Monday, December 04, 2006

Film Aceh di Festival Berlin

"Anywhere but fear " adalah salah satu film dokumenter yang diputar pada Festival Film Manusia dan Media yang berlangsung di Berlin, Jerman dari tanggal 16-22 Nopember 2006. Film yang mengangkat tema tentang konflik Aceh di kisaran tahun 2003-2004 itu diputar Jumat kemarin (17/11) di Kino Arsenal 1, kawasan Postdamer Platz, Berlin. Festival film ini diadakan atas prakarsa One World Berlin, sebuah LSM internasional yang bergerak di bidang hak asasi manusia.

Dari daftar tamu yang hadir di antaranya ada Annette Kaiser (Kementrian Kerjasama dan Pengembangan Perekonomian), lalu Christiane Steinert (Malteser International), dan Arnd Henze dari televisi WDR Jerman. Adapun Adeline Tumenggung, sang sutradara yang sedianya hadir tidak tampak di sana. Dalam surat elektronik yang diterima Kontributor Serambi di Jerman ia menyatakan tidak bisa hadir karena ada masalah mendadak yang harus ditangani di Manchester, sehingga tidak bisa meninggalkan Inggris –tempat tinggalnya saat ini. Adeline adalah seorang jurnalis lepas dan produser film-film dokumenter. Film Anywhere but fear sendiri diproduksinya di Inggris tahun 2004.

Dalam film yang berdurasi 32 menit itu diceritakan reaksi keras pemerintah Indonesia atas kehendak merdeka GAM yang telah berlangsung sejak tahun 1976. Bagaimana perlakuan keras pemerintah terhadap warga di sana ditunjukkan di film ini. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi dalam bahasa Inggris bertajuk: “Natural Disasters and Conflicts: The Peace Process in Aceh after the Tsunami”-Bencana alam dan konflik: Proses perdamaian di Aceh pasca Tsunami.

Pada bagian akhir ditampilkan sebuah film dokumenter lainnya berjudul My Neighbour; the Giant Boat (Tetanggaku: Perahu Raksasa). Seperti judulnya, film ini menceritakan boat raksasa milik PLN terapung seberat 27.000 ton yang terhempas tsunami di sebuah perkampungan penduduk dekat Ulee Lheue

One World Berlin sendiri adalah sebuah LSM internasional yang bergerak di bidang hak asasi manusia. Lembaga non profit yang bermarkas di Berlin ini memiliki dokumentasi film-film bertema sosial, budaya, dan politik dari berbagai negara. Pada bagian akhir pemutaran film, selalu ada diskusi terbuka untuk masyarakat umum yang menghadirkan tamu yang umumnya adalah pejabat pemerintah setempat sutradara film, pengamat sosial, politik, ataupun budaya. Partner kerjanya antara lain UNICEF, Amnesty International, Transparency International, Human Rights Watch, dan banyak lagi lainnya. (Zulkarnain Jalil, dari Jerman untuk Serambinews).

No comments: