Monday, July 12, 2010

Siyabonga Afrika Selatan!


Terima kasih Afrika Selatan! Piala Dunia 2010 Afsel telah berakhir. 32 kontestan peserta even empat tahunan itu kini telah meningggalkan tanah Afrika. Diakui atau tidak, PD 2010 ini memang banyak kekurangan. Berbagai ironi dan insiden kontroversial mewarnai perhelatan sebulan penuh itu. Dari insiden perampokan, suara vuvuzela, banyaknya kursi kosong hingga buruknya kepemimpinan wasit.

“Ini Piala Dunia spesial. Jangan samakan kesuksesan seperti di benua lain. Piala Dunia di Afrika harus dilihat secara berbeda. Ini benua baru dengan budaya baru. Baru bagi dunia sepakbola,” tegas Sepp Blatter seperti dikutip Goal.com, menyikapi nada miring sebagian pihak terhadap perhelatan PD 2010 Afsel.

Begitupun, dengan segala kekurangan itu, even yang baru pertamakali dihelat di tanah Afrika tetap menyiratkan keistimewaan tersendiri. Munculnya juara baru adalah salah satu ciri istimewanya PD kali ini. Ya itulah Spanyol yang berjuluk La Furia Roja atau si merah membara. Kemenangan Tim Matador sendiri mengandung banyak makna.

Kemenangan Spanyol juga berarti kemenangan sepakbola indah di tengah ramainya pertunjukan tim-tim yang menonjolkan pola permainan pragmatis. Tak hanya itu, dan ini yang sangat penting, kemenangan Carles Puyol dkk telah menyatukan semua elemen warga Spanyol. Ya mereka sukses jadi pemersatu bangsa. Gesekan dan sentimen antar etnis semisal di propinsi Catalonia, Basque, Andalusia dan Galicia yang dulunya bersemangat memisahkan diri dari pemerintaha di Madrid, kini sontak luluh.

Empat propinsi yang memiliki otonomi khusus itu akhirnya membuka diri. Bendera nasional Spanyol yang biasanya jadi benda tabu di Catalonia atau Basque, kini berkibar di seantero pelosok negeri otonom tersebut. Di kantor-kantor, balkon apartemen, pertokoan, hingga kios-kios bermandikan bendera nasional. Plus para fans yang membalut tubuh mereka dengan bendera kebanggaan negeri matador. Mereka turun ke jalan, mengibarkan bendera, membunyikan terompet, bernyanyi-nyanyi, meneriakkan yel-yel kemenangan dan aneka selebrasi lainnya.

”Negara lain, tentu bangga dengan bendera nasional mereka. Tapi tidak dengan kami di Spanyol. Namun, berkat Piala Dunia ini, warga kami mulai terbiasa dan bangga dengan identitas bangsanya. Ya, Piala Dunia telah menyatukan kami,” tukas Cesar de Castro, manajer perusahaan bendera Spanyol, Sosa Dias seperti dikutip harian online Timeslive. Kunci yang telah menyatukan mereka adalah sepakbola! Karena itu mereka patut berterima kasih pada Afrika Selatan, sang tuan rumah Piala Dunia 2010.

Tak hanya itu, euforia kemenangan David Villa dkk juga menumbuhkan kembali semangat rakyat Spanyol untuk bangkit dari hantaman krisis ekonomi sejak setahun silam. Jumlah pengangguran yang mencapai 20% plus pemotongan gaji pegawai negeri dan pekerja swasta telah membuat situasi ekonomi rakyat di sana makin sulit. Namun, tendangan Villa dan tandukan Puyol telah menghapus wajah-wajah murung rakyat Spanyol. Tetesan air mata Iker Casillas di akhir pertandingan adalah tetesan kegembiraan. Kegembiraan bagi segenap rakyat Spanyol. Sizobonana Afsel! Selamat tinggal Afsel! (zulkarnain jalil)

No comments: