Ada yang tanya kabar Persiraja
“Bagaimana kabarnya Persiraja?,“ tanya Irwan, salah seorang warga Indonesia yang tinggal di Wina, ketika tahu saya berasal dari Aceh. Kaget juga ditanya begitu. Rupanya penggemar Persiraja juga ada di Austria. Bukan main. Saya cuma cengar cengir saja ditanya begitu he he.
Ceritanya, menjelang pertandingan final, Minggu kemarin masyarakat Indonesia di Austria mengadakan acara silaturahmi yang diselipi pertandingan sepakbola persahabatan antara Indonesia lawan Korsel. Acara itu sendiri merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaan 17 Agustus 2008. Pertandingan berakhir 5-6 untuk kemenangan Korsel. Menariknya, tim Indonesia turut diperkuat oleh pemain nasional yakni Bambang Pamungkas. Bambang hadir ke Wina menyaksikan final Piala Eropa 2008 yang disponsori oleh Sampoerna.
Spontan Bambang dikerubuti banyak penggemarnya. Jadilah ajang foto bersama tak terelakkan. Bambang tak banyak memberikan komentar ketika saya tanya isu perekrutannya oleh Derby County, salah satu klub Liga Inggris. “Tidak jadi,“ kata dia singkat. Tampakya masih kelelahan, selepas perjalanan panjang dari Indonesia.
Acara turut dihadiri oleh Dubes RI di Austria dan Slovenia, Triyono Wibowo, dan berlangsung meriah. Ada hal menarik yang diungkapkan oleh Dubes Triyono, bahwa di Aceh ternyata juga ada kampung Austria. “Betul sekali, di Aceh tahun 2006 silam telah diresmikan satu perkampungan yang diberi nama Kaernten Dorf (Kampung Kaernten –red). Kampung Ini merupakan bantuan masyarakat kota Kaernten, Austria. masih dalam rangkaian bantuan tsunami juga. Bahkan pada saat peresmian tahun 2006 lalu, sang Gubernurnya turut hadir,“ ungkap Triyono yang mengunjungi Aceh persis sepekan seteah dilanda tsunami. Kaernten sendiri adalah ibukota Distrik Klagenfurt, tempat dimana timnas Jerman pernah bermarkas.
Triyono juga mengirim salam kepada masyarakat seraya berpesan agar ke depan generasi muda Aceh lebih aktif dalam upaya pembangunan daerah. “Terutama bagi yang di luar negeri, setelah selesai segera kembali membangun daerah,“ kata pria asal Surabaya yang juga pernah bertugas di Amerika Serikat itu lagi.
Di ajang itu pula saya bisa berjumpa kembali dengan sahabat lama, Syafruddin ZA Ghandhy setelah 20 tahun tak pernah ketemu lagi. Tahu-tahu ketemu di Austria. “Dunia memang kecil,“ kata pria asal Sawang, Aceh Selatan itu. Syafruddin saat ini sedang mengambil program doktor ilmu pertanian di sana. Pria ramah itu ternyata sangat dikenal oleh warga Indonesia di Wina. "Yaa, mungkin karena dia sering jadi MC di KBRI," tukas Pak Dubes Triyono sembari tersenyum.
Fans Jerman dan Spanyol serbu Wina
Sementara itu fans yang datang dari dua negara, Jerman dan Spanyol, akur-akur saja. tak terlihat saling adu mulut, atau aktifitas menjurus anarkis lainnya.
Terutama fans dari negeri matador, tampak menyolok di terminal kedatangan bandara Wina sekitar jam 11.15. Mereka tampil lengkap dengan kaos, syal, topi dan bendera, semuanya serba merah. "Inilah hari terbesar dalam hidup saya, " kata salah seorang fans Spanyol asal Madrid. "Sekarang kami mau ke kota, mau bikin perayaan di sana. Pokoknya kami bakal buat pesta semalam suntuk," timpal seorang fans Spanyol lainnya.
"Ole, ole, ole," teriak sekitar 100 anak muda Spanyol itu lagi. Tingkah polah para fans itu spontan menarik perhatian puluhan jurnalis yang memang nongkrong disana sejak Sabtu.
Sedangkan fans Jerman lebih banyak menempuh jalan darat. Menggunakan kenderaan pribadi atau bus. Bahkan kabarnya pihak jawatan kereta api Jerman telah menambah volume pemberangkatan ke Wina. Karena banyaknya warga Jerman yang hendak menyaksikan tim kesayangannya bermain.
Kebanyakan dari mereka tidak memiliki tiket nonton langsung. "Kami nonton di Fan Zone aja ntar," kata seorang pemuda asal Berlin. Fans Jerman bahkan ada yang datang langsung dari Kanada. "Saya lahir dan besar di Kanada. Kesini khusus untuk dukung Jerman," ujar Marko yang datang dari Kanada bersama istrinya.
Sampai laporan ini saya tulis, hasil pertandingan belum diketahui lagi. Namun poling banyak mengunggulkan tim Spanyol sebagai jawara Euro 2008 kali ini. Poling itu merujuk hasil positif yang telah mereka raih secara sempurna di babak-babak sebelumnya.
No comments:
Post a Comment