Thursday, July 03, 2008

Viva Espana!

Selepas wasit meniup peluit panjang, Wiener Ringstrase kota Wina malam kemarin berada di tangan fans Spanyol. Di kawasan itulah mereka meluapkan kegembiraannya. Tak pelak Fan Zone terbesar di Wina itu mendadak hingar bingar dengan suara terompet, raungan klakson, suara petasan, yel-yel Viva Espana (Jayalah Spanyol) dan Campione ole begitu membahana. Mereka juga meneriakkan nama Torres berkali-kali.

Ribuan polisi terus bersiaga. Namun suasana sangat terkendali. Bahkan ada fans yang terlihat foto bersama para polisi. Polisi pun dengan penuh simpatik menuruti ajakan itu. Tumben ada yang mau foto bareng, mungkin begitu kata polisi.

Sebaliknya suporter Jerman langsung beringsut dari arena dengan wajah kuyu. Beberapa diantaranya terlihat ada yang menangis. Bendera tergeletak begitu saja. Bahkan ada diantaranya telah beranjak keluar sebelum petandingan berakhir. Suara yel-yel "Deutschland, Deutschland" (Jerman, Jerman) yang sebelumnya begitu mewarnai lapangan nobar, langsung hilang. Pesta tak jadi digelar. Syukurnya tak ada tindak kekerasan yang menjurus anarkis.

Fans Spanyol spontan melakukan pawai keliling kota dan merayakan dengan penuh emosional hingga menjelang pagi. "Kami yang terbaik dan kini kami siap memenangkan Piala Dunia,” ujar Joaquin (48) yang datang dengan anggota keluarganya dari Salamanca, sebuah kota di Spanyol bagian Barat.


"Mereka main dahsyat sekali sejak babak penyisihan. Kerjasamanya apik dan penuh konsentrasi," lanjut Joaquin lagi dengan menyebut nama-nama Iker Casillas, Torres dan Fabregas sebagai pemain kunci.


"Berpuluh-puluh tahun kami lalui tanpa gelar. Puluhan tahun pula warga Spanyol tak pernah lagi merasakan atmosfir seperti sekarang ini. Saya benar-benar tidak percaya, sungguh di luar dugaan," sebut Dani (19), seorang mahasiswa asal Madrid yang datang dengan beberapa temannya. Haus gelar, mungkin ini yang lebih cocok menggambarkan suasana emosi fans Spanyol. Catat saja, mereka telah "puasa gelar“ sejak 1964 atau 44 tahun! Sangat lama sekali.

Komentator kawakan asal Jerman, Günter Netzer menyebut Spanyol memang pantas menang. "Selamat buat Spanyol. Merekalah tim terbaik selama turnamen. Permainan attraktif yang menghibur tetap tersaji dari awal hingga akhir. Tim yang sangat stabil. Melawan Italia, adalah permainan puncak mereka. Tim Jerman memang memperlihatkan grafik menanjak. Namun di final, mereka seperti kehilangan sentuhan. Pemain Spanyol tak pernah merubah irama bermain. Padu, disiplin, dan penuh konsentrasi", pungkas Netzer, mantan pemain der Panzer
yang merebut Piala Dunia 1974 bersama Franz Beckenbauer.


Senin pagi, saat mengitari kawasan Stephenplatz, Wiener Ringstrasse, dan beberapa titik arena nonton bareng, saya lihat sudah bersih kembali. Aktifitas pertokoan dan perkantoran berjalan seperti sedia kala. Hanya ada sedikit sisa-sisa sampah. Rupanya petugas kebersihan bergerak cepat setelah pertandingan usai. Bukan main.


Sementara itu, menurut laporan media setempat, di Berlin fans yang menonton di Fan Meile dekat Brandenburger Tor sepanjang 2 kilometer mencapai 600.000 orang. Perasaan kecewa jelas tergambar disana. Begitupun Senin siang kemarin, ribuan fans turut hadir di acara jumpa fans dengan timnas Jerman. Tak ada perayaan berlebihan. Di kaos pendukung Jerman hanya bertuliskan kata "Danke“ (terima kasih).


Selamat buat Spanyol dan terima kasih kepada para pembaca yang telah turut menghangatkan suasana Euro 2008 kali ini. Saya undur diri dan kembali ke pangkalan utama di Jerman. Sampai jumpa lagi di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.Kruu seumangat!

No comments: