Muslim Pertama di Kabinet Belanda
Muslim Belanda kini patut bergembira selepas terpilihnya dua wakil mereka di Pemerintahan Belanda. Kedua orang itu, Ahmed Aboutaleb dan Nebahat Albayrak, Kamis lalu (22/2) menjadi muslim pertama yang duduk di kabinet Belanda.
Seperti dilansir Islamonline, Ahmed Aboutaleb yang kelahiran Maroko dan Nebahat Albayrak asal Turki akan diambil sumpahnya sebagai menteri muda dalam kabinet baru yang dibentuk Perdana Menteri Jan Peter Balkenende. Aboutaleb akan duduk sebagai deputi Menteri Muda Urusan Sosial dan Albayrak sebagai deputi Menteri Hukum.
”Inilah era Eropa baru, dan Belanda akan jadi contohnya,” ujar Sadik Harchaoui, kepala Institut Nasional untuk Pengembangan Multikultur.
”Baru kali ini warga berlatar imigran (baca: Muslim) dapat mengambil peran di pemerintahan,”imbuh Harchaoui. Namun pria berdarah Maroko itu juga mengakui bahwa integrasi Muslim di Belanda masih butuh waktu lama.
“Saya kira 15 hingga 20 tahun lagi baru normal,” tukasnya.
Nebahat Albayrak (38) datang ke Belanda kala berusia 18 bulan bersama 6 saudaranya yang lain. Wanita Turki ini telah aktif di Partai Buruh sejak masih menjadi mahasiswa Hukum Internasional di sebuah universitas di Belanda. Tahun 1998 ia terpilih untuk duduk di Parlemen Belanda.
Sedangkan Ahmed Aboutaleb (45) meninggalkan Maroko ketika berusia 15 tahun. Aboutaleb lalu belajar Telekomunikasi dan selanjutnya bekerja sebagai pembaca berita. Ia sempat mendapat perlakuan kurang menyenangkan di tempat kerjanya saat terbunuhnya tokoh perfilman Theo van Gogh.
Sejak serangan teror 11 September di New York, lalu ledakan bom di London dan Madrid, banyak Muslim jadi target pihak keamanan, dicurigai serta diperlakukan secara tidak adil. Namun demikian, hal itu tidaklah menjadi halangan bagi imigran Muslim untuk tetap eksis di negara-negara Barat serta menunjukkan partisipasi yang tinggi dalam kancah perpolitikan. (Zulkarnain Jalil)
No comments:
Post a Comment