Pecatur Jeman itu Ternyata Putra Aceh
“Lon asli dari Banda Aceh Bang,”ujar Teuku Edward kala dijumpai Mei lalu di kediamannya di kawasan Hauptbahnhof, Muenchen, Jerman. Edo, panggilannya, Oktober 2007 silam menorehkan sebuah prestasi mentereng di olahraga catur. Dia merebut juara pertama kejuaraan catur internasional bertajuk Offenes Internationales Schachturnier (OIS). Menariknya dia bukannya mewakili Indonesia, malah tim catur Jerman. Lho kok?
Ya Edo merupakan pecatur inti yang memperkuat tim Technical University of Muenchen (TU-Muenchen) di OIS saat itu. “Pertama kali saya ikut tahun 2005, dapat juara ke-3. Tahun 2006 ikut lagi, juara ke-2,” kenang mahasiswa program master teknik otomatisasi di TU-Muenchen itu.
Seperti diakui mantan peraih medali emas Kejurda Catur se-Aceh 1995 itu, final OIS 2006 sangatlah dramatis. Pasalnya, dia menyerah dari pecatur Cina justru di detik-detik akhir yang membuatnya penasaran. Akhirnya Edo merengkuh prestasi puncak di tahun berikutnya dengan merebut gelar juara I OIS 2007.
Prestasinya itu tidak saja menjadi kebanggaan kota Muenchen, tapi masyarakat Indonesia di sana juga turut senang. “Tentu saja, kami pun turut gembira ada putra Indonesia mewakili tim Jerman dan juara lagi,” ungkap Wiwit Suryanto, salah seorang warga Indonesia asal Jogja yang tinggal di Muenchen.
OIS merupakan salah satu kejuaraan bergengsi dan sudah masuk kalendar tetap kejuaraan catur di Muenchen. Sedikitnya ada 80 pecatur dari berbagai negara mengikuti kejuaraan yang berlangsung setiap bulan Oktober itu.
Asosiasi Catur Muenchen (BVM) sendiri, tempat Edo bernaung, adalah bagian dari persatuan catur Jerman (DSB). “Di BVM ada sekitar 2100 pecatur dan tersebar di 47 klub. Jika diamati, sistem kompetisi di Jerman persis seperti di ajang sepakbola. Kompetisinya dari divisi 1 (Bundesliga) hingga paling buncit yakni divisi 5 (Bezirkliga). Makanya mereka tak pernah kekurangan pecatur, karena kompetisi lancar,” kata atlet Aceh pada Kejurnas Catur 1995 di Palangkaraya itu lagi.
Segudang prestasi
Pemuda kelahiran Banda Aceh 10 Oktober 1976 itu ternyata tak hanya pintar di meja catur. Di bangku sekolah pun prestasinya mencorong. Catat saja, juara catur ITB tahun 2000 itu pernah dinobatkan sebagai siswa teladan tingkat SMP se-Aceh tahun 1990 yang mengantarkannya ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden RI.
Edo juga pernah meraih medali emas pada lomba sains di Missouri’s State Science Knowledge Bowl 1993yang dihelat di Kansas University, AS. Saat itu dia mengikuti ajang American Field Service (AFS). Di kejuaraan lain yakni Missouri State Science Olympiad, masih di tahun yang sama, Edo juga merebut emas di bidang elektronik dan perunggu di fisika. Bukan main. Masih ada lagi, pemuda murah senyum ini juga pemegang medali perak pada Internasional Mathematics Olympiad (IMO) tahun 1992.
Putra dari pasangan Teuku Mahyuddin dan Saida Afrida ini memang berotak encer. Tahun 1995, Edo mampu menembus ketatnya persaingan untuk masuk Jurusan Teknik Elektro ITB. Lulus dari ITB tahun 2000, dia sempat bekerja. Namun meja kuliah memanggilnya. Dia pun terbang ke Jerman untuk mengambil master bidang Sistem Otomatisasi pada TU-München.. Saat ini, pemuda yang juga anggota Persatuan Insinyur Elektro Jerman (VDE) itu sedang menyusun tesis masternya. “Satu saat saya akan kembali ke Aceh, mengabdi di gampong,” pungkasnya sembari menutup perbincangan. Ditunggu, Bung Edo!
.Zulkarnain Jalil
No comments:
Post a Comment