Sunday, June 10, 2012

DATA STATISTIK JELANG FINAL LIGA CHAMPIONS Taufik Iskandar Dosen FMIPA Unsyiah, peminat bola dan pernah bermukim di Hamburg, Jerman Final Liga Champion kali ini mempertemukan Bayern Muenchen dan Chelsea, dimana kedua klub ini di semifinal menyingkirkan favorit kuat untuk melaju ke final yaitu dua klub asal Spanyol Real Madrid dan Barcelona. Muenchen mengalahkan Madrid melalui adu penalti (3-1) setelah bermain dua kali dalam waktu normal dengan skor agregat 3-3. Sedangkan Chelsea mengandaskan Barcelona dengan skor agregat 3-2. Ada sisi menarik yang patut disimak jelang laga ini dihelat pada 19 Mei mendatang. Pertemuan Bayern Muenchen dengan Chelsea yang berlangsung di Allianz Areana -kandang Muenchen- sangat menarik untuk dicermati, terutama terkait pertemuan antara klub asal Jerman dan Inggris. Pertemuan kedua kesebelasan baik di level timnas maupun klub selalu sangat menarik untuk disaksikan. Untuk final Liga Champions pertemuan dua klub dari Jerman dan Inggris telah terjadi 5 kali, yaitu di tahun 1975 (Bayern Muenchen mengalahkan Leeds United dengan skor 2-0). Kemudian, tahun 1977 Liverpool mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1. Selanjutnya tahun 1980 Nottingham Forest mengalahkan Hamburg SV dengan skor 1-0. Tahun 1982 Aston Villa mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 1-0 dan yang terakhir 1999 Manchester United mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 2-1 dengan sangat dramatis. Secara total klub Jerman masih kalah 1-4 dari klub Inggris pada pertandingan di final Liga Champions. Begitu juga dengan Bayern Muenchen masih kalah 1-2 pada pertandingan di final liga champions dengan klub yang berasal dari Inggris. Sedangkan rekor Chelsea bertemu dengan klub Jerman pada final kejuaran klub tingkat Eropa hanya terjadi pada final piala Winners tahun 1998. Dimana Chelsea berhasil mengalahkan VFB Stuttgat dengan skor 1-0. Untuk rekor kedua klub di kejuaraan tingkat Eropa yaitu Liga Champion, Piala Winners dan Piala UEFA, prestasi Bayern Muenchen masih di atas Chelsea. Dimana Bayern Muenchen pernah memenangi Liga Champions sebanyak 4 kali yaitu tahun 1974,1975, 1976 dan 2001. Merebut Piala Winners pada tahun 1967 dan Piala UEFA pada tahun 1996. Sedangkan Chelsea hanya memenangkan Piala Winners pada tahun 1971 dan 1998. Sedangkan pertemuan kedua klub pada Liga Champions terjadi hanya sekali pada tahun 2005, kala itu Chelsea unggul agregat 6-5. Momen kebangkitan masa lalu Hal menarik lain yang dapat kita amati dari final kali ini antara dua klub asal Inggris dan Jerman adalah momen kebangkitan masa lalu. Setelah masing-masing mengalahkan favorit juara di semifinal (Madrid dan Barca), siapapun yang juara baik Bayern Muenchen maupun Chelsea diharapkan mampu untuk meneruskan tradisi juara seperti masa lalu. Tradisi masa lalu yang seperti apa? Seperti diketahui rentang waktu 1974 hingga 1984 juara Piala Champion selalu berasal dari klub Inggris atau Jerman. Simak catatan berikut. Tahun 1974-1976 juara Piala Champions adalah Bayern Muenchen. 1977-1978 dikuasai Liverpool. Tahun 1979-1980 jawaranya Nottingham Forest. Tahun 1981 kembali Liverpool menjuarai Piala Champios untuk ketiga kalinya. Tahun 1982 dinikmati oleh Aston Villa, sedangkan untuk tahun 1983 dijuarai oleh Hamburg dan tahun 1984 kembali Liverpool merebut Piala Champions. Menariknya, pelatih dari masing-masing klub juga sudah pernah merasakan tampil di final sebagai pemain pada kejuaraan klub tingkat Eropa. Jupp Heynckes ikut mengantarkan Borussia Moenchengladbach menjuarai piala UEFA tahun 1975 dengan mengalahkan Twente. Sedangkan Roberto di Matteo juga ikut mengantarkan Chelsea memenangi Piala Winners 1998. Sedangkan sebagai pelatih, Jupp Heynckes pernah mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions tahun 1998. Nah pada laga final 19 Mei nanti Bayern Muenchen lebih diuntungkan, karena pertandingan digelar di kandang Muenchen. Sehingga Arjen Robben dkk sedikit lebih diunggulkan. Tetapi bukan tidak mungkin Chelsea dapat membungkan Bayern Muenchen seperti yang pernah dilakukan oleh Liverpool pada tahun 1984 di final piala Champions yang di gelar di stadion Olimpico Roma. Ketika itu Liverpool menghempaskan tuan rumah AS Roma melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain di waktu normal dengan skor 1-1. Jadi, akankah di Allianz Arena momen kejayaan masa silam klub Inggris-Jerman bangkit kembali? Patut dinanti.

No comments: