Sunday, September 28, 2008

Semarak buka bersama di Bulgaria

Ada kebiasaan menarik dilakukan muslim Bulgaria selama bulan Ramadhan ini. Biasanya acara buka bersama di mesjid selalu didominasi oleh kaum lelaki. Seperti diberitakan situs IslamOnline.net, mereka menciptakan sebuah suasana baru dimana seluruh anggota keluarga ikut serta pada saat buka bareng. Dari bapak, ibu hingga anak-anak pun turut serta. Nuansa buka bersama pun terlihat begitu semarak. Betapa tidak, mereka berkumpul bak sebuah keluarga besar saja layaknya.

Misalnya di kota Chepintsi, saban hari setiap keluarga muslim disana memasak untuk acara berbuka bagi seluruh komunitas muslim di kota yang terletak di selatan Bulgaria itu. Menjelang sore terlihat ratusan warga muslim memadati mesjid setempat dimana acara buka bersama diadakan. Suasana kebersamaan begitu terasa.

"Ini merupakan Ramadan yang sangat berkesan bagi kami," kata Mustafa Haci, Mufti besar Bulgaria. "Setiap keluarga memberikan layanan terbaik mereka dengan menyiapkan aneka menu berbuka sesuai kemampuan masing-masing," imbuh Mustafa.

Sebagian besar keluarga secara sukarela mengeluarkan biaya mandiri bagi acara berbuka itu. Namun adakalanya The Fatwa House (semacam MUI-red) turut membantu sebagian pengeluaran tersebut. "Ya kadangkala kami menyediakan bantuan juga untuk hidangan berbuka. Baik dari dana The Fatwa House (TFH) ataupun dari donasi masyarakat Islam di luar negeri," kata Haci. Seperti umat Islam lainnya di seluruh dunia, umat Islam di Bulgaria juga memulai puasa Ramadhan tahun ini pada 1 September.

Hidup harmonis

Kegiatan buka bareng semacam itu ternyata tidak hanya diadakan oleh masyarakat yang berada di kawasan dengan populasi mayoritas muslim. Kota-kota dengan jumlah muslim yang sedikit pun tak mau ketinggalan.

"Keluarga muslim yang tinggal di kota-kota kecil bahkan ada yang mengundang kerabat terdekat, teman atau tetangganya yang nonmuslim untuk ikut serta dalam acara berbuka," tutur Sami Fazliiski, seorang mahasiswa yang tinggal di kota Rudozem, kepada IslamOnline. "Ini pertanda atau sinyal harmonisme sosial dari muslim Bulgaria, terutama selama bulan puasa," tambah Fazliiski lagi.

Umumnya pihak tuan rumah mengundang tetamunya itu pada sore hari atau menjelang maghrib. Fazliiski juga menceritakan, sambil menunggu waktu berbuka tiba, mereka duduk-duduk sembari ngobrol santai seputar kegiatan-kegiatan rutin umat Islam selama Ramadhan.

"Lalu, salah seorang diantara kami secara khusus memberikan uraian singkat tentang makna puasa dan keutamaan-keutamaannya. Juga penjelasan tentang apa itu Islam. Selepas berbuka, shalat maghrib pun segera ditunaikan. Para jamaah juga menyemarakkan malam dengan shalat Tarawih berjamaah," ungkap Faziiski menutup penjelasannya.

Menurut catatan Wikipedia, di seluruh Bulgaria saat ini ada sekitar 966 ribu umat Islam (data sensus tahun 2001) atau 12 persen dari total populasi sebesar 7,8 juta jiwa. Sebagian besar merupakan etnik Turki yang datang ke sana pertamakali pada masa kekhalifahan Usmaniyah. Namun TFH memprediksi persentase muslim disana bisa mencapai 25 persen.

Mereka punya hubungan baik dengan para penganut agama lain. Ikatan budaya setempat yang dikenal dengan istilah Komshuluk atau hubungan pertetanggaan itu membuat umat Islam di sana hidup harmonis dengan kalangan lainnya.

No comments: