Bola bergulir, duit mengalir
Zulkarnain Jalil
Peluit telah dibunyikan sabtu kemarin di Basel dan bola pun bergulir di delapan stadion. Secara ekonomi, akan ada perubahan yang sangat drastis. Bola bergulir dan duit pun ikut mengalir.
Sepakbola modern kini tak bisa dipisahkan dengan uang. Gelimang hadiah di Euro 2008 ini juga bakal bikin heboh. Untuk Piala Eropa Austria-Swiss kali ini, UEFA –induk sepakbola di Eropa- menyediakan total hadiah sebesar 184 juta Euro (sekitar 2,5 trilyun rupiah). Angka ini lebih banyak 700 milyar rupiah dibanding Euro 2004 Portugal yang lalu.
Ada yang namanya match fee atau “uang tampil” sebesar 7,5 juta Euro, meningkat 1,7 juta Euro dibanding di Portugal. Bila masing-masing tim di babak penyisihan grup meraih kemenangan, bonus sebesar 1 juta euro (sekitar 15 milyar rupiah) bakal menanti. Hasil imbang, bonusnya 500 ribu euro. Berhasil masuk babak berikutnya, bonus akan berlipat lagi. Sebagai catatan, bonus di babak perempatfinal bagi tim yang menang adalah 2 juta euro dan semifinal 3 juta euro. Nah di partai puncak, sang juara akan dapat 7,5 juta euro serta juara kedua sebesar 4,5 juta euro. Jadi maklum saja jika tim-tim “gurem” bakal main habis-habisan. Itu belum lagi bonus dari sponsor, hasil penjualan berbagai merchandise tim, dan banyak lainnya lagi.
Bisnis menggiurkan
Bisnis sepak bola kini telah jadi bisnis paling menggiurkan di dunia, Lihat saja bagaimana Portugal begitu ngotot mengajukan dirinya sebagai negara penyelenggara Piala Eropa 2004 silam. Bahkan pemerintah Portugal kala itu rela merogoh kocek hingga 4,8 miliar US dollar (sekitar 44 triliun) guna memperbaiki stadion. Pastinya mereka sudah berhitung bakal dapat pemasukan yang berlipat.
Asal tahu saja kala itu tiket sudah ludes terjual sebelum pesta digelar. Dari tiket saja sekitar Rp 7 triliun berhasil diraup. Lalu dari penjualan hak siar senilai 580 juta euro (sekitar 8,7 trilyun). Masih ada lagi “upeti” dari sponsor resmi. Dan masih banyak lagi masukan, dari resmi hingga yang tak resmi. Bukan hanya negara dapat tambahan tabungan, rakyat di negara penyelenggara pun turut menikmatinya.
Seperti disitir harian OÖNachrichten (31/5), saat ini sekitar 21.400 kamar di 408 hotel (220 di Austria dan 188 di Swiss) sudah habis dibooking. Lalu, 4500 kereta api tambahan (2000 di Austria, 2500 di Swiss) disiapkan. Dibutuhkan sedikitnya 14.000 papan petunjuk/nama di seputar jalan menuju stadion. Ada 10.000 media yang telah terakreditasi meliput Piala Eropa. Sudah pasti dibutuhkan banyak tenaga kerja. Dan, lowongan kerja disana kini memang meningkat drastis di berbagai sektor. Menurut hasil analisis Wiener Instituts für Sportökonomie Sports Econ Austria (SpEA), untuk di Austria saja akan mengalir uang sebanyak 641 juta euro (sekitar 9,7 trilyun).
Sekitar dua juta pengunjung juga bakal menyesaki Austria-Swiss. Semuanya pasti butuh penginapan, makanan, transport, dan berbagai kebutuhan lainnya. Sebagai perbandingan, pada Piala Eropa 2004 silam sekitar 12 ribu fans tim Rusia datang ke Portugal. Pengusaha lokal sangat menikmati kehadiran mereka. Bahkan ada yang berani menyewa di kamar hotel bertarif 3 ribu euro (setara dengan 33 juta rupiah)!
Terkadang sulit diterima akal sehat menilik uang yang mengalir dari bola yang bergulir itu. Saat ini ada 16 tim yang terlibat akan memainkan 31 pertandingan guna merebut sebuah piala. Sebanyak 22 pemain memperebutkan satu bola selama 90 menit. Namun daya tariknya bak magnet yang mampu menggerakkan segala sektor, dari sosial, ekonomi, budaya hingga politik. Kok bisa? Begitulah.
No comments:
Post a Comment