Rasyidah Dati, Muslimah Pertama di Kabinet Perancis
Presiden Perancis terpilih Nicolas Sarkozy seakan mengirimkan pesan penting bagi
Penunjukan Dati memupus kekhawatiran banyak pihak yang menilai Sarkozy sebagai rasis. Imigran di Perancis pasti tak pernah lupa dengan kata “sampah” yang diucapkan Sarkozy, kala itu menjabat Menteri Dalam Negeri tahun 2005 silam. Saat itu memang Perancis dilanda kerusuhan rasisme terburuk sepanjang sejarah negara berpenduduk 60 juta jiwa itu. Penunjukannya juga mendapat tanggapan positif dari organisasi Islam terbesar di Perancis, Union of Islamic Organisations in France (UOIF). Ketua UOIF, Thami Breze menyebutnya sebagai permulaan babak baru (muslim) di Perancis.
Menilik latar belakang hidupnya, Rasyidah Dati tergolong wanita yang tangguh. Anak ke-2 dari 12 bersaudara itu sejak kecil telah kenyang dengan penderitaan. Simak saja, ia sering diejek oleh teman-temannya karena warna kulitnya yang gelap. Hinaan diperolehnya juga karena faktor agamanya yang Islam. Lalu secara ekonomi ia bukanlah datang dari keluarga berada. Ayahnya yang asal Maroko hanya seorang buruh bangunan. Selanjutnya, kala Dati berusia 15 tahun, ibunya tercinta dipanggil Yang Kuasa. Dati menyebut ibunya yang berdarah Aljazair bagai tak tergantikan.
“Ibu saya adalah ibarat cahaya dalam hidup. Saat ibu meninggal saya mengira sedang dihukum Tuhan,” ujar wanita berusia 41 tahun itu sebagaimana dikutip BBC. Dati akhirnya memutuskan ikut bekerja sebagai perawat rumah sakit di dekat rumahnya untuk membiayai adik-adiknya.
Keuletan dan kesabaran Dati akhirnya berbuah. Wanita yang lahir 27 Nopember 1965 di Saint Remy, Perancis itu berhasil menyelesaikan studinya dengan menyandang tiga gelar master, masing-masing di bidang ekonomi, hukum dan manajemen. Ia bekerja sebagai akuntan pada sejumlah perusahaan swasta, sebelum bergabung dengan Sarkozy.
Dati mulai dekat dengan Sarkozy setelah ia bekerja di sebuah lembaga pemerintah sebagai penasihat hukum. Sarkozy tampaknya mulai melihat kecerdasan Dati terutama saat bertukar pikiran tentang undang-undang keimigrasian Perancis. Tak lama kemudian Dati –atas saran Sarkozy- masuk Partai UMP yang didirikan Sarkozy. Dati dianggap dekat dengan para imigran. Dukungan suara yang mengalir dari kalangan imigran kepada Sarkozy sewaktu pemilu yang baru lalu tidak luput dari andil Rasyidah Dati.
Itulah Rasyidah Dati yang kini jadi bintang di pemerintahan Perancis. Semoga ada warna baru khususnya bagi Islam di Perancis yang selama ini terpinggirkan. Kini dengan jumlah umat Islam 5 juta jiwa dari 60 juta penduduknya, Perancis patut dicatat sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa. Kedatangan muslim pertama ke Perancis adalah ketika Perang Dunia I, kala Perancis butuh banyak buruh untuk membantu proses rekonstruksi pascaperang. Banyak pekerja yang datang berasal dari kawasan Afrika Utara (Aljazair,
No comments:
Post a Comment