Penulis naskah sinetron itu ternyata perempuan Aceh
Masih ingat dengan sinetron Kerudung Yang Ternoda dalam program Maha Kasih yang ditayangkan di RCTI setahun yang lalu? Konon, banyak pemirsa yang tersentuh dengan sinetron produksi Sinemart 2007 itu. Tapi tak banyak yang tahu, penulis naskah sinetron itu ternyata seorang perempuan asal Aceh. Beby Haryanti Dewi nama lengkapnya. Beby, panggilannya, lahir di Rantau, Aceh Tamiang 7 Februari 1974 silam.
“Waktu itu ada tawaran untuk menulis script sinetron di internet. Saya beranikan diri untuk ikut. Alhamdulillah, naskah saya dinyatakan lolos,” ujar Beby mengenang kala ditemui di kediamannya di kawasan Darussalam, Banda Aceh kemarin, Minggu (14/9). Beby menulis naskah itu saat masih di Australia. “Waktu itu saya menemani suami yang bekerja di Universitas Canberra,” imbuh istri dari Dr.rer.nat. Ilham Maulana itu lagi.
Disamping naskah sinetron, ternyata alumni FMIPA Kimia Unsyiah ini adalah penulis buku yang cukup produktif. Catat saja, setidaknya ada 16 buku karyanya yang telah diterbitkan oleh penerbit ternama seperti Mizan atau Lingkar Pena.
Umumnya Beby menulis buku ber-genre remaja, anak-anak, dan komedi. Galz, Please Don’t Cry (Lingkar Pena Publishing House, 2006). adalah karya pertamanya yang ditulis bersama Asma Nadia, seorang penulis ternama asal Jakarta. Sejak karya pertamanya diterima, rasa percaya diri ibu dari Narid Sulthan Maulana, Neubrina Fathin Lagoina Maulana dan Navid Geunta Maulana ini muncul.
“Saya belajar menulis secara otodidak dari buku-buku dan internet. Saya juga aktif berdiskusi dengan Asma Nadia secara online. Kritik dan masukan dari Asma saya jadikan pegangan untuk menulis lebih baik,” tutur wanita yang pernah berdiam di Jerman selama empat tahun itu. Seiring dengan tersebarnya karya-karya Beby di berbagai penerbit, tawaran menulis pun datang sendiri baik melalui email atau ke HPnya.
Sebenarnya karir menulis mantan pegawai Bank BNI Cabang Sigli ini dimulai saat ia menemani suaminya yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Leipzig, Jerman. Fasilitas internet 24 jam yang ada di tempat mereka tinggal dimanfaatkan Beby untuk ngeblog.
Bakat menulis putri dari pasangan Herman Borrow dan Nuraidar Husin.ini sebenarnya sudah tampak sejak SD. Sejak kecil dia sangat suka membaca (terutama buku-buku fiksi), hingga sering dijuluki “Si Kutu Buku” oleh sanak familinya. Mengunjungi perpustakaan dan toko buku pun menjadi kegiatan favoritnya.
Kini wanita yang pernah mengembara di Jerman, Perancis, Belgia, Belanda dan Australia itu telah kembali ke Aceh. Dia langsung bergabung dengan komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Aceh. Selama di rantau, penyuka bakso ini hanya menjalin kontak dengan FLP via mailing list saja.. Di FLP Beby serasa menemukan dunianya. Dunia menulis. Karena bagi Beby, menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Buku-buku Beby yang sudah diterbitkan yaitu novel anak Temanku Ternyata Pemakai (Ganeca, 2006) untuk memperkaya perpustakaan sekolah-sekolah, dongeng balita Cica Cecak Yang Nakal (DAR!Mizan, 2007), kumpulan cerpen lucu Pura-pura Ninja (Lingkar Pena, 2007), novel remaja Mayoret Jutek (Lingkar Pena, 2008), non fiksi Diary Dodol Seorang Istri (Lingkar Pena, 2008), Kumpulan Dongeng Islami Dari Tiga Benua (DAR!Mizan, 2008) dengan memakai nama pena Jauzah Maulana.
Beberapa buku yang dikerjakan bersama dengan penulis-penulis lain (antologi) antara lain:non fiksi Galz, Please Don’t Cry (Lingkar Pena, 2006), non fiksi Oh, Baby Blues (Femmeline/Syamil Group, 2007), kumpulan opini Ketika Aa Menikah Lagi (Lingkar Pena, 2007), kumpulan cerpen Kutukan Jomblo (Lingkar Pena, 2007), kumpulan cerpen Suparman Pulang Kampung (Lingkar Pena, 2007), non fiksi Catatan Hati Di Setiap Sujudku (Lingkar Pena, 2008), dan kumpulan cerpen komedi cinta Ramuan Jomblo; I love You Deh Ah (Gradien Mediatama, 2008).
Dongeng-dongeng Beby juga dimuat di majalah anak-anak: Lindi Bertemu Landak Hijau (Mombi SD, 2007), Lampu Untuk Iko (Mombi SD, 2007), dan Zebi Yang Cerdik (Bravo!, 2008).
Buku terbarunya, Diary Dodol Seorang Istri kabarnya sangat diminati pembaca. Beberapa toko buku bahkan ada yang kehabisan stok. “Buku ini berisi kisah nyata kehidupan dalam rumah tangga. Cuma saya tulis secara kocak. Di Banda Aceh saya lihat ada toko buku yang menjualnya, “ tukas Beby setengah berpromosi.
.Zulkarnain Jalil
No comments:
Post a Comment