tiket ”haram” hasil ”penipuan” Henry. Demikian Irish Examiner.


Sementara itu harian terkemuka lainnya, Times menulis "France's nightmare World Cup finally ends with inglorious exit". Mimpi buruk Perancis di Piala Dunia berakhir dengan memalukan, begitu kira-kira artinya.


Times terus memojokkan Prancis dengan kata-kata pedas. "Ini boleh dicatat sebagai Tahun Duka Perancis. Kemarin di Bloemfontein, pelaku kejahatan telah mendapat hukuman setimpal," ulas Times dalam headline-nya.


"Au revoir!" (selamat tinggal!) tulis harian Independent dihalaman utamanya. "Maafkan kami yang tertawa atas duka Les Blues, tapi ini semua gara-gara kalian sendiri. Barangkali ini hukum karma atau kutukan atau apapun namanya. Tapi yang pasti tim yang telah menipu kami hari ini pulang kampung dengan penuh kehinaan,” tambah Independent lagi. "Kami sebenarnya ber-empati dengan hari buruk yang dialami mereka. Namun orang-orang Irlandia tak bisa menyembunyikan rasa senangnya," tutup Independent.


Menariknya, seperti dicatat media Afsel Timeslive, di Paris warga Prancis malah mengelu-elukan kemenangan tim Bafana. Arena nobar di dekat Menara Eiffel berubah jadi pesta untuk Afsel. Bahkan ketika Goucuff dapat kartu merah, disambut dengan sorakan gembira. Kentara sekali kalau suporter Prancis sudah muak dengan lelucon timnas mereka, tulis Timeslive.



Begitulah. Kegagalan ini mirip dengan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea. Kala itu Prancis juga angkat kaki lebih cepat setelah jadi juru kunci. Lagi-lagi masalah internal yang jadi biang keroknya.
Negara tetangga pun kecipratan rezeki

Sektor pariwisata diprediksi menangguk untung besar dari pagelaran Piala Dunia ini. Tak hanya Afsel, negara tetangga negeri pelangi itu juga mendapat berkah selama Piala Dunia. Alhasil, negara-negara tetangga itu pun bersolek secantik-cantiknya guna memikat para turis mancanegara yang berkunjung ke Afsel. Diperkirakan, selepas turnamen empat tahunan itu, maka tetangga Afsel tersebut bakal menerima limpahan ratusan ribu turis mancanegara.

Seperti dikutip Buanews, negara tetangga itu yakni Angola, Botswana, Lesotho, Mozambik, Namibia, Swaziland, Zambia dan Zimbabwe memanfaatkan even Piala Dunia, yang entah kapan bakal digelar lagi di tanah Afrika, untuk menambah pundi-pundi devisa negaranya. Botswana misalnya, menonjolkan kelebihan taman dan hutan, Mozambik dengan lautnya, Swaziland dengan pegunungan berbukit nan curam. Lalu ada arung jeram di Zambia. Sangat cocok bagi petualang.

Kedelapan negara jiran itu pun menjalin kerjasama dan membentuk secara kolektif dengan apa yang dinamakan Transfrontier Conservation Areas (TFCAs) atau kawasan konservasi antar perbatasan. Rute TFCA ini menawarkan sejumlah lokasi yang bakal tak terlupakan. Melintasi dua samudra besar, untaian panorama yang indah dihiasi aliran sungai, pegunungan hijau dengan beraneka macam keaneragaman hayatinya plus jurang dalam menganga. Semua rute itu dilintasi mengunakan kereta api yang menghubungkan kedelapan negara tersebut dengan Afsel.

Beberapa bentuk kerjasama yang telah dijalin oleh para petinggi disana antara lain peremajaan fasilitas akomodasi dan penginapan, lalu dana stimulus atau peng repe tiap negara juga masuk dalam kerangka kerjasama. Misalnya, Mozambik mengeluarkan sejumlah 51 juta dolar untuk merehab jalur kereta api dari dan ke Afsel untuk memperlancar jaringan kereta api antar negara. Mozambik juga telah menginvestasikan sekitar 600 juta dolar untuk membangun hotel baru, kasino dan fasilitas wisata lainnya.
Yang fenomenal adalah kerjasama dibidang IT dengan terbangunnya jaringan terpadu Africa’s Development Information and Communications Technology Broadband Infrastructure Net (Uhurunet). Investasi jaringan kabel bawah laut sebesar 2 milyar dolar itu menghubungan Afrika dengan India, Timur Tengah, Eropa dan Brazil. Kabel sepanjang 50.000 km itu tentu saja mampu mereduksi biaya telekomunikasi di Afrika. Selama perhelatan Piala Dunia 2010 ini jaringan tersebut telah beroperasi.


Lokasi wisata di-booking
Menariknya, Taman Nasional Zimbabwe yang terhubung dengan 11 negara Afrika lainnya, bahkan kabarnya telah di-booking oleh para turis jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia. Emmanuel Fundira, Ketua Badan Pariwisata Nasional Zimbabwe, menyebut lokasi yang banyak diminati adalah taman hutan tropis terkenal Mana Pools. Lalu, air terjun Victoria Falls yang memiliki lebar sejauh 1,7 km dan dikelilingi oleh sungai Zambezi itu juga banyak diincar para turis. Di lokasi air terjun telah pula didirikan bungalow-bungalow kecil, sekilas mirip arena perkemahan. Selain itu, tentu saja taman safari Zimbabwe yang menawarkan aneka satwa liar.


"Selepas turnamen bola di Afsel, kami yakin akan menerima limpahan ribuan turis. Ini dibuktikan oleh banyaknya lokasi wisata yang telah dipesan sejak sebulan lalu. Apalagi kini telah ada penerbangan langsung dari Afsel," kata Fundira seperti dikutip situs Great Indaba.


Sementara itu Mozambik baru saja menerapkan aturan baru soal visa. Dengan visa masuk Mozambik, maka para turis sudah dapat mengunjungi enam negara Afrika tetangga lainnya tanpa harus mengurus visa baru.
"Orang Eropa dan Amerika banyak yang tidak tahu tentang Mozambik. Karena itu, dengan adanya Piala Dunia Juni-Juli ini kami sangat terbantu. Saya kira Mozambik akan jadi salah satu tujuan wisata selepas Piala Dunia," kata Muhammad Juma, seorang pelaku usaha pariwisata di Maputo, ibukota Mozambik yakin.

Halnya negara Swaziland, tahun lalu mampu menarik sekitar 1,3 juta turis mancanegara. Naik 13,3 persen dari tahun 2008. Tahun ini tentu saja bakal naik lagi. Seperti negara lainnya, taman safari dengan segala jenis satwa liar dan langka bakal jadi andalan. "Kami sudah siap. Hanya saja, di tempat kami, hewan ternak masih sering berkeliaran di jalanan. Ini yang bikin pusing. Mudah-mudahan segera ada solusinya," kata Eric Mazeko, ketua otoritas pariwisata setempat.

Sementara Zambia , negara itu menawarkan lokasi arung jeram karena memiliki sungai-sungai berarus deras. Menikmati panorama dari udara menggunakan helikopter juga salah satu tawaran menarik lainya. Begitulah, istilah dimana ada gula disitu ada semut tampaknya mengena untuk Piala Dunia Afsel.

Monday, June 21, 2010

Masjid dan makanan halal untuk fans muslim
Gairah dan semangat komunitas muslim Afsel dalam menyemarakkan Piala Dunia 2010 patut diacungi jempol. Mereka telah menyusun aneka program khusus untuk fans muslim mancanegara yang membanjiri negeri pelangi itu. Bermacam cara dilakukan, semata-mata agar fans muslim dapat menikmati PD Afsel dengan nyaman.
Semua program khusus untuk fans muslim selama Piala Dunia dikemas dalam kegiatan yang diberi nama SA Muslim 2010. Program ini pertamakali diinisiasi oleh komunitas muslim kota Durban pada Oktober 2009. Rupanya pemerintah setempat menyambut baik inisiatif itu dan akhirnya tumbuh menjadi program nasional dengan dibentuknya panitia lokal di setiap kota penyelenggara.
Ahmed Shaikh, salah seorang penanggung jawab kegiatan “SA Muslim 2010” yang berbasis di Durban menyebut bahwa inisiatif itu murni datang dari komunitas muslim Afsel. “Banyak fans muslim yang hadir di Afsel selama Piala Dunia ini. Kebanyakan dari mereka bingung mencari mesjid dan toko makanan halal. Makanya kami ingin membantu sekaligus untuk memperlihatkan keberadaan muslim di Afsel dan menunjukkan bahwa Islam agama damai,” kata Ahmad. “Di mesjid-mesjid telah dibentuk semacam posko yang diberi nama Nerve Centre. Oya jika sewaktu-waktu ada hal darurat kami juga telah buka SMS hotline 0842010786, dan juga situs www.samuslims2010.net,” imbuh Ahmad lagi.
“Di kota-kota penyelenggara seperti Durban, Johannesburg, Cape Town dan beberapa kota lainnya juga telah kami siapkan sejumlah relawan. Para relawan ini standby di titik-titik tertentu dan dengan ikhlas akan membantu saudara muslimnya, baik lokal maupun dari negara lain. Kami juga ada bikin pameran, forum diskusi, dan ajang tukar budaya. Fans muslim mancanegara dipersilahkan mengisi kegiatan ini. Jadi semacam ajang pertukaran budaya antar negara sembari silaturrahim,” ungkap Ahmed Shaikh. Umumnya kegiatan dipusatkan di mesjid yang tersebar merata di setiap kota.
Seperti di Mesjid Bostmon, Johannesburg. Pengurus mesjid disana menyediakan sebuah ruangan khusus untuk fans muslim yang terletak di lantai dua mesjid yang letaknya berdekatan dengan Stadion Soccer City. Bahkan tersedia pula fasilitas internet gratis untuk membantu turis dan suporter muslim dalam mencari aneka informasi ataupun mengadakan kontak dengan sanak keluarganya.Di mesjid-mesjid lain kurang lebih sama.
”Sejumlah relawan juga disiapkan guna membantu dan menuntun fans yang belum familiar dengan Afsel. Tak hanya itu, informasi seputar lokasi mesjid, waktu shalat, dan info outlet makanan halal diberikan, yakni dalam bentuk brosur yang bisa diperoleh di hotel, losmen, wisma tamu dan di bandara. Juga dapat diunduh via internet,” jelas Ahmad lagi.
Makanan halal
Masalah makanan halal, saat ini sejumlah toko dan rumah makan halal dibuka di beberapa tempat seperti stadion, Fan Fest, arena nobar dan di beberapa titik di pusat kota. Panganan halal ini mendapat pengawasan ketat dari National Independent Halaal Trust (NIHT), sebuah lembaga independen nasional yang mengurus masalah produk halal di Afsel dan terbentuk tahun 1992 silam.

“Kami juga telah kerahkan sejumlah relawan yang ditempatkan di sekitar stadion dan arena kumpul fans untuk menyebarkan brosur berisi daftar rumah makan halal, produk-produk halal, dan informasi lokasi mesjid. Relawan kami juga siap membantu setiap masalah yang dihadapi fans muslim,” demikian Abdul Wahab Wookay, Direktur NIHT melalui situs resminya.
“Beberapa negara di Eropa saat ini menghadapi masalah rumit terkait integrasi dengan imigran muslim. Jadi, kami berharap upaya ini bisa dijadikan semacam ajang tukar pengalaman. Konon lagi warga Afsel juga pernah menghadapi masaalah yang sama seperti rasisme, budaya yang beragam, demikian pula agama yang berbeda-beda. Yang ingin ditunjukkan adalah bahwa dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda itu, kami bisa hidup dalam kebersamaan sebagai bangsa yang satu,” tutup Ahmad penuh filosofi.
Umat Islam di negeri Nelson Mandela saat ini diperkirakan ada sekitar 1,5 persen dari total penduduknya yang berjumlah 50 juta jiwa. Sedangkan 80 persen penduduknya beragama Kristen. Ada sejumlah 500 mesjid dan 400 pusat pendidikan dan organisasi Islam tersebar di seluruh Afsel.