Uji Coba Kereta Magnet di Jerman, 23 Penumpang Tewas
Sebuah kecelakaan hebat terjadi saat uji coba kereta magnet di Emsland, negara bagian Niedersachsen, Jerman Jumat kemarin (22/9). Dilansir Berliner Zeitung (23/9), tragedi naas yang terjadi sekitar pukul sepuluh pagi waktu setempat itu menewaskan 23 penumpang dan beberapa lainnya luka-luka.
Kecelakaan tersebut terjadi karena kereta magnet super cepat yang diberi nama Transrapid menabrak gerbong peralatan teknik. Saat itu Transrapid sendiri sedang melaju dengan kecepatan 200 km/jam. Tak ayal 29 penumpang yang berada di dalam kereta -kebanyakan adalah anggota keluarga para pegawai Transrapid- panik seketika. Selama hampir 6 jam penumpang naas itu masih berada di dalam rongsokan kereta. Petugas tampak kesulitan mengevakuasi para korban karena letak Transrapid yang berada di ketinggian 5 meter dari permukaan tanah.
Presiden Jerman Horst Koehler serta Kanselir Angela Merkel kontan menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban tragedi tersebut. Sementara menteri transportasi Tiefensee membatalkan kunjungannya ke Cina.
Kereta magnet super cepat Jerman tersebut memiliki jalur rel magnet sepanjang 31,5 kilometer yang dibangun antara tahun 1980-1987. Yang menakjubkan adalah kemampuan melajunya yang fantastis, 450 km/jam. Prinsip kerja dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik yang ada pada rel, sedangkan gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi magnetnya. Kereta magnet ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 650 km/jam. Pusat uji coba di Emsland itu boleh disebut sebagai pusat uji coba kereta magnet terbesar di dunia.
Sejauh ini baru ada satu kereta magnet yang sudah dipakai untuk transportasi umum yaitu di Shanghai, Cina yang menghubungkan pusat kota dengan pelabuhan udara. Teknologinya juga produk Jerman.
Kini peristiwa yang sedikit mencoreng wajah teknologi Jerman itu masih dalam penyelidikan para ahli. Terutama keberadaan gerbong peralatan teknik di tempat uji coba menjadi bahan kajian. Yang menjadi tanda tanya besar adalah kenapa kereta dijalankan sementara gerbong peralatan masih berada di jalur rel.
Zulkarnain Jalil, dari Jerman untuk Serambinews (25/9)
Tuesday, September 26, 2006
Sunday, September 24, 2006
Ramadhan 2006
Hari ini 24 September ramadhan hari pertama di Jerman, sebagaimana diumumkan oleh ZMD di islam.de. Di kota Dresden, yang letaknya persis di pinngiran Jerman sebelah timur, sekelompok warga terlihat berkumpul di sebuah apartemen. Kiranya mereka adalah warga Indonesia yang berdiam di sana. tarawih malam pertama berlangsung di kediaman Ediansjah Zulkifli, salah seorang warga Indonesia yang bekerja sebagai asisten peneliti di sebuah institut di TU-Dresden. Bersama istri dan anak-anaknya mereka juga menyediakan makanan berbuka bagi warga Indonesia lainnya yang rata-rata adalah pelajar di sana.
Hari ini 24 September ramadhan hari pertama di Jerman, sebagaimana diumumkan oleh ZMD di islam.de. Di kota Dresden, yang letaknya persis di pinngiran Jerman sebelah timur, sekelompok warga terlihat berkumpul di sebuah apartemen. Kiranya mereka adalah warga Indonesia yang berdiam di sana. tarawih malam pertama berlangsung di kediaman Ediansjah Zulkifli, salah seorang warga Indonesia yang bekerja sebagai asisten peneliti di sebuah institut di TU-Dresden. Bersama istri dan anak-anaknya mereka juga menyediakan makanan berbuka bagi warga Indonesia lainnya yang rata-rata adalah pelajar di sana.
Subscribe to:
Posts (Atom)