Slowakia dapat kiriman dari syurga
Setelah Perancis, kini giliran sang juara bertahan Italia harus angkat koper lebih awal. Pentas Piala Dunia 2010 Afsel memang penuh intrik dan kejutan tak terduga. Coba lihat, Perancis dan Italia yang notabene adalah tim finalis Piala Dunia 2006 Jerman gagal melaju ke babak knock out dan bahkan di fase grup terbenam di posisi juru kunci.
Nasib paling naas nan dramatis dialami Italia. Datang ke Afsel dengan status juara bertahan justru tersingkir di fase grup usai berkejar-kejaran angka dengan Slowakia di laga pamungkas kemarin malam yang berakhir 3-2 untuk Slowakia. Rakyat Slowakia pun bersorak dan Italia menangis. Tak pelak, keesokan harinya media di Afsel pun dipenuhi berita kekalahan tim Azzuri.
“Slowakia dapat kiriman dari syurga,” demikian berita utama surat kabar terkemuka Afsel, Mail and Guardian. “Nikmati sepakbola, mari rayakan. Ini hadiah untuk fans kami semua,” ujar Vladimir Weiss, pelatih Slowakia dalam pesan ringkasnya kepada para supporter dan dikutip harian yang terbit di Johannesburg itu. Masih dalam ulasannya, Mail and Guardian mengungkapkan pernyataan ketua federasi sepakbola Slowakia, Frantisek Laurinec.
"Saya minta para wartawan dan seluruh media Slowakia, marilah harmonis kembali. Kita mulai lagi dari awal, mari jalin kebersamaan. Saya akan bilang Vladimir Weiss dan para pemainnya untuk menormalkan kembali keadaan,” ujar Laurinec. "Ini momen luar biasa bagi sepakbola Slowakia,” imbuh Laurinec. Apa pasal Laurinec sampai berkata begitu?
Rupanya hal ini dipicu oleh kejadian saat konferensi pers seusai Slowakia dikalahkan Paraguay 0-2, hari Minggu lalu (20/6) . Saat itu, Vladimir Weiss naik pitam tatkala seorang wartawan Slowakia menyindir taktik Weiss yang dinilai tak ampuh di turnamen sekaliber Piala Dunia. Weiss, yang merasa terhina di depan orang ramai, mengancam bakal menyerang si wartawan. Untung saja tak jadi, karena Weiss buru-buru ngacir dari ruang konferensi pers.
Kontan saja hal itu memantik polemik. Asosiasi wartawan Slowakia sampai mengeluarkan pernyataan yang meminta Weiss untuk bijak dalam menanggapi media. Sejak itu hubungan Weiss dengan wartawan mulai dingin. Kemenangan atas Italia yang mengantarkan Slowakia melaju ke babak 16 besar, diyakini akan meleburkan hubungan yang sempat retak itu.
Koran terkemuka Afsel Cape Times juga menempatkan berita kekalahan Italia sebagai headline dengan judul: “Slovakia humiliate World Champs” (Slowakia permalukan sang juara bertahan). Harian yang terbit di Cape Town itu mengulas perjalanan Italia yang terseok-seok selama PD 2010 dengan penampilan yang tidak mengesankan sebagai sebuah tim juara dunia. Disebut juga, Azzurri yang peringkat 5 dunia dibenam oleh tim berperingkat 34 dunia. 90 menit yang mengejutkan. Demikian Cape Times edisi Jumat (25/6).
Tak kalah hebohnya di Slowakia, media-media disana dikabarkan penuh oleh berita kemenangan timnas mereka. Novy Cas, salah satu harian terkemuka di Slowakia menulis judul besar “Gol-gol indah dan Italia hancur”. Dalam ulasannya, Novy Cas menyebut “mimpi telah jadi kenyataan.” Pemain Slowakia tampilkan penampilan memikat dengan membekuk sang juara bertahan Italia dan mengirim mereka pulang kampung untuk menikmati libur lebih cepat.
“Historic Slovak victory at World Cup 2010” (Kemenangan bersejarah Slowakia di Piala Dunia 2010) tulis Slovak Spectator, harian beroplah besar lainnya yang terbit di Bratislava , ibukota Slowakia.
Sementara itu Pravda, salah satu surat kabar berpengaruh di Bratislava , menampilkan foto ukuran besar dimana ratusan ribu warga Slowakia menyemut di alun-alun kota Bratislava . Digambarkan Pravda, fans Slowakia dengan kaos kebesaran timnas dan bendera kebangsaan plus syal warna biru tak henti-henti meneriakkan yel-yel kemenangan dalam bahasa Slowak. Lagu kebangsaan pun mengumandang. “Fantastis! Slowakia bisa kalahkan Italia!,” tutup Pravda, masih dalam nuansa euphoria.
Ya Slowakia memang fantastis. Betapa tidak, negara yang dulunya bernama Cekoslowakia itu baru jadi anggota FIFA tahun 1993. Pertandingan internasional pertama mereka setelah merdeka adalah melawan Uni Emirat Arab tahun 1994 di Dubai. Dan, menariknya lagi, ini adalah piala dunia pertama bagi mereka. Bukan main.
Fenomena tumbangnya tim unggulan
Begitulah. Piala Dunia 2010 Afsel memang sarat misteri dan penuh dengan kejutan. Banyak hal yang tak terduga terjadi. Pendukung tim unggulan pun musti menarik nafas panjang. Bahkan banyak yang harus menelan kekecewaan dengan hasil akhir pertandingan. Banyak tim unggulan yang jadi korban tim kecil. Kali ini, dua tim besar Italia dan Prancis telah menjadi korban fenomena mistis Afsel tersebut. Yunani yang mantan kampiun Euro 2004, juga angkat koper. Lalu, tim dinamit Denmark yang eks juara Euro 92 juga kalah kelas dengan Jepang. Jauh sebelumnya, di awal laga fase grup, Spanyol, Inggris bahkan keteteran dari lawan-lawannya. Belum lagi Jerman yang sempat memble di tangan Serbia . Data terkini, Korsel, Jepang , Ghana , Slowakia yang dianggap mewakili “tim lemah” justru mulus melaju. Ada apa ini? Apakah kualitas Piala Dunia telah menurun?
“Bukan, sama sekali turnamen ini tidak menurun kualitasnya. Akan tetapi peta kekuatan sepakbola saat ini telah merata. Sekarang tidak ada lagi yang namanya tim kuat dan tim lemah. Di fase grup jelas terlihat, tak ada tim yang benar-benar dominan atas tim lainnya,” tukas eks maestro Ayam Jantan Prancis, Zinedine Zidane kala ditanya perihal fenomena tumbangnya tim-tim unggulan di Piala Dunia 2010. Hal itu diungkapkan Zidane dalam satu konferensi pers di Sandton Convention Centre, Johannesburg, Senin (21/6) lalu. Apa yang dikatakan Zidane mungkin ada benarnya. Tim-tim yang selama ini jadi makanan empuk tim-tim besar sudah banyak belajar dari ketertinggalannya. Konon lagi jika dikaitkan dengan makin banyak pemain-pemain dari negeri mereka yang merumput di liga-liga elit Eropa. Jadi, siapa yang bakal jadi korban berikutnya? Patut ditunggu.
No comments:
Post a Comment