Iklan Makanan Halal Rambah Televisi Perancis
Cahaya Islam makin bersinar saja di Perancis. Konon lagi di bulan suci Ramadhan ini. Aneka kegiatan digelar. Dari buka bersama -yang turut mengundang kalangan non-muslim-, shalat tarawih, tadarus, hingga kampanye makanan dan minuman halal. Baru-baru ini warga Perancis dikejutkan oleh munculnya tayangan iklan halal di beberapa stasiun televisi swasta. Tayangan iklan makanan dan minuman halal di negeri mode dunia itu sungguh bak sebuah ”hadiah” bagi muslim Perancis di bulan suci Ramadhan tahun ini. Iklan makanan khusus untuk warga muslim bukanlah iklan yang lazim di benua Eropa yang menganut paham sekuler.
Halal, yes!
Seperti dilansir harian online Telegraph, penayangan iklan yang baru pertama kali di di negeri yang pernah melarang penggunaan jilbab itu telah membuat sekitar lima juta warga muslim di Perancis lega. Betapa tidak, selama ini mereka musti ekstra hati-hati dalam membeli makanan. Jika ingin aman musti ke toko makanan halal yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Kini, otomatis mereka akan dengan mudah mendapatkan makanan halal di pusat-pusat perbelanjaan terdekat. Sebelumnya, iklan-iklan makanan halal hanya bisa disaksikan di saluran televisi Arab.
Iklan halal itu muncul sejak 17 Agustus silam di saluran televisi TFI, salah satu TV swasta terkenal Perancis, begitu pula di saluran M6 dan beberapa televisi lokal lainnya. Dalam tayangan diperlihatkan sekelompok muslim kelas menengah Perancis mengantri di sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli Zakia Halal, sebuah merek makanan, untuk sajian berbuka.
Dalam tayangan digambarkan sepasang suami isteri sedang mendorong kereta belanja yang penuh dengan barang belanjaan sembari berujar: "Yes, yes, we eat halal" (Ya, ya, kami makan yang halal). "Halal? Yes, Zakia halal," imbuh sang istri sumringah.
Bisnis menggiurkan
Nilai bisnis makanan halal memang mengiurkan. Catat saja, saat ini ada sekitar 400 jenis produk makanan dan minuman halal yang dipasarkan di berbagai supermarket di seluruh Perancis. Sedikitnya 260 ribu poundsterling (sekitar 2,7 milyar rupiah) bisa diraup dari pasar halal ini per hari dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga 15 persen per tahunnya. Mengutip studi yang dilakukan Solis, sebuah biro penelitian lokal, hampir 94 persen warga muslim di Perancis adalah konsumen produk-produk halal.
Beberapa pekan sebelumnya sebuah papan reklame produk makanan halal bermerk Isla Delice menyeruak di antara aneka papan reklame lainnya di sela-sela pusat keramaian Champs-Elysees, sebuah kawasan wisat terkenal di Paris.
Beragam reaksi dari kalangan muslim Perancis pun bermunculan. Sebagian besar dari mereka terkejut dan tak percaya. "Baru kali ini saya lihat ada begitu banyak warga Arab di iklan televisi. Sepertinya ini tanda-tanda Arab (baca: Islam) memberi warna baru dalam perekonomian Perancis," tulis seorang pembaca di website muslim Perancis Bladi.net.
"Selama bertahun-tahun produk makanan halal sangat terbatas dan hanya ada di pasar tradisional milik orang Arab. Namun sejak sepuluh tahun silam, sejumlah perusahaan retail mulai menawarkan beberapa produk halal. Sejumlah pengusaha melirik pasar yang menggiurkan dengan meningkatnya jumlah konsumen dari generasi kedua dan ketiga imigran muslim," kata Abbas Bendali, Direktur Solis.
Investor berlomba
Tentu saja setiap konsumen punya beragam keperluan akan produk-produk halal. Hal ini berakibat pada meningkatnya permintaan produk tertentu. Misalnya produk makanan berbagai merek seperti Maggi, Herta, Fleury Michon, Panzani, dan lainnya yang kini diperdagangkan di banyak supermarket dengan label halal. Menariknya, pasca booming produk halal, para investor kini malah melirik produk rumah tangga lainnya -selain makanan dan minuman- untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin Perancis.
"Pangsa pasar warga muslim di outlet kami mencapai 20 persen. Bahkan diprediksi akan terus meningkat. Sebagian besar mencari produk-produk halal,” kata Stéphane Renaud, seorang produsen produk rumah tangga yang membuka outletnya di kawasan Auchan.
Muslim Perancis memang terkenal dengan aneka sensasinya. Dari demo menentang pelarangan jilbab, penggunaan Burkini, yakni sejenis baju renang yang khusus dirancang bagi muslimah, dan yang terkini adalah iklan halal. Hanya saja untuk kasus iklan produk halal tidak sampai memunculkan kontroversi. Pemerintah adem-adem saja. Bisa jadi karena nilai ekonomi yang didapat dari bisnis halal sangat menjanjikan.
Perancis merupakan negara dengan komunitas muslim terbesar di Eropa. Saat ini, menurut catatan tak resmi, ada sekitar 7 juta warga muslim bermukim di negeri Napoleon Bonaparte itu. Sebagian besar merupakan imigran asal Afrika Utara (Maroko, Aljazair, Tunisia) dan Turki. Gelombang kedatangan pertama sekitar tahun 70-an guna membantu Perancis pasca Perang Dunia II. Imigran muslim saat ini adalah generasi kedua dan ketiga yang lebih moderat dan telah membaur dengan warga setempat. Begitulah. (zulkarnain jalil).
No comments:
Post a Comment