Pemuda Argentina temukan Islam melalui lirik lagu berbahasa Arab
![]()
![]()
Memasuki usia ke-24 aku coba berdoa lebih sungguh lagi. Bahkan aku mengerjakannya sepanjang hari, 24 jam! Masing-masing untuk Tuhan Bapa dan Bunda Maria. Ini kulakukan selama setahun penuh. Tapi ternyata hal itu tidak banyak membantu. Hatiku masih resah.
Tertarik lirik lagu Arab
Persis di penghujung tahun aku mencoba belajar naskah-naskah kuno, tentang piramid dan pada saat yang sama mempelajari bahasa Arab. Bukan tentang tata bahasanya, tapi cuma ingin tahu arti bahasa Arab dari lirik lagu saja.
Aku terkesan sekali dengan bahasa Arab dalam lirik lagu itu. Akhirnya kucoba belajar secara mandiri. Sebuah buku yang kuperoleh lewat internet sungguh sangat membantu. Kesungguhan itu berbuah manis. Dalam dua pekan aku sudah dapat mengucap satu dua patah kata Arab. Alhasil, ketika kucoba ikutan tes di kampus aku langsung ditempatkan di level dua. Wah, hatiku sungguh sangat gembira..
Pernah pada saat ada pameran buku di kota kami, mama memberiku hadiah dua buah buku tentang Islam. Aku suka sekali dan membacanya hingga tuntas. Buku itu sangat menyentuh hatiku. terutama penjelasan-penjelasan tentang sains di dalam Al-Quran. Benar-benar menarik. Yang lebih menarik lagi ketika membaca profil Nabi Muhammad. Benar-benar pribadi idolaku.
Tinggalkan minum alkohol
Aku secara perlahan mulai meninggalkan rokok dan minum alkohol. Pokoknya semua yang berhubungan dengan alkohol kuenyahkan dari kehidupanku. Keputusan itu murni kubuat secara sadar. Bukan karena paksaan agama Islam yang sedang kupelajari. Kala itu, jujur saja, aku tak pernah berniat sama sekali untuk jadi seorang muslim
Waktu terus berjalan. Aku ingin cepat bisa bahasa Arab. Kuputuskan untuk membeli Al-Quran. Tapi guruku memberitahukan di mesjid
Tanpa menunggu lama, pada hari itu juga aku bergegas ke mesjid untuk meminta hadiah sebuah Al-Quran. Dan, aku belum tahu seperti apa mesjid itu. Pasti sebuah gedung yang menarik dan megah. Dan kenyataannya memang begitu. Menurutku, meski
Belajar Alquran
Di mesjid aku berjumpa dengan seorang pria yang kemudian karib terbaikku dalam Islam. Ibrahim namanya. Dia juga memberiku sebuah link di internet hingga aku bisa mendowload Al-quran.
Aku belajar membaca Al-Quran hasil download itu. Aku print per halaman dan kupelajari. Untungnya, terjemahannya ditulis dalam bahasa Spanyol.
Sejak masa kanak-kanak aku sudah menamatkan seluruh isi Bibel sebanyak dua kali. Lalu kitab Gita dari
Alhamdulillah, aku bisa memperoleh sesuatu yang lain dalam Alquran.
Bersyahadah
Sejak saat itu aku mulai sering ke mesid. Dan, hanya dalam waktu dua pekan akupun mengucapkan dua kalimah syahadah. Persis tanggal 14 Juli 2007. Imam mesjid, Syeikh Nasir asal Arab Saudi adalah salah satu saksinya.
Tak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan-Nya. Air mataku meleleh membasahi pipi. Aku mulai membaca apa saja tentang Islam guna menambah keyakinanku. Juga belajar bahasa Arab secara intensif di mesjid. Aku belajar aqidah, tauhid, dan berusaha menamatkan bacaan Al-quran. Aku ingin belajar secepat mungkin yang kubisa.
Saat berada di mesjid aku merasakan rasa damai yang tiada
Tak mau pacaran lagi
Aku cinta bahasa Arab dan berdoa kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk bisa memahaminya dengan cepat. Selama bulan suci Ramadan aku sangat menikmatinya. Inilah pengalaman pertama yang sangat indah. Kurasa 2007 adalah tahun terbaik dalam hidupku. Oya sejak bersyahadah hingga saat ini aku tak pernah tinggal shalat sekalipun.
Nah hal yang sangat sulit bagiku adalah memutus hubungan dengan pacarku. Ya aku memang punya seorang pacar. Tapi aku benar-benar ingin menjalankan perintah Islam dan tak mau pacaran lagi. Akhirnya kutinggalkan dia secara baik-baik. Aku bermohon kepada Allah agar memberiku istri yang baik. Itulah kali pertama aku memohon sesuatu yang khusus kepada Allah.
Aku menceritakan pada kedua orangtua bahwa aku sudah masuk Islam. Ibu sedikit terkejut, namun aku tetap menjaga hubungan dengan keduanya. Aku tetap berkomunikasi dengan baik. Abang tak berkata apa-apa. Dia hanya melontarkan joke-joke lucu. Tapi itu tak masalah bagiku. Kutanggapi dengan joke juga.
Aku kemudian bekerja di sebuah perusahaan. Hari pertama kerja aku langsung menanyakan adakah tempat atau ruangan kecil untuk mengerjakan shalat. Alhamdulillah tak masalah aku diberikan keleluasaan untuk shalat. Hidupku makin hari makin berubah. Sangat indah rasanya, serasa damai. Kujalani hidup dengan senyum. Aku berinteraksi dan bersikap terbuka dengan setiap orang.
Oya reaksi rekan-rekanku macam-macam selepas aku memeluk Islam. Teman-teman karibku semuanya masih beragama Katolik. Kami masih bersahabat hingga kini. Mereka banyak bertanya tentang Islam. Kami sering terlibat diskusi lama dan aku menjawab semampunya. Makin hari pertanyaan mereka makin banyak.
Perkembangan lain, ibuku kini tak lagi memasak babi. Ibuku rupanya senang dengan perubahan sifatku yang tak lagi minum-minum dan mengkonsumsi narkoba. Hanya saja adikku masih berprasangka buruk padaku. Dia masih mencelaku karena masuk Islam. Semoga mereka segera mendapat hidayah. Amin.
Aku cinta Allah. Kecintaan itu melebihi cintaku pada keluargaku. Aku cinta Nabi Muhammad. Aku mencintainya melebihi cintaku pada semua orang. Dan, aku sangat mencintai agama islam ini.
Alhamdulillah aku telah mendapat kebahagiaan hidup yang selama ini kucari-cari. Bahkan kini aku sedang menyiapkan pernikahan dengan seorang gadis yang dipilihkan oleh Alllah untukku. Terima kasih Allah.
No comments:
Post a Comment