Wednesday, August 09, 2006

Situs FIFAworldcup Terbaik Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2006 tidak hanya sukses di atas rumput, namun juga di di dunia maya. Dilaporkan Presseportal, selama Piala Dunia 2006 berlangsung situs FIFAworldcup.com diakses lebih dari 4,2 milyar kali dan videonya yang berisi gol-gol terkini selama turnamen ditonton lebih dari 138 juta kali. Prestasi lainnya, sekitar 73 juta kali website itu juga diakses penggemar sepakbola melalui telepon seluler. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang situs sepakbola dunia itu “hanya” diakses sebanyak 2 milyar kali. Dengan demikian FIFAworldcup.com -situs resmi Piala Dunia 2006- terpilih sebagai situs olahraga terbaik sepanjang sejarah

Situs milik FIFA tersebut dikelola oleh perusahaanYahoo! yang merupakan salah satu sponsor utama piala dunia. September 2001 Yahoo! menandatangani kontrak kerjasama jangka panjangnya dengan FIFA. Dalam kerangka perjanjian itu, Yahoo! bertindak sebagai pengelola portal resmi penyelenggaraan piala dunia. Hasil kerja pertama mereka adalah Piala dunia 2002. Masih berbasis Yahoo!, situs McDonald’s/FIFA juga menangguk untung, dimana sekitar 875.000 pengunjung mendaftar di layanan Sport Game-nya perusahaan burger tersebut.

Lebih dari itu, FIFAworldcup dirancang khusus sehingga dapat diakses dalam 9 bahasa, berisi info 32 kesebelasan peserta meliputi berita terkini, data dan profil pemain, demikian juga data seputar negara peserta. Lalu, info negara penyelenggara seperti kota, stadion, tiket, dll. Setiap pertandingan juga bisa disaksikan secara live berikut dengan komentar, statistik, dan gambar-gambar sepanjang pertandingan 90 menit.

Yahoo! awalnya hanyalah sebuah usaha kecil menengah yang dirintis oleh dua orang anak muda, David Filo dan Jerry Yang pada Januari 1994. Keduanya merupakan mahasiswa Universitas Stanford, Amerika. Hanya setahun, tepatnya 2 Maret 1995 Yahoo! menjadi perusahaan yang berbadan hukum. Kini situs perusahaan yang bermarkas di Sunnyvalle, California itu termasuk katagori portal yang paling banyak dikunjungi terutama para pengguna e-mail.

Zulkarnain Jalil, Jerman, Serambinews 10/08/06

Monday, August 07, 2006

20 Mahasiswa Aceh Lanjutkan Studi di Jerman

20 mahasiswa asal Aceh yang akan melanjutkan studi melalui program beasiswa Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD) tiba di Goettingen Jumat pekan lalu (4/8). Dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Jerman, sebagian besar mahasiswa itu akan melanjutkan program masternya di Goettingen, umumnya di bidang Pertanian dan Kehutanan. Selain itu tiga orang akan menekuni ilmu kedokteran molekuler dan juga bidang matematika. Khusus untuk ilmu kelautan dan perikanan akan ditempatkan di Universitas Bremen.

Sebelumnya di IPB Bogor, para mahasiswa tersebut telah mendapatkan pelatihan meliputi penguasaan bahasa Inggris serta beberapa pengetahuan yang berhubungan dengan bidang studi mereka sejak Januari 2006 silam.

Menurut keterangan Ingrid Howe dari Centre for Tropical-Subtropical Agriculture and Forestry (CeTSAF) Universitas Goettingen, pada tanggal 21 Agustus nanti akan ada penyambutan resmi. Acara itu akan dihadiri antara lain Rektor Universitas Goettingen, wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan negara bagian Niedersachsen, DAAD, dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

Pada saat yang bersamaan juga akan dilakukan penandatanganan naskah kerjasama antara tiga universitas, yakni Universitas Syiah Kuala, IPB Bogor, dan Universitas Goettingen. Masih menurut Howe, Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Abdi A. Wahab bakal hadir dalam acara tersebut.

Program yang melibatkan tiga universitas itu merupakan bagian dari bantuan DAAD dalam upaya membantu mahasiswa di daerah yang tertimpa bencana tsunami. Bantuan meliputi pemberian beasiswa bagi mahasiswa di NAD dan Sumut yang sedang menempuh studi di Indonesia, hibah riset, kursus singkat, serta beasiswa jangka panjang untuk studi di Jerman. DAAD adalah salah satu organisasi perantara terbesar di dunia dalam bidang pendidikan dan penelitian yang membantu pertukaran akademis antara Jerman dan dunia internasional. Khusus untuk Indonesia, setiap tahunnya mereka menyerahkan 400 beasiswa dalam berbagai bidang.

Kota Goettingen sendiri disebut-sebut sebagai kampung Melayu-nya Jerman. Sebab komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia terbesar di Jerman ada di Universitas Goettingen. Konon lagi dengan kedatangan rombongan besar dari Aceh ini.“Kajeut ta peudong saboh meunasah (Sudah bisa kita dirikan sebuah musalla)“, ujar Abdul Manan, mahasiswa program doktor pada Universitas Muenster yang juga dosen di IAIN Arraniry Banda Aceh bergurau.

Zulkarnain Jalil, dari Jerman, Serambinews 08/08/06