Catatan dari Hari Mesjid se-Jerman:
Tak Sebatas Kagum, tapi ada yang Ikut Shalat
RASA ingin tahu apa itu Islam menyeruak pada saat berlangsungnya acara Tag der Offenen Moschee (TOM) atau hari masjid se-Jerman, Selasa 3 Oktober 2006 bertepatan dengan hari ke-10 Ramadhan 1427 H.
“Pertanyaan yang banyak muncul berkenaan dengan konflik kekinian seputar masalah terorisme, lalu tentang wanita dalam Islam, jilbab, dan puasa Ramadhan” ujar Mounir Azzaoui, koordinator acara TOM 2006 di markas Zentralrat der Muslime (ZDM), Koln. Azzaoui yang juga jurubicara ZDM menyatakan ada sekitar 800 masjid di beberapa kota di Jerman membuka pintunya bagi para pengunjung, terutama warga Jerman.
Seperti dilaporkan televisi berita Jerman N-TV, Selasa (3/10), sedikitnya 90.000 pengunjung hadir dalam acara yang bertepatan dengan hari libur di seluruh Jerman itu. Kebanyakan para pengunjung baru pertama kali melihat masjid. Umumnya ingin memperoleh info berkenaan kehidupan keseharian seorang muslim.
“Kalau bukan karena kasus teror 11 September 2001 di Amerika, mungkin kami tidak pernah tahu apa itu Islam dan masjid,” ujar Jürgen Kallmann yang datang bersama istrinya mengunjungi Masjid Ayasofya Moschee, di Neuss-Norf, Duesseldorf. Pasangan usia lanjut ini mengaku pertama kali mengikuti acara ini tahun 2001. Sejak saat itulah muncul rasa ingin tahu mereka tentang Islam.
Para pengunjung juga mengagumi arsitektur di beberapa masjid yang tergolong besar. Seperti di Masjid Sehitlik, Berlin yang berasitektur ala Turki. Mereka berkeliling hingga ke atas kubah masjid. Di Masjid Merkez Berlin, Peter Becker -seorang pengunjung- sangat terkesan dengan suasananya. “Seperti sebuah keluarga besar saja”, ujar Becker menyiratkan rasa kagum. Yang menarik adalah di Kota Koln, di sana malah ada pengunjung yang menonton dan bahkan ikutan shalat.
“Islam adalah agama damai, membunuh hal dilarang dalam Islam,” ujar salah seorang pengurus Masjid Sehitlik menanggapi pertanyaan tentang terorisme dan Islam. “Kami bukan penyokong al-Qaida, dan Islam bukan pembawa bencana serta tidak identik dengan peperangan,” urai Talat Kamran di hadapan pengunjung yang menjenguk Masjid Yavuz Sultan Selim, Mannheim.
TOM 2006 merupakan penyelenggaraan yang kesepuluh sejak dilaksanakan pertama sekali tahun 1997. TOM tahun ini terasa lebih berkesan, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Banyak masjid juga ikut mengundang warga Jerman untuk buka bersama.
Di Jerman saat ini umat Islam mencapai 3,5 juta jiwa, atau terbesar kedua setelah Kristen. Sedangkan jumlah masjid di seluruh Jerman menurut data terbaru mencapai 2.300 masjid. Masjid terbesar adalah Yavuz Sultan Selim di Kota Mannheim yang mampu menampung hingga 2.000 jamaah. Di Duisburg dan Koln saat ini sedang dalam tahap perencanaan pembangunan masjid yang mampu menampung 1.200 jamaah. Adapun masjid tertua terdapat di Wilmersdorf, Berlin yang dibangun tahun 1924. (zulkarnain jalil, kontributor Serambi di Jerman). Serambinews (6/10)
No comments:
Post a Comment