Tuesday, September 09, 2008

Ada makanan halal di Olimpiade Beijing

Tak ada yang menduga sama sekali, ternyata panitia olimpiade kali ini cukup aspiratif dengan kalangan atlet beragama Islam. Catat saja, rupanya selama olimpiade dihelat pemerintah Cina telah membangun lebih dari 200 outlet khusus yang menyediakan makanan halal bagi atlet muslim. Seperti diekspos Islamonline kebijakan itu tak hanya berlaku bagi para atlet dan ofisial saja, tapi penonton yang beragama Islam juga dapat menikmati sajian itu.

“Sekitar 32 milyar Yuan telah dialokasikan untuk membuat outlet makanan halal tersebut,” kata Wu Shixiong, salah seorang panitia setempat. Disebutkan Wu, pengunjung muslim dapat dengan mudah mendapatkan makanan halal itu di berbagai tempat di Beijing. “Outlet tersebut dibuka di kawasan keramaian seperti bandara, stasiun kereta api, terminal, pusat perbelanjaan hingga perkampungan atlet,” kata Wu, yang juga anggota dewan kota komisi pengawasan makanan dan kesehatan pemerintah kota Beijing.

Saat ini diprediksi ada sekitar 10.000 atlet muslim, pelatih, dan official dari berbagai negara berada di Beijing selama perhelatan olimpiade ke-17 itu. Ditambah ribuan pendukung muslim lainnya juga berkumpul di Beijing.

Training keagamaan

Tak hanya itu, polisi juga diberikan semacam training khusus tentang kehidupan dan etika keagamaan. "Training dimaksud dapat membantu polisi lebih mengenal orang asing, membuat mereka merasa aman dengan menaruh respek tinggi bagi pemeluk agama tertentu,” kata Yang Tao, salah seorang trainer kursus. Dalam training dijelaskan antara lain sejarah Islam, kebiasaan hidup dan keyakinan seorang muslim.

Panitia bekerjasama dengan pemimpin agama setempat untuk membantu pelaksanaan keagamaan bagi orang asing selama perhelatan Olimpiade. Bahkan panitia juga menyediakan kita suci Al-Quran di setiap hotel yang ada tamu beragama Islam. Cina memiliki populasi penduduk muslim sekitar 20 juta jiwa. Mayoritas berdiam di daerah otonomi khusus Xinjiang dan Ningxia.

Muslimah pertama di IOC

Sementara itu peraih medali emas olimpiade asal Maroko Nawal Elmutawakel menjadi muslimah pertama yang duduk di jajaran komite olimpiade internasional (IOC). Ia terpilih setelah menyisihkan beberapa calon lainnya. Dia duduk sebagai Wakil Presiden IOC yang ditinggalkan Gunilla Lindberg asal Swedia karena habis masa jabatan.

“Saya sangat bangga dan senang bisa jadi bagian dari sebuah keluarga besar induk olahraga dunia ini,” tukas Nawal selepas terpilih pada 7 Agustus 2008 lalu. Kini Nawal duduk bersama 14 anggota dean kehormatan lainnya yang memiliki tanggungjawab menyusun agenda olimpiade.

Nawal yang lahir April 1962 mencetak sejarah bagi Maroko di lintasan atletik pada Olimpiade 1984 saat mana dia meraih medali emas di nomor 400 meter lari gawang. Raja Maroko kala itu, Muhammad VI memberinya sebuah penghargaan unik. Semua bayi perempuan yang lahir persis pada tanggal Nawal merebut medali emas musti diberikan nama depan Nawal. (Zulkarnain Jalil)

No comments: