Umat Islam Denmark Jenguk Pasien di Hari Raya
Menurut situs Islamonline (13/10) yang melansir berita tersebut, mereka tak lupa menyelipkan sekuntum bunga berisi pesan:”Umat Islam peduli dengan semua warga
"Kami sengaja membuat program yang tidak lazim ini. Di hari lebaran, banyak relawan muslim menjenguk pasien di rumah sakit," ujar Mohamed Fouad Al-Barazi, Ketua Liga Muslim Denmark.
"Misi kami adalah memberikan mereka secuil rasa bahagia serta membuat mereka tersenyum kembali. Yang kami kunjungi bukan hanya pasien muslim, non muslim pun kami sambangi,” imbuh Al-Barazi.
Barazi mengatakan bahwa upaya itu sangat membantu dalam merubah imej buruk tentang Islam di Denmark dan Eropa umumnya. "Hal itu telah meninggalkan kesan yang sangat impresif,” ujarnya lagi, seraya menambahkan bahwa perilaku atau akhlak mulia adalah salah satu kunci terbaik dalam memperkenalkan Islam. "Kebanyakan warga
Idul Fitri di Denmark jatuh pada hari Jumat (12/10). Selepas shalat ‘Id seperti biasanya ada acara perayaan, apakah itu berupa acara pentas seni budaya, permainan, pemutaran film, dan lainnya lagi. Saling berkunjung ke rumah orang tua dan karib kerabat adalah hal biasa dilakukan dan telah mentradisi. Secara tradisional, semua orang mengenakan baju baru, khususnya anak-anak akan mendapat aneka hadiah baik dari orang tua maupun saudara. Inilah kebiasaaan unik yang membedakan perayaan lebaran di Tanah Air.
Tradisi memberikan bingkisan bagi anak di hari lebaran menjadi sangat penting terutama bagi yang tinggal di kalangan minoritas muslim. Sebab kebiasaannya, anak-anak selalu menerima hadiah di sekolah di saat perayaan
Barazi mengatakan sejak pagi-pagi sekali jamaah telah datang dalam rombongan-rombongan besar.”Mereka datang bersama seluruh anggota keluarga. Selepas shalat kebanyakan anak-anak mencari kehangatan dalam pelukan orangtuanya. Anak-anak juga diberikan hadiah dan oleh-oleh setelah acara shalat Ied usai,” tutur Barazi.
Sumbangan dana
Umat Islam di Denmark tak mau ketinggalan dengan memanfaatkan momen Idul Fitri sebagai ajang untuk mengumpulkan dana bagi umat Islam di seluruh dunia. "Hampir dapat dipastikan sebagian besar umat Islam di sini mendapatkan penghidupan yang layak. Karena itu zakat fitrah yang berhasil kami kumpulkan digunakan untuk membantu umat Islam di belahan dunia yang lain yang lebih menderita dan membutuhkan uluran tangan saudara-saudara mereka yang berkelebihan secara materi," ungkap Barazi.
"Saban tahun kami bisa mengumpulkan zakat fitrah hingga 70 ribu US Dollar (sekitar 630 juta). Dana yang terkumpul itu kami transfer kepada fakir miskin, yatim piatu, hingga para janda papa yang ada di berbagai tempat, terutama di negara-negara mayoritas muslim," lanjut Barazi. Misalnya saja tahun 2006 lalu umat Islam di Denmark mengirim bantuan sebesar 21 ribu US Dollar guna membantu warga miskin di Iraq.
Begitupun, para pimpinan organisasi Islam di Denmark menyarankan agar bantuan mencapai sasaran, ada baiknya bantuan diberikan melalui organisasi kemanusiaan yang dapat dipercaya. Hal tersebut semata-mata untuk menghindari penyelewengan.
"Kami mohon agar setiap organisasi kemasyarakatan dapat membuktikan bahwa mereka punya izin dari pemerintah setempat. Sehingga kami dengan sendirinya yakin dana bantuan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi," tegas Barazi.
Di Denmark saat ini bermukim sedikitnya 200.000 minoritas muslim. Jumlah ini sekitar 3 persen dari total populasi penduduk sejumlah 5.4 juta jiwa. Islam di negeri yang terkenal dengan dongeng penuh legenda H.C. Andersen itu merupakan agama terbesar kedua setelah Protestan.
Masih menurut Alsofwah,
Banyak pengamat menyebut bahwa pasca krisis kartun pelecehan Nabi Muhammad, Islam mulai mendapat perhatian masyarakat
Catatan Danish Broadcast Corporation News (DBC), saat ini sedikitnya ada 5000 warga asli
Muslim di Denmark secara umum bisa dikategorikan ke dalam tiga kelompok utama. Yakni pekerja asing, pencari suaka politik, dan mereka yang menikah dengan penduduk tempatan. Patut dicatat, warga muslim dari golongan pencari suaka politik menduduki peringkat pertama yang mencapai 40 persen dari total umat di
No comments:
Post a Comment