Saturday, January 05, 2008

Pengalaman jamaah haji Rumania

Muallaf Rumania mereguk kenikmatan dalam Islam selepas pencarian spiritual yang panjang di tanah suci Mekkah. Beberapa dari mereka mengaku mendapatkan kedamaian hati yang tiada tara selepas melaksanakan ibadah haji.

“Bagi saya, haji adalah pengalaman rohani terindah yang pernah saya rasakan dalam hidup. Saya bersyukur bisa kesana. Nikmat sekali mendengarkan bacaan ayat-ayat suci AlQuran di Mekkah,” ujar Istan Liliana yang masuk Islam pertengahan 2005 silam seperti dikutip islamonline.

“Saya memang telah lama menunggu kesempatan untuk bisa ziarah ke tanah suci guna mendapatkan kedamaian hati dan pikiran,” ujar muallaf yang tinggal di kota Costanta, sebuah kota keresidenan di Tenggara Rumania, tempat mayoritas muslim di Rumania (sekitar 85 persen) bermukim.

“Kebahagiaan yang saya peroleh ini bisa sebagai kompensasi untuk beberapa kesukaran yang saya alami selepas memeluk Islam,” tutur muslimah yang menghadapi banyak tantangan, baik dari keluarga maupun masyarakat selepas memeluk Islam. Misalnya, ia kehilangan pekerjaannya persis selepas mengenakan jilbab. Lalu diacuhkan oleh keluarga dan teman-temannya karena perubahan keyakinannya itu. Akan tetapi ia tetap tegar menghadapinya seraya berdoa keluarga dan para sahabatnya mendapatkan hidayah satu ketika nanti.

Liliana tahun 2006 lalu berangkat bersama 320 jamaah haji lainnya yang didominasi oleh kaum muda. Menurut catatan, jamaah haji Rumania 2006 silam merupakan yang terbesar, terutama setelah bubarnya komunis di sana 1989. Haji tahun 2005 diikuti oleh 180 jamaah.

Mimpi yang jadi kenyataan

Mihaj Brescaro, salah seorang muallaf lainnya, melihat ibadah haji merupakan amalan yang sangat utama, terutama baginya yang baru menemukan kehidupan baru dalam Islam.

“Layaknya mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Brescaro. Pemuda berusia 22 tahun itu masuk Islam tahun 2004 silam setuju dengan pernyataan Liliana bahwa haji merupakan ibadah yang sangat mengesankan. Brescaro, yang pertamakali mengenal Islam saat jadi mahasiswa di sebuah universitas di Belgia, juga mengaku kala itu sangat menunggu-nunggu kesempatan ke Mekkah guna menunaikan Rukun Islam kelima.

Sejumlah jamaah haji Rumania yang berangkat tahun lalu adalah pemenang lomba kuis tahunan yang diselenggarakan oleh yayasan Tiba International. Yayasan Tiba International merupakan salah satu organisasi nirlaba milik imigran muslim yang bermarkas di kota Constanta.

Ada 20 pemuda yang mendapatkan hadiah haji tahun lalu,” ujar Kareem Anjin, penanggungjawab yayasan tersebut. Kareem juga menyebutkan isi pertanyaan kuis adalah seputar haji dan shalat. Pertanyaannya merujuk pada referensi empat buah buku tentang dasar-dasar Islam yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rumania.

"Dari 20 pemenang 10 diantaranya memenangkan paket hadiah yang ditawarkan oleh kerajaan Arab Saudi," imbuh Kareem. Dikatakannya, subsidi atau hadiah haji tahun kemarin adalah yang pertamakali diadakan bagi umat Islam di negeri yang dulu menganut paham komunis itu.

"Adapun untuk perjalanan haji regular, biayanya 1700 Euro (sekitar 23 jura Rupiah-red) per jiwa," ungkap Kareem. Ditambahkan, yayasannya juga mencetak lebih dari 1000 eksemplar buletin berisi penjelasan tentang sejarah, tatacara dan kumpulan doa haji. Buletin setebal 48 halaman dan ditulis dalam bahasa Rumania itu tidak saja diperuntukkan bagi jamaah haji, namun juga dibagikan ke seluruh mesjid yang ada di Rumania. Bahkan, masih menurut Kareem Anjin, yayasannya juga menawarkan kuliah agama seputar haji serta menyelenggarakan manasik haji.

Tiba International memang sudah sangat dikenal di Rumania. Tahun 2005 silam, misalnya, mereka sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional Islam yang berhasil mempertemukan pemuka-pemuka Muslim dari 40 negara se-Eropa. Mereka juga menerjemahkan banyak buku-buku Islam ke dalam bahasa Rumania. Baru-baru ini bahkan sukses menerbitkan sebuah majalah bagi umat Islam di sana, yakni Islam Today.

Jika lomba kuis diperuntukkan terutama bagi kawula muda maka bagi kaum tua yayasan menyelenggarakan musabaqah hafiz Quran.

"Ada seorang muslimah berusia 60 tahun yang menang musabaqah hafal Al-Quran tahun lalu dan mendapat hadiah haji," tutur Kareem menambahkan. Menariknya, bagi yang tidak menang lomba namun memiliki minat untuk berhaji, mereka membantu dengan memberikan potongan biaya haji. Potongan itu, tentu saja, diperuntukkan hanya bagi muslim yang menghadapi kendala keuangan.

Sedikitnya saat ini ada 70 ribu umat Islam bermukim di Rumania. Kebanyakan dari mereka berasal dari Turki dan Albania. Jumlah itu berarti 2 persen dari total penduduknya yang berjumlah 22 juta jiwa. Jumlah mesjid ada sekitar 80 buah.

Islam di Rumania sebenarnya telah dikenal sejak lama. Catatan Wikipedia, tradisi Islam telah ada sejak 700 tahun silam yang masuk melalui kawasan Dobruja, berdekatan dengan Laut Hitam. Daerah itu dulunya adalah bekas kekuasaan Khalifah Usmaniyah yang berkuasa selama lebih dari lima abad (1420-1878). Kini cahaya yang telah lama redup itu datang kembali. (zulkarnain jalil)

No comments: