Sunday, June 08, 2008

Perketat keamanan, polisi asing mulai masuk Swiss

Zulkarnain Jalil
Piala Eropa hanya menghitung sehari lagi. Namun bagi para polisi dan pasukan keamanan lainnya, Piala Eropa bisa dikatakan telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Mereka sudah berada di pos masing-masing sejak awal Juni. Pemeriksaan di perbatasan mulai diperketat, dimana sejak Senin kemarin (2/6) pasukan keamanan mulai melakukan ronda rutin. Berjaga-jaga dan memeriksa setiap dokumen para pendatang yang melewati perbatasan.

Bersyukurnya, ada keringanan selama Piala Eropa ini. Bagi pemilik visa Schengen (visa bebas kunjungan di negara-negara Uni Eropa -red) bisa juga dipakai untuk masuk ke Swiss. Patut dicatat, sampai hari ini Swiss tidak termasuk anggota EU. Misalnya, katakanlah seorang warga Indonesia dan pemilik visa Jerman ingin kesana, ya musti mengurus visa izin masuk. Namun selama perhelatan Euro 2008 kebijakan itu diperlunak.

Tak ada cuti
Polisi Swiss tidak diizinkan mengambil cuti selama perhelatan Euro 2008. Masih merasa kekurangan polisi organik, Swiss bahkan musti mendatangkan bantuan dari negara tetangganya Jerman. Sebagian besar polisi Jerman itu nantinya akan digunakan untuk membantu keamanan di Basel dan Zurich . Sedangkan untuk keamanan di Jenewa, dibantu oleh polisi Perancis. Persiapan keamanan yang terdiri dari berbagai korps itu sudah matang dilakukan sejak lama.
Tak hanya di perbatasan, di pusat kota, arena nobar, stadion, stasiun kereta api hingga di bandara para polisi telah disebar. Bagi warga setempat yang mengetahui atau melihat gelagat mencurigakan dari fans atau pendatang lainnya telah disarankan untuk menghubungi nomor kontak tertentu.
Kelompok yang dinamakan Gruppe Schweiz ohne Armee (GsoA) atau tim keamanan Swiss tanpa tentara, telah menyetujui sebuah komunike bersama yang menyatakan pasukan milisi –umumnya para wamil (wajib militer)- turut dipersenjatai.
Siaga satu
Menurut catatan, ada sekitar 16 ribu polisi dan 15 ribu tentara plus bantuan tim keamanan swasta lainnya yang tak terhitung jumlahnya, sejak awal Juni kemarin dalam posisi siaga satu. Berjaga-jaga 24 jam dengan pola shif/pergantian. Tak hanya itu sebanyak 68 pesawat tempur turut disiagakan. Jika dirasa masih kurang cukup, polisi tambahan yang masih berada di mabes, baik di Jerman maupun Perancis, kabarnya siap dikirim ke Swiss.

Swiss tak main-main. Pastinya mereka sudah berhitung, jutaan turis akan datang selama dan sesudah perhelatan Euro 2008. Dan itu artinya akan menambah devisa negara. Karena itu pemerintah Swiss tak mau menanggung malu jika sewaktu-waktu terjadi kerusuhan. Sejumlah dana dalam skala besar dikucurkan khusus untuk sektor keamanan. Swiss memang tidak berani mengambil risiko sekecil apa pun.

Untuk mendanai
polisi tambahan tersebut Swiss menggelontorkan dana sebesar 25 juta Franc (mata uang Swiss –red) yang disiapkan pemerintah pusat. Sedangkan 11 juta Franc disiapkan oleh kota-kota penyelenggara Basel , Bern , Jenewa dan Zurich . Tak cukup itu, masih ada lagi dana tambahan sebesar 64 juta Franc yang berasal dari kalangan swasta.

No comments: