Dilelang, Barang Bekas Piala Dunia
Anda butuh bendera bekas FIFA atau tempat duduk bekas pelatih dan pemain untuk taman ? Ataupun lampu stadion untuk kamar tidur ? Sekaranglah saatnya bagi para pemburu barang kenang-kenangan. Dari bangku bekas Juergen Klinsmann hingga rumput stadion pun kini mulai dilelang.
"Kami sudah memiliki sekitar 5500 barang inventaris“, ujar jubir FIFA Jens Grittner kepada der Spiegel. “Berapa jumlah totalnya, saya belum bisa sebutkan. Namun setidaknya saat ini ada 3000 kursi bekas wartawan foto, 3300 lampu meja, 1000 printer, 280 mesin fax demikian juga 200 mesin foto kopi. Juga bangku bekas Juergen Klinsmann“, lanjut Grittner.
Adalah Dechow, sebuah rumah lelang yang berpusat di Hamburg mendapat kepercayaan melelang berbagai jenis inventaris original yang ada di di 12 stadion. Beberapa barang yang tertera di situsnya antara lain: tempat duduk pelatih, bendera sepak pojok, tiang gawang, berbagai jenis bendera,plakat, dan spanduk, meja pers, meja IT, papan tulis, lampu, hingga perangkat dekorasi (bunga, lampu hias). Pusat pelelangan akan berlangsung di Hamburg, Koeln, Muenchen, Berlin, Kaiserslautern, dan Frankfurt. “Jadwal pastinya belum jelas lagi. Namun paling lambat awal Agustus sudah bisa dimulai“, ujar direktur Dechow, Jan Broeker seperti dilansir die Welt (11/7).
Lain halnya di Stuttgart, disana pelelangan akan berlangsung hari ini di kawasan Markplatz. “Ada sekitar 600 jenis barang bekas Piala Dunia 2006 yang ditawarkan. Barang-barang ini sudah banyak yang tanya, bahkan sebelum turnamen ini berakhir“, urai Hilke Langer, juru bicara Stuttgart Marketing GmbH. Sedangkan di Koeln, sekitar 1800 bendera bekas akan dilelang pada tanggal 17 dan 18 Juli di gedung Köllner Aussenwerbung GmbH. “Harganya antara 10 hingga 18 Euro“, ujar Simone Winkelhog dari bagian humas.
Rumput Final Dilelang 4000 Euro
Yang menarik adalah rumput bekas pertandingan final di Stadion Olimpia, Berlin. Rumput bekas dipakai babak final tersebut dijual seharga 75 Euro (885 ribu ) per potong. Agar tahan lama disimpan dalam kaca akrilik ukuran 14 x 8 x 5 cm. Juga dijual jenis potongan asli yang masih alami (30 x 20 cm). Total ada sekitar 40.000 hingga 60.000 potong rumput yang akan dijual. Semuanya tentu memiliki sertifikat. Rumput-rumput yang dicabut sejak 11 Juli yang lalu itu diberi perawatan khusus agar tetap dapat tumbuh dan terjaga dengan baik.
”Sebenarnya hal ini tidak lazim, tapi masalahnya FIFA tidak membuat aturan mengenai rumput bekas tersebut. Karenanya kami langsung bicara dengan penanggung jawab stadion mengenai penawaran harga rumput itu“ ujar Manfred Gawlas, juru bicara rumah lelang Quelle seperti disitir Financial Times (11/7). Namun Gawlas menambahkan bahwa rumput tersebut hanya dijual di Jerman saja.“Siapa yang ingin beli, maka harus memakai alamat tinggal di Jerman“, imbuh Gawlas.
Yang paling fenomenal adalah rumput di bekas titik putih penalti. Rumput yang berada di tempat paling dramatis ketika Italia menumbangkan Perancis itu tidak dijual dalam harga standar, melainkan berlabel “edisi khusus” via rumah lelang online eBay. Rumput daerah penalti, tempat dimana Fabio Grosso melesakkan gol kemenangan Italia, dilelang hingga 4000 Euro atau sekitar 47 juta Rupiah ! Sementara itu rumput di sekitar garis gawang dilelang seharga 1590 Euro (sekitar 18,7 juta Rupiah). Memang bagi yang ingin melelang dengan harga tinggi cara terbaik adalah melalui internet.
Lain halnya dengan fans Jerman. Mereka justru lebih tertarik dengan rumput di stadion Stuttgart, sebab disanalah timnasnya merebut peringkat ketiga.
Lebih lanjut Detlef Reichenbacher, kepala bagian teknik Stadion Olimpia Berlin menjelaskan bahwa tiang gawang dan bangku duduk para pemain tetap berada di sana. Adapun bendera sepak pojok masuk ke museum DFB (PSSI-nya Jerman), hanya rumput stadion saja ditangani oleh Quelle.
Namun sejauh ini belum ada yang menanyakan potongan rumput di tempat Zidane menandukkan kepalanya ke dada Materazzi yang menimbulkan polemik hingga hari ini. Mungkin lebih mahal lagi ya?
Zulkarnain Jalil, dari Jerman, Serambinews
No comments:
Post a Comment