Tuesday, June 10, 2008

Neo nazi picu kerisuhan di Austria

Kaernten, ibukota Klagenfurt, ahad kemarin dikuasai fans Jerman dan Polandia. Warna putih dan merah menyatu. Jauh sebelum pertandingan dimulai, stadion Hypo Arena sedikitnya telah dipenuhi sekitar 5000 fans dari kedua negara. Sebagian besar adalah pendukung Polandia. Sementara itu di luar stadion, sedikitnya 9000 pendukung kedua tim menyesaki kota Kaernten. Mendadak kota mungil itu jadi ramai penuh sesak.

Menariknya, mereka justru akrab satu sama lain. Tak ada keributan. Misalnya, di lokasi nobar Neuemarkt dan Altenmarkt para fans meneriakkan yel-yel kedua tim dengan akur. Sebelumnya arena nobar itu dibasahi oleh hujan yang turun malam harinya. Namun siangnya matahari bersinar terik. Suhu sekitar 20 derajat Celsius. Cukup hangat dan fans pun menyiapkan pestanya. Fans Jerman dan Polandia minum bareng, menari dan menyanyi sama-sama. Begitupun tim keamanan yang berkekuatan 1700 personel berjaga-jaga.

Namun sayangnya suasana ini sedikit rusak dengan merebaknya kekisruhan pasca pertandingan. Mengutip laporan kantor berita Austria APA (8/6), lebih dari 140 pendukung Jerman terlibat dalam kerusuhan itu. 17 diantaranya diamankan polisi Klagenfurt.

Kejadian itu sangat disesalkan. Sebelumnya, pihak kepolisian sangat yakin takkan ada keributan. “Saya yakin tak kan ada kekisruhan. Kami bisa atasi, personel kami cukup kuat,“ ujar salah seorang juru bicara. Sejauh ini belum dapat dipastikan motif kerusuhan itu. Namun disinyalir digerakkan oleh kelompok garis keras neo nazi Jerman.

Patut diketahui, sampai sekarang baik di Jerman sendiri maupun di negara Eropa lainnya kegiatan neo nazi kerap melakukan aktivitas, terutama melawan golongan orang asing. Di Jerman mereka sering melakukan aktivitas dengan mencoba meng-indoktrinasikan golongan muda dengan motto orang asing harus keluar dari Jerman.

Kericuhan di Jerman

Sementara itu di Jerman, tepatnya di Frakfurt juga timbul keributan yang dipicu oleh fans Turki. Dilansir Stern (8/6), kejadian di arena nobar kota Frankfurt itu persis terjadi selepas kekalahan timnas Turki melawan Portugal. Parahnya, pendukung Turki turut melempara polisi dengan botol dan batu. Populasi Turki di Jerman lumayan besar.


Polisi terpaksa melepaskan gas airmata kearah perusuh. Seorang polisi terluka ringan. Dua orang pelaku diamankan polisi. Ada 300 polisi Jerman ikut membantu keamanan di Klagenfurt. Pihak DFB (PSSI-nya Jerman -red) mengutip laporan ketua divisi keamanannya, Helmut Spahn, menyebutkan sedikitnya ada 30.000 pendukung Jerman berangkat ke Klagenfurt. Sebagian besar dari mereka tak mendapatkan tiket masuk stadion. Mereka menyerbu lokasi-lokasi nonton bareng yang ada di beberapa titik.

"Kami yakin dengan segala persiapan yang ada. Takkan ada keributan, aman tak ada masalah, " ujar Spahn yakin. Bila merujuk kejadian terakhir kala kedua tim bertemu di Dortmund pas Piala Dunia 2006 lalu sempat terjadi bentrokan antar pendukung dimana 400 pendukung sempat diamankan pihak keamanan saat itu. Kemananan selalu jadi tema sentral di setiap perhelatan akbar semacam Piala Eropa ini. Kadang-kadang terkesan berlebihan. Namun, tentunya panitia penyelenggara tak mau negaranya dicap sebagai kota kurang aman yang pada akhirnya berakibat pada berkurangnya minat berkunjung ke negara tersebut.


Fans Kroasia, Belanda, dan Ceko terus berdatangan

Sementara itu 50.000 pendukung Kroasia telah tumplek blek di Wina guna mendukung timnya yang melakoni partai perdana melawan tuan rumah di Ernst-Happel Stadion. Pihak kepolisian kota Wina mengaku tak mau ambil resiko. Sebanyak 1800 polisi disiagakan dan disebar di setiap sudut kota.

Adapun fans Ceko dalam jumlah besar telah tiba kemarin di Basel. Mereka melakukan konvoi secara berombongan dengan menggunakan mobil pribadi. “Lumayan besar. Ada sekitar 2000 orang datang dengan mobil pribadi langsung dari Ceko. Sebagian besar menggunakan mobil mereka sekaligus juga sebagai tempat untuk tidur,” ungkap Klaus Mannhart, juru bicara keamanan kota Basel. Klaus juga menambahkan sebagian lainnya dating secara bergelombang dengan menggunakan bus dan kereta api. Sedikit yang menggunakan jalur udara. Total ada 10 ribuan fans Ceko saat ini di Basel.

Pada saat yang sama di kota Bern, warna oranye makin mencolok. Sedikitnya 10.000 fans Belanda yang lengkap dengan berbagai asesories unik itu telah menempati pusat perkemahan di sebuah lokasi yang berjarak 10 km dari pusat kota.

No comments: