Innsbruck, kota indah di lembah pegunungan Alpen
Zulkarnain Jalil
Innsbruk bisa disebut sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Kota yang bertetanggaan dengan Salzburg ini dikenal memiliki kawasan pedesterian yang sangat teratur, bersih dan tertata rapi. Mengitari kota dengan berjalan kaki atau bersepeda adalah pilihan terbaik. Kita dibuat terkagum-kagum dengan latar belakang pemandangan pegunungan Alpen berselimut salju abadi yang mengelilingi kota berjuluk Golden Roof (atap emas) itu.
Innsbruck terletak di barat Austria dan merupakan ibukota negara bagian Tyrol.
Mayoritas penduduknya adalah warga Tyrol. Namun wajah-wajah Turki, Afrika, India, Italia, dan China dapat dengan mudah kita temui juga di sana. Sehingga berbagai aspek yang mencirikan latar belakang etnis ada di setiap sudut kota. Misalnya, ada restoran Turki, India, China dan lainnya.
Pemkot Innsbruk tak menyia-nyiakan keelokan kotanya yang terkenal di seantero Eropa dan dunia tentunya. Sektor pariwisata adalah salah satu pemasok terbesar bagi pendapatan asli daerah. Arsitektur kota yang indah dan penuh sejarah. Tambah lagi alam pegunungannya yang selalu bersalju. Sangat sulit untuk dilupakan.
Karena letaknya yang diapit oleh pegunungan, fasilitas olahraga -terutama untuk musim dingin- sangatlah lengkap. Diapit oleh tiga puncak gunung yang tinggi, di utara ada puncak Nordkette (2334 m), di selatan diapit oleh Patscherkofel (2246 m) dan Serles (2718 m), hingga Innsbruk lebih dikenal sebagai kota penyelenggara even olahraga musim dingin. Sehingga Innsbruck lebih dikenal sebagai kota olimpiade musim dingin.
Catat saja, olimpiade musim dingin 1964 dan 1976 berlangsung di kota ini. Tahun 1984 dan 1988 Olimpiade musim dingin bagi penyandang cacat juga diselenggarakan disini. Even internasional lainnya, Air and Style Snowboard Contest 1994 dan 1999 juga di Innsbruk. Lalu, tahun 2005 jadi tuan rumah kejuaraan dunia hoki es. Dan, masih di tahun yang sama berlangsung pula Winter Universiade.
Untuk sepakbola? Nyaris tidak ada yang bisa dibanggakan disini. Memang ada klub Tirol Innsbruck yang didirikan tahun 1993. Prestasinya cukup fenonenal, mampu menjuarai Liga Austria tiga kali berturut-turut yakni 2000, 2001 dan 2002. Setelah itu nasib Tirol berakhir karena dinyatakan bankrut.
Karena itu pula, barangkali, gaung Piala Eropa disini belum begitu terasa. Sebagian warga relatif masih dingin-dingin saja menyambut salah satu turnamen olahraga terbesar di dunia itu. Begitupun atribut-atribut untuk menyemarakkan Piala Eropa di Innsbruck sudah mulai banyak dipasang. Misalnya, di berbagai sudut kota terlihat gelantungan ribuan bola dekoratif dan bendera biru turnamen bertuliskan Euro 2008.
Di kota berpenduduk 117 ribu jiwa ini akan digelar tiga partai Grup D. Spanyol, Rusia dan Swedia akan bentrok di Stadion Tivoli-Neu. Stadion yang baru diresmikan pemakaiannya tahun 2000 silam itu awalnya cuma tersedia 17 ribu tempat duduk. Kini, setelah direnovasi, mampu menampung 30 ribu penonton. Dipastikan Innsbruk akan dibanjiri pendatang. Tak hanya untuk menonton bola tapi juga guna menikmati alam pegunungannya yang elok. Tertarik ke Alpen? Datanglah ke Innsbruk.
No comments:
Post a Comment