Friday, June 13, 2008

Harga souvenir mencekik leher

“Mahal. Bagusnya beli pas lagi on sale (obral) aja,” ujar Austin sembari memilih kaos salah satu tim nasional. “Saya ndak mau habiskan uang untuk yang gituan,” timpal Gregory, temannya. Austin dan Gregory adalah dua pemuda asal Florida, Amerika yang sedang belajar di Jerman. Mereka mengaku jika di negaranya bisa lebih murah.

69 Euro atau sekitar 1 juta rupiah (kurs 15.000 rupiah) adalah harga yang tertera di label kaos produk Adidas yang dipegang Austin. Kaos, topi dan bola Europass adalah jenis souvenir yang sangat diminati di ajang Euro 2008. Para pedagang bertebaran di merata tempat. Souvenir itu bahkan sudah dijual jauh-jauh hari sebelum Piala Eropa dimulai.

Menilik harganya ,untuk ukuran kita, bikin mata terbelalak. Gila-gilaan.

Bola Europass resmi yang dipakai untuk pertandingan dan sangat dicari fans harganya mencapai 130 euro (sekitar 1,9 juta rupiah). Terlalu mahal? Bisa beli replikanya saja, seharga 25 euro. Ada juga Europass yang paling kecil seharga 10 euro. Untuk kaos harganya antara 64-69 euro. Paling murah dengan kualitas rendah seharga 14 euro. Lalu, maskot Trix dan Flix harga paling rendah adalah 5 euro. Khusus maskot Trix dan Flix diprediksi bakal mampu mengalahkan penjualan maskot Piala Dunia 2006 Goleo. Goleo kala itu tidak begitu laku dan sampai hari ini masih dipajang di beberapa toko souvenir.

Produsen optimis

Begitupun produsen dan distributor tetap menaruh keyakinan tinggi. Intersport, salah satu toko khusus olahraga yang khusus menjual produk-produk berlisensi sangat optimis semua barang mereka bakal terjual habis. Outlet Intersport terdapat di setiap stadion dan arena nobar resmi. “Kami yakin bisa meraih omset sebesar 95 persen,” ujar Christian Mann, juru bicara Intersport. Bagaimana jika tak habis terjual hingga perhelatan berakhir? “Tidak, kami tak pernah berpikir untuk obral barang,” imbuh Mann yakin.

Di kawasan Heldenplatz kota Wina, Sabtu lalu Intersport membuka outlet Superstore, salah satu anak perusahaannya. Di toko seluas 1000 meter persegi itu para fans bisa mendapatkan aneka jenis souvenir kesukaan. “Minat beli sangat tinggi. Kami perkirakan, dua atau tiga hari musti ganti barang baru,” ujar salah seorang pramuniaga. Aneka souvenir ini juga bisa dibeli secara online via internet.


Pedagang souvenir kaki lima juga ada. Umumnya mereka menggelar lapaknya di halaman stadion dan arena nonton bareng serta agak menjauh dari outlet penjualan resmi. Jangan coba-coba berpikir dagang produk bajakan tanpa lisensi. Sewaktu-waktu bisa digaruk polisi yang sering mengadakan sidak.

Ada kasus menarik. Baru-baru ini pihak kepolisian Jenewa terpaksa menarik kembali ribuan kaos dan topi dengan logo Euro 2008 berlambang kesatuan mereka dari pasaran. Ceritanya, mereka mau “bisnis sampingan” dari berkah Piala Eropa ini. Tapi terakhir, setelah diteliti, ternyata perusahaan yang memproduksi souvenir tersebut tak mengantongi lisensi resmi. Alhasil, mereka harus menelan kerugian dari investasi sebesar 10 ribu franc Swiss (sekitar Rp 90 juta). Nah kan!



No comments: