Antena Wajanbolic, alternatif bagi yang berkantong cekak
Ruangan Labschool Unsyiah 25 Agustus lalu benar-benar meriah. Suara tawa cekikikan terdengar jelas di salah satu ruangan sekolah favorit itu. Beberapa anak muda terlihat menenteng wajan penggoreng.
Begitulah, terobsesi dengan akses internet murah wajan pun jadi antena alternatif. Stefen Yauwanta, salah seorang pemateri yang datang secara khusus dari
“Saya bukan pencetus antena wajan ini. Pencetusnya adalah Mas Goen. Namun saya termasuk orang yang pertama mengikuti workshop yang diadakan pertamakali di Karawaci, Bekasi” ujar Stefen kepada saat ditanya latar belakang munculnya ide antena wajan bolic itu.
Sehabis mengikuti seminar tersebut Stefen lalu mencoba di rumahnya kendati ia sudah puanya jaringan internet. Hasilnya menakjubkan. Ia dan sebagian warga di komplek perumahannya bisa menikmati internet secara gratis dengan akses yang lumayan cepat.
”Saya memberi nama SSID-nya JJ NET. Pelan tapi pasti keinginan warga untuk menikmati internet terus bertambah. Mungkin disinilah awal RTRW-net pertama yg dimulai dengan WB dan antena kaleng yang masih ada hingga saat ini,” tutur Stefen seperti disitir dari situs Komunitas Atjeh Joomla!, panitia penyelenggara pelatihan tersebut.
Awalnya rangkaian antena WB itu belumlah sesempurna seperti sekarang. Dengan bermodal ilmu yang diperolehnya dari workshop, Stefen memoles WB tersebut dengan lebih baik. Seperti pengakuannya di Joomla!, bagian antena yang sebelumnya ada kuping, dipotong dan disemprot serta di beri logo Hiperling. Demikian pula dengan kabelnya yang terlihat kurang rapi ia bungkus dengan shrink kit. Hingga tampak lebih rapi.
“Setahun berlalu ada beberapa orang yang ingin mencoba dan memesannya dari saya, Saya mulai merakit dan mengirimkannya ke beberapa daerah pelosok. Dengan berjalannya waktu, penggunaan RTRW-Net ini makin marak. Kini sudah ada beberapa RTRW-Net yang menggunakan WB ini,” imbuh Stefen lagi.
Ahmad Fitri Annahar SE., MLIS, Ketua Aceh Information Technology Development (AITD) yang merupakan mitra kerja Komunitas Atjeh Joomla!, menyebut bahwa bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah antena WB ini murah dan mudah diperoleh (Baca: Sekilas wajan bolic). Bahkan pihaknya berencana untuk membentuk komunitas yang diberinama sedikit berbau Aceh, yakni Beulangong Bolic.
Workshop antena wireless yang seperti ini seperti diakui Ahmad Fitri adalah yang pertama dilaksanakan di Aceh. “Dengan adanya workshop ini diharapkan nantinya akan dapat memperbesar jaringan Internet hingga ke rumah-rumah penduduk dengan menggunakan jaringan RT/RW Net. Diharapkan juga nantinya minat warga untuk menikmati internet akan terus bertambah,” ungkap pemuda yang meraih gelar master IT-nya di Malaysia.
“Sangat berkesan, ilmunya bermanfaat sekali. Saya berencana untuk mempromosikan antena ini nantinya di kampung,” tukas Mufizar, salah seorang peserta dari Sabang.
Sekilas wajan bolic
Antena wireless wajan bolic adalah sebuah peralatan komunikasi internet di sisi Client (CPE = Customer Premises Equipment) yang murah meriah. Perangkat antena wireless ini sangat sederhana dengan hanya menggunakan peralatan yang mudah diperoleh dilingkungan sehari-hari, yaitu berupa sebuah wajan sebagai penguat input output signal wireless.
Antena wireless unik ini berjalan di frekwensi 2.4 Ghz. Dalam penggunannya Antenna wajan bolic ini harus diarahkan ke Access Point (AP) penyelengara jasa koneksi internet. Biasanya penyelengara jasa koneksi internet yang menggunakan alat ini adalah RTRWNet (Wireless Internet di lingkungan RT/RW sekitar tempat tinggal Anda). Namun demikian, tidak mustahil jika digunakan untuk memperluas jaringan HOTSPOT di kampus, NGO, sekolah, bandara, dan lain-lain.
Keunggulan dari WB ini adalah selain hemat untuk biaya antenanya, tapi juga tidak pernah rusak karena petir, seperti halnya antena dengan menggunakan radio yang lebih beresiko besar hangus terbakar disambar petir. Namun –seperti diakui Stefen- kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan kabel, dimana kabelnya paling panjang hanya bisa 20m–25m, dan sangat stabil di 15m. Hingga saat ini antena WB telah berjalan kurang lebih 2 tahun, peminatnya semakin bertambah.
Peralatan yang dibutuhkan:
- 1 buah gergaji paralon.
- Solder dan timah.
- Palu (untuk melubangi kaleng).
- Tang dan obeng Min (untuk melubangi kaleng, untuk USB wireless)
Bahan yang dibutuhkan :
- Wajan berdiameter 45 cm, lubangi tepat di bagian tengahnya.
- 2 sambungan peralon.
- 1.5 m pipa paralon kecil, di utamakan yang kuat.
- Lem besi Power Glue (untuk kekuatan penyambungan pipa paralon).
- 2 buah baut ukuran 12 (paling besar) lengkap dengan murnya.
- USB Wireless + kabel USB untuk percobaan.
- 1 buah kaleng Fox/kaleng susu.
- 2 buah pengait baja, sebagai pegangan kaki antena.
Begitulah, keterbatasan bukanlah halangan untuk maju. Justru keterbatasan membuat orang makin kreatif. So, tunggu apa lagi, coba yuk! (Zulkarnain Jalil)
1 comment:
mantap
inovasi yang hemat untuk tujuan yg hemat juga
hidup hemat :)
Post a Comment