Sunday, June 08, 2008

Klagenfurt, dari Borobudur hingga Stadion UFO
Zulkarnain Jalil
Klagenfurt , tentu nama yang asing bagi kita. Kota kecil di sebelah selatan Austria (120 km2) -penduduknya cuma berkisar 91.000 jiwa- jauh dari hiruk pikuk dunia sepakbola. Olahraga hoki es justru lebih dikenal disini. Catat saja, disini ada klub hoki es terbaik Austria , yakni EC KAC yang telah 28 kali menyabet juara Austria .
Dari Innsbruck ke Klagenfurt perjalanan dapat ditempuh dengan kereta api reguler yang tersedia setiap saat. Waktu tempuhnya 5 jam (sekali ganti kereta di Schwarzach St. Veit).
Klafenfurt mudah dicapai dari semua tempat di Eropa dengan kereta api. Misalnya, dari Jerman, jalur yang paling gampang adalah dari Muenchen – Klagenfurt (via Salzburg ) dengan waktu tempuh 5 jam. Jika dari Italia, berangkat melalui stasiun kota Venice . Waktunya lebih pendek, yakni 3 jam.
Salah satu objek wisata yang terkenal disini adalah Minimundus, sebuah taman seluas 26.000 m² yang berisi hamper 140 miniatur obyek terkenal dari manca negara. Termasuk salah satunya Borobudur . Catatan Wikipedia, sejak dibuka tahun 1958 taman ini telah dikunjungi oleh lebih dari 15 juta pengunjung. Banyak warga Indonesia di Austria yang membawa keluarganya ke taman Minimundus. Terutama bagi anak-anak mereka yang belum pernah melihat Borobudur .
Obyek terkenal lainnya adalah Danau Worthersee yang berada di kaki pegunungan Alpen. Lalu, keberadaan 23 Schloss (istana/kastil) tua yang tersebar di sekitar Klagenfurt . Festival tahunan bertajuk Altstadtzauber (keajaiban kota tua) adalah salah satu acara yang diminati turis.

Stadion “UFO” raih Green Ball Award
Stadion yang akan dijadikan sebagai tuan rumah pergelaran Euro 2008 musim panas nanti adalah Hypo-Arena. Jarak dengan pusat kota sekitar 5 kilometer. Stadion yang sekilas bentuknya seperti pesawat UFO ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel, pusat bisnis dan pusat perbelanjaan.
Stadion Hypo Arena baru-baru ini meraih Green Ball Award karena dianggap memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan lingkungan hijau yang merupakan konsep EURO 2008. Stadion ini memperkenalkan konsep Environmental Management System (EMAS) dengan fokusnya pada penggunaan sumber energi hijau yang ramah lingkungan. Misalnya, suplai air di lingkungan stadion berasal dari hasil penyaringan dengan menggunakan teknologi tenaga matahari. Josef Proll, Menteri Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Austria , menyerahkan sendiri penghargaan tersebut kepada Walikota Harald Scheucher.
Namun, kendati mampu menampung 32 ribu penonton, stadion Hypo Arena dianggap oleh Joachim Loew –pelatih Jerman- sebagai “stadion mini”.
"Stadion mini ini tak cocok untuk pertandingan sekelas Euro," ujar Loew seperti dikutip harian Die Welt. Loew uring-uringan dengan Hypo Arena. Pasalnya panitia hanya menyediakan jatah tiket sebanyak 6000 lembar per laga. Jerman akan melakoni dua laga penyisihan Grup B klagenfurt , masing-masing lawan Polandia dan Kroasia. Selain itu Polandia vs Kroasia juga bakal bentrok di Hypo Arena.

No comments: