Friday, July 14, 2006

Italia Quattro !

Quattro, Grosso, Italia, Quattro !” (Empat, Grosso, Italia, Empat!), demikian teriakan suporter Skuadra Azzura dalam bahasa Italia sesaat Fabio Grosso melesakkan penalti terakhir untuk kemenangan Italia. Dan, negara Pizza itu pun berhak menambah bintang di kaosnya menjadi empat. Italia quattro!, Ya Italia juara dunia empat kali.

Sekelompok anak-anak muda yang mengaku dari Lecce, melompat-lompat di depan sebuah cafe stasiun kereta api Berlin yang menayangkan live final itu. Sebagian besar suporter Italia memang sejak Minggu pagi datang langsung dari berbagai kota disana. Yang sempat saya pantau umumnya datang dari Napoli, Bari, Lecce, dan beberapa kota lainnya.

Para bonek Italia ini tampaknya tidak punya akomodasi yang memadai. Mereka terlihat tidur seadanya di taman-taman dekat stadion. Sebagiannya lagi masih mencari-cari tiket masuk stadion dengan membawa karton bertuliskan “I need ticket” (saya butuh tiket) –sesuatu yang mustahil diperoleh tentunya.

Namun sebagian pendukung yang tidak punya tiket itu akhirnya berkumpul di arena nobar Brandenburger Tor. Tempat itu kemarin malam juga tetap ramai pengunjung. 500.000 ribu pendukung Italia dan Perancis menyemuti lokasi bersejarah tersebut.

Paginya sebelum meninggalkan Berlin saya coba menyusuri arena itu lagi. Suasana sangat sepi, yang ada hanya tumpukan sampah dimana-mana. Seorang petugas yang berjaga-jaga mengatakan tempat itu ditutup untuk sementara waktu selama dua minggu. Karena tanggal 15 Juli di situ bakal ada parade dan karnaval terbesar se-Jerman.

Kembali ke pertandingan, tadi malam yang spesial sebenarnya adalah Zinedine Zidane. Pasalnya ia menjadikan malam puncak itu sebagai arena perpisahannya dari panggung sepak bola dunia. Namun sayangnya sedikit tercoreng oleh ulahnya yang konyol.

“Oh, Zidane, menit-menit terakhir karirmu !“, teriak seorang warga Jerman di samping saya ketika Zizou “menanduk“ Materazzi. Ulah Zidan sungguh disayangkan. Pasalnya ia telah meraih simpati di dunia sepakbola, kendatipun di final tidak bisa mengantarkan Perancis jadi juara. Sejam setelah pertandingan, salah satu televisi swasta Jerman mengadakan talk show. Gerd Mueller, pemain timnas Jerman 1974 yang jadi salah satu pembicara mengulas apa yang dilakukan Zidane sebagai sesuatu yang tragis. Persis hanya beberapa menit akhir karirnya yang sangat gemilang.

Zidane, warga Perancis keturunan Aljazair itu memang telah mengumumkan bahwa ia akan mengakhiri karirnya setelah piala dunia. Jauh sebelum turnamen dimulai, Zidane mengatakan tujuannya telah sampai ke batas akhir. Buku telah ditutup. Prof. Wolfgang Haerdle, warga Jerman dan peneliti di Humbold University Berlin boleh disebut sebagai salah seorang pengagum Zidane. Haerdle menyebut Zidane sebagai jenius di sepak bola.

Malam final kemarin bisa dibilang Perancis mendapat dukungan tambahan dari warga Jerman. Maklum, orang Jerman lumayan “iri“ dengan Italia yang merebut juara dunia keempatnya di tanah Jerman. Sementara Jerman “baru“ tiga kali. Suporter Jerman sampai ada yang ngomong begini: “Kami tidak mau makan Pizza lagi“. Zulkarnain Jalil, Serambinews (11/07/06)

1 comment:

Anonymous said...

Oman, ka kamntap nyan, kana blog kumpulan tulesan droe.