Monday, August 07, 2006

20 Mahasiswa Aceh Lanjutkan Studi di Jerman

20 mahasiswa asal Aceh yang akan melanjutkan studi melalui program beasiswa Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD) tiba di Goettingen Jumat pekan lalu (4/8). Dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Jerman, sebagian besar mahasiswa itu akan melanjutkan program masternya di Goettingen, umumnya di bidang Pertanian dan Kehutanan. Selain itu tiga orang akan menekuni ilmu kedokteran molekuler dan juga bidang matematika. Khusus untuk ilmu kelautan dan perikanan akan ditempatkan di Universitas Bremen.

Sebelumnya di IPB Bogor, para mahasiswa tersebut telah mendapatkan pelatihan meliputi penguasaan bahasa Inggris serta beberapa pengetahuan yang berhubungan dengan bidang studi mereka sejak Januari 2006 silam.

Menurut keterangan Ingrid Howe dari Centre for Tropical-Subtropical Agriculture and Forestry (CeTSAF) Universitas Goettingen, pada tanggal 21 Agustus nanti akan ada penyambutan resmi. Acara itu akan dihadiri antara lain Rektor Universitas Goettingen, wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan negara bagian Niedersachsen, DAAD, dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

Pada saat yang bersamaan juga akan dilakukan penandatanganan naskah kerjasama antara tiga universitas, yakni Universitas Syiah Kuala, IPB Bogor, dan Universitas Goettingen. Masih menurut Howe, Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Abdi A. Wahab bakal hadir dalam acara tersebut.

Program yang melibatkan tiga universitas itu merupakan bagian dari bantuan DAAD dalam upaya membantu mahasiswa di daerah yang tertimpa bencana tsunami. Bantuan meliputi pemberian beasiswa bagi mahasiswa di NAD dan Sumut yang sedang menempuh studi di Indonesia, hibah riset, kursus singkat, serta beasiswa jangka panjang untuk studi di Jerman. DAAD adalah salah satu organisasi perantara terbesar di dunia dalam bidang pendidikan dan penelitian yang membantu pertukaran akademis antara Jerman dan dunia internasional. Khusus untuk Indonesia, setiap tahunnya mereka menyerahkan 400 beasiswa dalam berbagai bidang.

Kota Goettingen sendiri disebut-sebut sebagai kampung Melayu-nya Jerman. Sebab komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia terbesar di Jerman ada di Universitas Goettingen. Konon lagi dengan kedatangan rombongan besar dari Aceh ini.“Kajeut ta peudong saboh meunasah (Sudah bisa kita dirikan sebuah musalla)“, ujar Abdul Manan, mahasiswa program doktor pada Universitas Muenster yang juga dosen di IAIN Arraniry Banda Aceh bergurau.

Zulkarnain Jalil, dari Jerman, Serambinews 08/08/06

No comments: