Jenderal Murung itu Akhirnya Pensiun
Bagi anda penggemar tim nasional Argentina, terlebih lagi kesengsem dengan gocekan Juan Riquelme, maka mulai sekarang sudah bisa menyimpan semua memori dari pemain berwajah “murung” ini. Pasalnya, jenderal lapangan tengah Albiceleste –julukan Argentina- itu menyatakan mengundurkan diri dari tim nasional. Hal itu dikatakannya dalam satu wawancara dengan televisi berita Argentina, Telenoche (13/9). Riquelme menyebutkan masalah psikologis dan kesehatan ibunya yang menjadi alasan pengunduran dirinya.
”Ini keputusan yang sulit sebenarnya. Tentu ada rasa sedih tidak memakai kaos Argentina lagi,” ujar Riquelme yang terakhir memimpin rekan-rekannya saat Argentina kalah melawan Brazil (0:3) di laga persahabatan 3 September yang lalu.
“Namun kesehatan ibuku nomor satu. Dia tidak bisa dibandingkan dengan kaos tim nasional atau apapun yang lainnya,” tukas pemain yang pensiun dini di usia 28, saat mana sebenarnya seorang pemain sedang di puncak karir. Riquelme yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah kawasan kumuh di ibukota Argentina, Buenos Aires barangkali bisa dinilai sebagai pemain yang berbakti kepada ibunya.
“Sejak piala dunia yang lalu, ibuku telah dua kali dirawat di rumah sakit dan tugasku untuk menjaga kesehatannya," ujar Riquelme yang menjalani kerasnya kehidupan masa kecil bersama 10 saudara kandungnya itu.
Juan Roman Riquelme nama lengkapnya, pensiun di usia 28 tahun. Terlalu dini memang, apalagi untuk pemain sekaliber dia yang punya penguasaan bola dan visi bermain yang prima. Ia merintis karirnya di klub Boca Juniors, persis seperti Maradona, pemain yang dikaguminya. Lalu pindah ke klub La Liga Spanyol Barcelona (2002). Di klub Catalan itu ia kurang bersinar hingga “dipinjamkan” ke Villareal (2003). Karirnya justru bersinar di Villareal yang dihantarnya hingga ke semifinal Liga Champion musim lalu. Itulah kali pertama klub “kecil” Spanyol tersebut masuk jajaran elit tim-tim Eropa.
Di pentas piala dunia, Riquelme tidak masuk skuad Agentina di Piala Dunia 2002 kala dilatih Marcelo Bielsa. Baru pada Piala Dunia 2006 ia menjadi figur jenderal lapangan tengah di bawah asuhan Jose Pekerman, mantan pelatihnya saat merebut supremasi piala dunia junior tahun 1997. Sayangnya Argentina yang sempat disanjung karena permainan indahnya harus tersingkir di tangan tuan rumah Jerman pada babak perempat final. Banyak pengamat menyebut faktor keluarnya Riquelme di babak kedua sebagai rusaknya irama permainan sehingga Jerman bisa menyamakan kedudukan. Entahlah, yang pasti dunia sepak bola kembali murung selepas jenderal Riquelme pensiun.
Zulkarnain Jalil, dari Jerman untuk Serambinews (16/09)
No comments:
Post a Comment