Friday, June 13, 2008

Hati-hati parkir kenderaan di Eropa

Pemandangan tak biasa ini terlihat Senin lalu di Bern dan Zurich. Lapangan parkir stadion tak terisi penuh. Bahkan bisa dibilang melompong. Ada apa? Ternyata hampir 80 persen penonton datang ke stadion menggunakan kenderaan umum. Tampaknya anjuran panitia agar pendukung tidak menggunakan kenderaan pribadi, terutama pada saat pertandingan, manjur. Begitupun, lapangan parkir khusus kendaraan pribadi tetap disiapkan, tapi agak jauh. Kebijakan itu semata-mata untuk menghindari kemacetan.

”Kebanyakan datang ke stadion dan arena nobar menggunakan kereta api, bus, dan trem,” ujar Benedikt Weibel, salah seorang panitia lokal kepada pers Selasa (10/6). ”Sejauh ini semua berjalan lancar. Tak ada kemacetan,” imbuhnya. Weibel juga memuji kelakuan fans yang tak berbuat onar. Dia berharap suasana seperti itu berjalan hingga perhelatan berakhir.

Bicara tentang parkir, ada yang menarik di Eropa ini. Ada yang namanya uang denda parkir. Ketahuan parkir sembarangan misalnya, maka denda menunggu Anda. Dendanya ndak main-main, bisa menguras dompet. Dari data yang dilansir Autobild menyebutkan Spanyol dan Norwegia adalah negara dengan denda termahal, bisa mencapai 90 euro (sekitar 1,3 juta rupiah). Wuih!

Sementara di Denmark 70 euro, diikuti Ceko 60 euro, lalu Belgia dan Belanda 50 euro. Di kedua negara penyelenggara Euro, Austria 25 euro dan Swiss 30 euro. Yang termurah di Jerman, hanya 5 euro. Main mata dengan petugas parkir? Ndak mungkin. Sistem parkirnya sudah pakai komputer. Tak ada yang namanya juru parkir. Kamera juga dipasang di lapangan parkir.

Beberapa negara di Eropa bahkan telah menerapkan sistem perparkiran dengan robot. Kabarnya tidak hanya untuk mobil, tapi juga diterapkan untuk sepeda. Patut diingat, pemakai sepeda di Eropa persis orang naik sepeda motor di tempat kita. Mengapa sistem parkir otomatis ini perlu dibuat ?

Pertama, jumlah kendaraan terus meningkat, sementara lahan parkir justru terus menurun. Dengan sistem parkir otomatis, lahan yang sempitpun dapat memuat kendaraan dengan jumlah yang lebih banyak. Alasan kedua adalah, penghematan. Selain menghemat lahan, sistem ini juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan bahan bakar kendaraan. Kita tidak perlu berputar-putar mengelilingi gedung parkir hanya untuk mencari tempat parkir kosong. Makin sedikitnya pembakaran, maka efeknya terhadap lingkungan pun juga cukup bagus.

Ada pengalaman menarik. Motom, seorang pemuda Jerman kena denda karena salah parkir kala berkunjung ke Budapes, ibukota Hungaria. Dia mengaku tak paham dengan aturan di sana. April lalu pemuda ini dapat kiriman surat tagihan dari Budapes. Dia musti bayar 63 euro! Hal sama terjadi pada Joergbrod. Pemuda ini juga kena tilang karena salah parkir saat liburan ke Belanda. Setelah satu bulan datang surat dari pengadilan Belanda. Dia musti transfer 45 euro karena salah parkir. Darimana mereka dapat alamat pengendara? Gampang, dari nomor plat mobilnya. Tinggal ketik di komputer, data lengkap si pemilik langsung keluar. Semua sudah serba online. Hayo, mau lari kemana!



No comments: