Saturday, December 20, 2008

Srikandi Aceh raih Ummi Award 2008

Rahmawati Aida Putri (36) dinobatkan sebagai Ibu Teladan Tingkat Nasional setelah menyisihkan 5 finalis lainnya pada malam anugerah Ummi Award 2008 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (20/12) kemarin. Selama tiga hari dari 17 hingga 20 Desember Aida menjalani beberapa proses dari penjurian, pembekalan hingga malam puncak anugerah..

Prestasi yang ditoreh Aida –panggilannya- sekaligus memelihara tradisi juara dari Aceh. Sebelumnya, tahun 2001 Nurlina Jamil meraih anugerah serupa, diikuti oleh Rita Indahyati (2004). Aida sejak tahun 2002 berdomisili di kota Subulussalam dan bertugas sebagai da’i perbatasan bersama suaminya Muslem.

“Saya awalnya dikirim oleh Dinas Syariat Islam NAD sebagai dai selama tiga tahun. Setelah tugas resmi selesai saya memutuskan untuk tetap bertahan di Subulussalam hingga saat ini,” tutur sarjana Ekonomi Akuntansi Unsyiah lulusan 1999 itu.

“Tentu saja sekarang amanah makin berat. Saya musti bisa menunjukkan kiprah yang lebih baik lagi bagi keluarga dan masyarakat,” imbuh perempuan kelahiran Lhokseumawe itu kala ditanya kesannya atas anugerah yang baru diperolehnya. Pada bagian akhir, Aida mengajak para perempuan Aceh untuk bangkit. “Wanita Aceh harus ulet, tangguh dan jangan cepat putus asa,” kata dia.

Adapun juara kedua anugerah bergengsi ini diraih oleh Masfarlina (Malaysia). Masfarlina berasal dari Jakarta, namun sejaka beberapa lama menetap di Malaysia sebagai dai bagi para TKW yang berkerja di negeri jiran itu. Sedangkan juara favorit versi pembaca diraih oleh Nurlela dari Cileungsi, Bogor. Prestasi Aceh tahun ini sendiri cukup mengesankan dengan meloloskan dua finalisnya di babak puncak. Seorang lagi yakni dr. Rosaria Indah, dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah, masuk kategori 6 terbaik.

Ummi Award merupakan kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Majalah Ummi, sebuah majalah muslimah terkemuka di tanah air. Kegiatan ini diperuntukkan bagi para ibu muslimah dari berbagai daerah di Indonesia. Kriteria yang dinilai antara lain aktifitas dakwah dalam masyarakat, keluarga, konsep diri dan beberapa kriteria lainnya. Pada akhirnya akan ditemukan seorang sosok perempuan yang mampu menjalankan tugas sebagai ibu sekaligus sebagai istri, memiliki kepribadian Islami dan menjadi contoh bagi masyarakatnya. (Zulkarnain Jalil)

No comments: