Buka Bersama di Jerman; Es gefält mir sehr
Buka bersama adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh umat Islam dimana saja berada. Bagi kita di tanah air, pemandangan ini bisa terlihat baik di mesjid, perkantoran, hotel maupun di warung kopi. Ditambah lagi bunyi sirene dan bedug, komplit sudah ciri khas Ramadhan.
Bagi yang tinggal di luar negeri, buka bersama juga menjadi ajang silaturahmi sesama warga muslim di perantauan. Yang lebih menarik adalah kala warga asli yang nota bene non muslim ikut buka bareng.
“Es gefält mir sehr (Saya benar-benar terkesan),” ujar Andrea sembari menyantap makanan yang disuguhkan dalam acara buka bersama masyarakat Indonesia di Dresden, sebuah kota indah di pinggiran Jerman Timur.
Andrea dan anaknya Maya adalah warga asli Dresden yang sore itu ingin melihat langsung acara buka bersama. Beruntungnya, saat itu juga hadir Hakim, warga asli Jerman yang sudah tiga tahun memeluk Islam. Terjadilah dialog menarik berkenaan puasa dan Islam Sabtu kemarin (30/9). Saking terkesannya, mereka berdua mengaku ingin mempelajari lebih jauh lagi tentang Islam.
Istilah Ramadhan boleh jadi sudah dikenal oleh warga Jerman. Namun bahwa selama Ramadhan tidak diperkenankan makan dan minum, tidak semuanya tahu. Ediansjah, mahasiswa program doktor di TU-Dresden, suatu hari menolak makanan yang ditawarkan rekannya di kampus seraya mengatakan ia sedang berpuasa. Si teman tampaknya bisa mengerti. Sejurus kemudian si teman menawarkan minuman. Nah kali ia benar-benar terkejut. “Oo, jadi minum juga tidak boleh ya,” ujar sang teman manggut-manggut merasa takjub. Demikianlah yang umum terjadi di Jerman. Minum atau pun merokok mereka kira masih diperkenankan selama Ramadhan.
“Awalnya Ramadan bagi saya juga berat. Kalau ndak makan ok lah. Tapi ndak boleh minum dan merokok ?. Wah, berat juga ya,” tukas Hakim sambil tertawa geer mengenang Ramadhan pertamanya 2003 silam.
Tampaknya Ramadan cukup efektif sebagai sarana mengenalkan Islam bagi warga asli setempat. Sebab itu pula kabarnya Zentralrat der Muslime in Deutschland (ZMD) sebagai wakil organisasi masyarakat Islam di Jerman bermaksud mengadakan buka bersama se-Jerman pada tanggal 3 Oktober mendatang. Warga Jerman non muslim turut diundang mengikuti acara yang rencananya bakal digelar di mesjid-mesjid yang ada di seluruh pelosok Jerman. Menarik untuk ditunggu. (Zulkarnain Jalil, Jerman, Serambi Indonesia 2/10).
No comments:
Post a Comment