Sepeda Motor Pesanan SBY Itu Memakai Bahan Bakar Air
Sepeda motor ini pesanan Pak SBY," kata Voll Johanes Bosco alias Boy (51), perancang sepeda motor dengan bahan bakar yang sebagian di antaranya adalah air.
Di tengah kemeriahan Gelar Teknologi Tepat Guna di Manado Convention Center (MCC), Kamis (8/11) petang, Boy tidak sungkan-sungkan menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengaku sempat mengejar Presiden hingga ke Yogyakarta hanya demi mempresentasikan energi alternatif untuk kendaraan bermotor.
"Waktu saya ke Jakarta, Pak SBY sedang ke Yogyakarta meninjau bencana gempa bumi, sehingga saya disuruh menyusul ke sana, lalu dinaikkan pesawat Hercules ke Yogya," katanya lagi.
Boy merasa diperlakukan khusus, sehingga ia merasa tersanjung. Di dalam pesawat, Boy hanya bersama empat orang, selain awak pesawat.
Lelaki berjambang lebat ini pantas mendapat apresiasi besar. Meski hanya tamat sekolah menengah atas di Manado, Boy yang berdomisili di Palu, Sulawesi Tengah, itu menemukan sepeda motor hemat bahan bakar. Kendaraan roda dua itu telah diuji coba sejauh 247 kilometer, dengan campuran satu liter bensin dan empat liter air.
Sebelumnya, Boy selama 10 tahun telah meneliti sejumlah peralatan hemat energi. Dari 11 kali penelitian, ia fokus pada penemuan lampu hemat listrik dan sepeda motor hemat bahan bakar minyak.
Jika di jalan orang memakai lampu merkuri dengan daya listrik 250 watt, Boy bisa menciptakan lampu yang cahayanya setara lampu merkuri dengan kapasitas listrik hanya 12 watt. Lampu itu disebut dengan lampu light emitting diode (>small 2small 0<).
Demikian halnya sepeda motor yang 80 persen menggunakan bahan bakar air. Menurut Boy, sistem kerja sepeda motor sangat sederhana. Akan tetapi di beberapa bagian mesin sepeda motor ditambah reaktor mirip pipa besi. Saat sepeda motor ini berjalan, suhu reaktor mencapai 150-200 derajat Celsius.
Boy mengatakan, setiap motor bahan bakar menghasilkan gas buang CO dan CO2 (karbon dioksida dan karbon monoksida). Pada mesin ini kedua gas diambil dan direaksikan dengan air, sehingga menghasilkan gas baru methane (CH4). "Nah, methane inilah yang menggerakkan motor," katanya.
Adapun energi untuk menjalankan reaktor diambil dari panas gas buang, sehingga pembakaran menjadi sangat efisien jika tabung reaktor mencapai suhu 200 derajat Celsius. Gas buang yang dihasilkan sangat ramah lingkungan.
Boy tentu tidak asal menciptakan. Temuan sepeda motor berbahan bakar air telah ia presentasikan kepada beberapa ahli di Departemen Energi Sumber Daya Mineral di Jakarta. "Saya disuruh pindah ke Jakarta untuk penelitian lanjutan, tetapi saya lebih suka tinggal di Palu," katanya.
Kemahiran Boy merancang teknologi dilatarbelakangi pengalamannya sebagai pekerja mekanik di bengkel. Boy sendiri adalah pegawai negeri sipil di Radio Republik Indonesia Palu. (jean rizal layuck) kompas 9 nop 2007
No comments:
Post a Comment