Sunday, June 08, 2008

Swiss, negara dengan tiga bahasa nasional
Zulkarnain Jalil

Swiss sungguh menakjubkan. Sajian panorama alamnya bikin mulut komat-kamit, mengucap Subhanallah berkali-kali. Perjalanan jauh menjadi tak terasa karena suguhan pemandangan alam yang cukup menyegarkan mata. Pegunungan Alpen yang tetap diselimuti salju, padang rumput hijau, danau-danau kecil, rumah-rumah kayu, peternakan sapi dengan lonceng besar menggantung di leher, layaknya pemandangan yang ditampilkan di film-film klasik ataupun komik-komik petualangan. Tak hanya itu, bila bicara Swiss maka identik juga dengan produk jam tangan. Rolex, Tag Heuer, Tissot adalah merek-merek ternama asal Swiss.

Penuh keunikan
Swiss yang jadi salah satu negara penyelenggara Piala Eropa 2008 adalah negeri yang penuh dengan keunikan. Negeri yang dikelilingi oleh lima negara (Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Liectenstein -red) itu punya tiga bahasa nasional. Misalkan Anda ke Jenewa - berbatasan dengan Perancis- maka Anda akan temui nama jalan, berita koran, televisi, radio, percakapan di kantor, sekolah, di jalan hingga di pasar semuanya menggunakan bahasa Perancis. Sebaliknya kalau Anda ke Zurich, semua memakai bahasa Jerman. Sementara di Lugano yang berbatasan dengan negeri pizza, bahasa Italia akan menyapa Anda. Khususnya transportasi antar kota, seperti kereta dan bus), berbagai tanda atau pengumuman ditulis dalam tiga bahasa.
Terus, Swiss merupakan pengekspor coklat terbesar di dunia. Padahal disana justru tidak ada sebatang pohon coklatpun! Keunikan lain yang tak kalah heboh, Swiss satu-satunya negara di dunia tanpa Angkatan Bersenjata. Tapi tahu tidak? Swiss justru dijuluki sebagai negara paling aman di dunia.

Swiss bisa juga dibilang negara yang tak suka diatur-atur. Buktinya sampai hari ini Swiss tidak termasuk negara anggota PBB. Anehnya kantor badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) berpusat di Swiss. Negara itu juga tidak terlibat dalam pembentukan Uni Eropa. Hingga tak masuk ke dalam anggota EU. Mereka tetap pakai mata uang sendiri (Franc Swiss), tak tergoda ikut mata uang Euro.
Lagu nasional di Piala Eropa
Dan, kini mereka salah satu tuan rumah Piala Eropa 2008. Sudah pasti akan ada keunikan lain di lapangan sesaat Swiss akan bertanding. Apa itu? Lagu nasional. Pasalnya, lagu nasional mereka diciptakan dalam bahasa Jerman. Lantaran mengakui tiga bahasa, maka lagu nasional pun diterjemahkan ke dalam tiga bahasa tersebut. Bayangkan jika lagu itu dinyanyikan dalam tiga bahasa. Pasti kacau. Jadi, coba Anda perhatikan mulut para pemain Swiss nanti saat kumandang lagu nasional. Dapat dipastikan tak ada mulut yang komat-kamit.
Lalu, bagaimana ungkapan nasionalisme mereka? "Kami cinta tanah air bukan pada simbol-simbol, tapi dengan cara bekerja keras, disiplin dan hal hal positif lainnya," kata salah seorang pendukung Swiss.
Stadion Zurich arena grup maut
Salah satu kota penting di Swiss adalah Zurich. Kota yang berbatasan dengan Jerman ini memiliki kualitas hidup terbaik di dunia. Catat saja, pendapatan perkapitanya mencapai 45 ribu US Dolar per tahun. Karena itu Zurich layak disebut pusat ekonomi dan bisnis di Swiss. Kalau ke Zurich Anda musti bawa dompet yang tebal. Pasalnya, disana apa-apa serba mahal. Untuk ukuran Eropa sekalipun. Ada baiknya punya kenalan jadi bisa numpang, buat nginap misalnya. Kalau mau keliling kota, ya jalan kaki saja. Trus, bawa makanan sendiri. Itu tips ringan ala mahasiswa yang berdompet memble.

Selama pagelaran Piala Eropa, pertandingan untuk grup C (kecuali Belanda) akan dimainkan di stadion Letzigrund Zurich. Stadion yang baru diresmikan pemakaiannya Agustus 2007 lalu itu punya kapasitas 30.000 tempat duduk. Diperkirakan, selama pertandingan para pendukung tim Italia, Perancis dan Rumania akan membanjiri Zurich. Dan itu itu berarti grup yang dicap sebagai grup maut itu justru membawa berkah bagi kota Zurich. Duit akan makin mengalir disana. Patut ditunggu!

No comments: