Muslim
Bagi yang pernah merantau tentu pernah merasakan bagaimana tersiksanya perasaan kala pisah dengan orang tua, sanak keluarga dan orang-orang yang dicintai. Jauh di rantau tentu saja bikin yang namanya rindu kampung halaman atau homesick membuncah, konon lagi pas puasa Ramadhan.
Namun “penyakit” itu tak perlu dipendam lama-lama. Banyak media bisa diciptakan guna mengurangi rasa rindu. Seperti yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di-Jerman atau Forkom. Sabtu lalu (8/9) mereka kumpul-kumpul sesama muslim
Hajat besar itu biasa diadakan setiap tahun oleh Forkom. Kebetulan tahun 2007 ini bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Tahun ini
Darmstadt, kota berpenduduk 140.203 jiwa dan tempat industri kimia E-Merck bermarkas, Sabtu kemarin dibanjiri lebih dari 200-an warga muslim Indonesia dari berbagai kota seperti Berlin, Hamburg, Muenchen, Aachen, Hannover, Goettingen, Kassel, Nuermberg dan kota-kota lainnya. Pada Salam tahun ini IKID (Ikatan Keluarga Islam Darmstadt), yang secara mandiri melaksanakan kegiatan tahunan Forkom tersebut, mengusung tema “Kembali kepada Islam”. Seperti dilansir situs resmi Salamdarmstadt, selain forum silaturrahmi juga diisi dengan ceramah agama.
Sebuah Talk Show bertema “Kembali kepada Islam” barangkali adalah acara yang paling mengesankan. Betapa tidak, dalam forum itu dihadirkan muallaf Jerman yang menceritakan ihwal ketertarikannya dengan Islam. Misalnya ada Daniel Ibrahim Gremer dari IIS
Nah bagi yang kangen makanan khas tanah air peserta bisa menikmati berbagai panganan yang disajikan pada Tour Jajanan Khas Nusantara di arena bazaar. Menurut informasi, Salam tahun ini panitia memang tidak menyediakan komsumsi secara langsung. Artinya setiap peserta dipersilahkan jika ingin membawa makan sendiri. Namun panitia menyediakan bazaar makanan. Dengan bazaar ini para peserta Salam dapat memilih jenis makanan yang disukainya. Tentu saja dijual dengan harga yang terjangkau oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa.
Jenis makanan pun beragam. Untuk sarapan panitia menyediakan: lumpia, donat, lalu ada bubur sumsum, bolu, aneka gorengan seperti bakwan dan risoles. Nah makan siangnya tersedia Pempek Palembang, Siomay dan Batagor Bandung, Batagor Riri, Batagor Kingsley, hingga Comro (sejenis oncom). Tidak ketinggalan, minuman khas
Menariknya lagi, panitia juga menyediakan arena khusus bagi anak-anak. Jadi bagi yang bawa anak pun bisa mengikuti berbagai acara Salam dengan tenang. Pasalnya, panitia ternyata juga sudah mempersiapkan program khusus untuk anak-anak. Banyak sekali jenis permainan yang ditawarkan Sehingga para bocah bisa saling bersenda gurau dengan sesamanya. Bosan dengan permainan bisa juga ikutan nyanyi dengan tembang-tembang menarik yang disenandungkan bersama-sama. Yang senang melukis bisa mengikuti lomba menggambar. Bisa dikatakan Salam kemarin memang arena berbagi kegembiraan segala usia, dari anak-anak hingga orang tua.
Forkom sendiri boleh disebut sebagai satu-satunya organisasi yang mempersatukan berbagai kalangan muslim Indonesia di Jerman. Tak pandang dari kalangan dan kelompok mana berasal. Forkom didirikan di Karlsruhe tahun 1994 silam atas prakarsa beberapa mahasiswa muslim Indonesia yang sebagian besar merupakan penerima beasiswa DAAD dari Pemerintah Jerman.
Forkom merupakan forum komunikasi lintas pengajian muslim
Forkom yang tergabung dalam ISF (Indonesian Solidarity Foundation) juga ikut serta dalam upaya recovery Aceh pada saat musibah tsunami melanda dengan menggalang dana bantuan bagi korban yang diadakan baik di kampus, mesjid hingga di jalanan dengan cara mengamen serta berbagai jenis kegiatan sosial lainnya.
Begitulah, andil muslim pendatang –salah satunya Indonesia- sangat kentara bagi perkembangan Islam di negeri Panser. Sebagai catatan, dari sekitar 3,5 juta pemeluk Islam di Jerman adalah para imigran. Dan sekitar 300 ribu pemeluk Islam berkewarganegaraan Jerman. Diperkirakan hampir setiap saat ada warga Jerman yang memeluk Islam. (zulkarnain jalil)
No comments:
Post a Comment