Australia 2018; Apa Kabar Indonesia ?
Polemik seputar ketidaksiapan Afrika Selatan menjadi penyelenggara Piala Dunia 2010 sedikit memanas. Malah media memunculkan opini baru, jika Afsel tidak siap maka sebaiknya ditawarkan kepada Amerika Serikat atau Australia (FAZ, 11/7). Kontan hal ini bikin panas kuping bos FIFA. “Piala Dunia 2010 tetap berlangsung di Afrika Selatan !“, tandas Sepp Blatter.
Baiklah kita tinggalkan sejenak “keributan kecil“ itu. Ada yang lebih menarik lagi sebenarnya, utamanya bagi sepak bola Indonesia. Dilansir situs-situs Sportal, Netzeitung, dan FAZ Jumat kemarin (14/7), Australia semakin mempertegas minatnya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Selepas satu pertemuan di Canberra -ibukota Australia-, para politikus menegaskan mereka mendukung sepenuhnya rencana yang diajukan oleh federasi sepak bola Australia (FFA) tersebut. Bahkan Perdana Menteri John Howard menekankan pemerintah akan melakukan apa saja untuk keberhasilan proposal tersebut.
Keyakinan yang demikian tinggi ini tidak lepas dari sukses Socceroos –julukan Australia- di Piala Dunia 2006 Jerman. Permainan yang ditunjukkan anak asuh Gus Hiddink cukup menjanjikan kendati gagal melaju ke perempat final setelah dihadang Italia melalui drama yang disebut sebagai “10 detik yang menyakitkan“. Di samping itu mereka memang pernah menjadi penyelenggara even berkaliber dunia. Misalnya, pernah sukses sebagai tuan rumah Olimpiade Sydney 2000, lalu kejuaraan dunia Rugby 2003, dan terakhir pekan olah raga persemakmuran (Commenwealth Games) Maret 2006 silam di Melbourne.
”Tahun 2006 di Eropa, 2010 Afrika, 2014 ke Amerika Selatan, dan 2018 giliran kami. Jika tidak bisa juga, ya 2022”, ujar Sekjen FFA John O’Neill optimis. Australia yang sejak Januari 2006 masuk zone Asia –meninggalkan Oceania- juga menyatakan keinginannya menjadi penyelenggara Piala Asia 2011 sebagai bagian dari ambisi menggapai tuan rumah Piala Dunia 2018. Pada Piala Asia 2007 Indonesia menjadi tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Lebih lanjut Mohammed bin Hammam, Presiden konfederasi sepak bola Asia (AFC) baru-baru ini berujar:“Australia adalah bagian dari Asia dan itu impian saya untuk melihat tahun 2018 di Asia (lagi)”.
Berkaitan dengan hal itu, saat nonton bareng di kota Dresden beberapa waktu yang lalu, seorang teman berseloroh kenapa PSSI tidak menyewa Gus Hiddink saja sebagai pelatih. Pertama dia orang Belanda, setidaknya dalam darah di tubuhnya pasti ada mengalir sebagian hasil jarahan VOC (serikat dagang Belanda) ketika menjajah Indonesia dulu. Kedua, Hiddink memang bertangan dingin dalam menangani tim “kelas dua”. Lihat hasil sentuhannya di Korea Selatan (juara empat Piala Dunia 2002). Lalu Australia pun dihantarnya hingga babak 16 besar Piala Dunia 2006. Permainan trengginas ala Eropa mengalir di tim Ginseng dan Kanguru. Entahlah, barangkali Hiddink pun “takut“ dengan atmosfir sepak bola Indonesia yang identik dengan kerusuhan.
Ada yang bilang sepak bola Indonesia sulit maju, karena kita tak punya tradisi sepak bola. Terlepas dari urusan politik dengan Australia -tetangga nakal yang selalu bikin masalah-, sepak bola di sana dulu juga cuma olah raga kelas dua. Kriket (juara dunia 1999, 2003) dan rugby justru lebih memasyarakat di sana. Kini sepak bola makin mendapat tempat di hati masyarakat. Para pemainnya kini pasti makin diminati klub-klub Eropa. Apalagi selepas dilatih Gus Hiddink, rekomendasinya tentu makin dipercaya.
Jika memang nanti negara Kanguru itu jadi tuan rumah piala dunia, masak kita cuma jadi penonton saja di sebelah rumah yang cuma selemparan batu itu ? Aduh jangan sampai lah. Padahal bakat-bakat alam lumayan banyak di tempat kita. Mungkin ada baiknya pemain-pemain remaja yang ada sekarang di titipkan saja di klub-klub Belanda. Irvin Museng, remaja Makasar yang kini bermain di Ajax Amsterdam junior barangkali bisa jadi contoh. Masalahnya, apa meneer-meneer itu mau ?
Zulkarnain Jalil, Serambinews (17/07/07).
1 comment:
setuju, tapi tenang bung, kita tunggu gebrakan Penyelamatan Sepakbola Indonesia,,,, sehabis era nya Nurdin Halid. Waktu 3 tahun. terasa sebentar. target kami 2014 lolos piala dunia. untuk itu nantika gebrakan kan kami : dan jangan lupa kunjungi totalfootballindonesia.blogspot
Post a Comment