Sarkozy buka bersama muslim Perancis
“Saya akan berada di samping Anda,” ujar Sarkozy di hadapan jamaah mesjid tertua di
Sarkozy menyatakan bahwa pemerintahannya sangat serius meningkatkan hubungan integrasi dengan masyarakat muslim di negara mode dunia itu. Bahkan beberapa pejabat penting di pemerintahannya juga ikut dalam acara yang terhitung langka itu.
Selepas terpilih sebagai Presiden, Nicolas Sarkozy memang sempat bikin kejutan setelah ia secara berani menunjuk Rasyidah Dati sebagai Menteri Hukum di kabinetnya. Rasyidah Dati yang keturunan Maroko merupakan muslimah pertama yang menduduki jabatan penting di peta perpolitikan Perancis yang menganut paham sekuler.
Penunjukan Dati kala itu memupus kekhawatiran banyak pihak yang menilai Sarkozy sebagai rasis. Imigran di Perancis pasti tak pernah lupa dengan kata “sampah” yang diucapkan Sarkozy kepada para imigran tahun 2005 silam. Saat itu ia masih menjabat Menteri Dalam Negeri. Kala itu Perancis dilanda kerusuhan rasisme terburuk sepanjang sejarah negara berpenduduk 60 juta jiwa itu.
Kenapa Sarkozy berani menunjuk Dati? Karena Dati dianggap dekat dengan para imigran. Dukungan suara yang mengalir dari kalangan imigran kepada Sarkozy sewaktu pemilu yang baru lalu tidak luput dari andil Rasyidah Dati.
Kini dengan jumlah umat Islam 5 juta jiwa dari 60 juta penduduknya, Perancis tercatat sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa. Kedatangan muslim pertama ke Perancis adalah ketika Perang Dunia I, kala Perancis butuh banyak buruh untuk membantu proses rekonstruksi pascaperang. Banyak pekerja yang datang berasal dari kawasan Afrika Utara (Aljazair,
Generasi muslim Perancis saat ini merupakan generasi ketiga. Konfrontasi Perancis dengan Islam bermula saat diberlakukannya UU larangan jilbab tahun 2004 silam. Sejak itu hubungan Pemerintah dengan warga muslim sedikit terganggu. Tentunya melalui buka bersama Senin kemarin itu diharapkan gangguan hubungan dapat sedikit mencair. (zulkarnain jalil)
No comments:
Post a Comment