Saatnya menuntut ilmu ke negeri Taiwan
PENGANTAR: Arus mahasiswa asing yang belajar ke Taiwan begitu meningkat akhir-akhir ini. Taiwan, yang notabene masih serumpun dengan China, kini makin gencar memperlihatkan eksistensinya di bidang pendidikan tinggi. Karena itu banyak beasiswa ditawarkan untuk pelajar asing. Tentunya satu peluang baru putra-putri
ööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööööö
Pepatah lama yang berbunyi “tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina” tampaknya perlu diperbaharui menjadi “…hingga ke negeri
“Salah satu MoU yang berhasil ditandatangani adalah antara FMIPA Unsyiah dengan Computer Science National Tsin Hua University (NTU), salah satu universitas bergengsi di
Delegasi Unsyiah juga diundang oleh perguruan tinggi lainnya yakni National Chiao Tung University (NCTU). Mereka tampaknya juga tertarik untuk menjalin kerjasama. “Saat kami bertemu dengan pihak Rektorat mereka juga sangat ingin bekerjasama dengan kita. PR IV telah membicarakan detail bentuk-bentuk kerjasama itu. Bila konsep ini telah disetujui, maka segera akan dilakukan MoU sebagai payung untuk memudahkan kerjasama,“ imbuh Mustanir.
Mustanir sendiri akhir 2007 silam juga telah berkunjung ke Taiwan. Kala itu dia ditemani Prof. Dr Yuwaldi Away (kini Kadis Hubkomintel NAD). Dari dua kali kunjungan itu, dia mencatat setidaknya ada tiga hal penting yang patut dicermati.
“Pertama, Taiwan sedang "menunjukkan" eksistensi diri karena secara politis mereka ingin lebih unggul dari Cina daratan, sehingga ada peluang kita untuk masuk. Dan kualitas pendidikan mereka cukup bagus. Akademisi mereka bahkan ada yang sudah meraih hadiah Nobel,“ kata Mustanir.
“ Kedua, kolaborasi antara universitas di Taiwan dengan industri/pemerintahan sangat erat. Misalnya, Pemda Tsin Chu telah membangun
“Hal ketiga, ini sangat penting ditiru, yakni penghargaan universitas untuk para pendahulunya luar biasa. Saat kami berkunjung ke NCTU, kami sempat berkunjung ke perpustakaan yang memiliki 8 lantai. Nah di dinding gedung ini kami lihat banyak dipajang foto-foto alumni-alumni mereka yang telah berhasil. Berdampingan dengan foto pimpinan terdahulu NCTU. Termasuk data-data alumni yang telah berhasil juga dipajang. Tentu ini memberi kebanggaan tersendiri, terlebih lagi akan jadi semacam motivator bagi mahasiswa yang sedang disitu untuk maju,” tukas Mustanir menyiratkan rasa kagum.
Kunjungan berikutnya adalah ke International Graduate Program Academia Sinica dan
“Ternyata di Academia Sinica, khususnya di Taiwan International Graduate Program, setiap tahunnya menyediakan banyak sekali beasiswa S2 dan S3 untuk mahasiswa asing. Sayangnya dari kita hanya sedikit. Mungkin karena tidak banyak yang tahu. Catat saja, dari 266 mahasiswa asing yang saat ini sedang sekolah di
Mustanir juga menyebutkan bahwa pihak Academia Sinica sangat menunggu mahasiswa dari Aceh. Setidaknya, kata Mustanir, saat ini ada sekitar 4 orang mahasiswa Aceh yang sedang mengambil program master disana.“ Ini bisa sebagai kontak person jika ada mahasiswa Aceh lain yang akan ke sana,“ lanjutnya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
No comments:
Post a Comment