1990 + 1974 - 1954 = 2010
Tim Jerman yang bertanding lawan Australia kemarin malam sejauh ini dinilai banyak pihak sebagai tim yang terbaik. Baik dari segi permainan yang diklaim atraktif dan menghibur, demikian juga jumlah gol yang tercetak. Setelah melewati beberapa pertandingan, banyak maniak bola terlihat belum puas dengan minimnya gol-gol yang terjadi. Skornya tipis-tipis. Kemenangan der Panzer dengan 4 gol sangat memuaskan dahaga mereka. Apalagi Philip Lahm dkk menunjukkan sebuah permainan yang sangat jauh berbeda dengan Jerman di sama silam yang dikenal kaku dan membosankan.
Pasca pertandingan, praktis kota Durban -tempat pertandingan dilangsungkan- dikuasai oleh fans Jerman. Demikian juga di Cape Town yang merupakan basisnya fans Jerman. Bendera nasional Jerman melambai-lambai dimana-mana diiringi tiupan terompet vuvuzela yang memekakkan telinga. Bahkan, sebagian warga Afrika terlihat ikut berbaur dalam euforia itu. Maklum, beberapa pemain timnas Jerman ada yang berdarah Afrika, yakni Jerome Boateng (Ghana), Dennis Aogo (Nigeria) dan Sami Khedira (Tunisia).
Rumus Tolan
Di tengah euforia fans Jerman itulah menyeruak susunan angka-angka seperti di atas. Secara kasat mata Anda pasti sudah mahfum arti angka-angka tersebut. Itulah rumus yang disebut oleh orang Jerman sebagai Tolan Formel atau Rumus Tolan. Angka-angka di atas adalah tahun-tahun dimana Jerman jadi juara dunia (1954, 1974 dan 1990). Nah, penambahan 1990 dengan 1974 lalu dikurangi 1954 maka hasilnya tepat 2010. Artinya, juara Piala Dunia 2010 adalah Jerman! Waw, bukan main.
Empat tahun silam, saya pernah menulis di kolom serupa dengan judul 54 74 – 1990 = 2006 (lihat: Serambi Indonesia edisi 16 Juni 2006). Rumus sederhana itu diperkenalkan pertamakali oleh Prof. Dr. Metin Tolan. Pria ramah berdarah Turki ini adalah guru besar Fisika Eksperimen di Universitas Dortmund, Jerman.
Pemikiran Tolan yang lahir di Oldenburg dari pasangan Jerman (bapak) dan Turki (ibu) memang tergolong nyentrik. Buktinya, dia telah merangkum filosofi berpikirnya dalam beberapa buku yang berjudul tak kalah nyentrik, masing-masing “Fisika Star Trek“, “Fisika James Bond“ dan terakhir “Fisika Sepakbola“.
Namun, kala itu fans Jerman harus kecewa, karena Ballack cs kandas di semifinal dihempas Italia 0-2. Mimpi juara dunia pun punah. Rumus Tolan tak cukup ampuh saat itu. Rupanya, orang Jerman tak patah arang. Maka angka-angka keramat itu pun diutak-atik lagi hingga muncullah formula baru seperti judul di atas. Dasar Jerman, ujar seorang rekan jurnalis.
Tim yang akan melaju ke babak final 11 Juli 2010 nanti belum diketahui, tapi Prof Tolan malah sudah tahu siapa juaranya. “Tak ada keraguan lagi, Jerman adalah juara dunia 2010. Rumusnya kan sudah jelas he he,“ ujar Tolan dalam satu wawancara dengan televisi WDR.
"Jika dihitung lebih detail lagi menggunakan teori statistik, dengan memanfaatkan semua pertandingan yang dimainkan Jerman, jumlah gol, dan beberapa parameter lainnya, maka di Piala Dunia 2010 paling buruk Jerman akan masuk semi final dan dihitung secara rerata der Panzer akan menempati peringkat 3,7," ujar Tolan optimis. Profesor berusia 44 tahun itu sangat yakin dengan rumus terbarunya. Jerman bakal jadi juara dunia 2010. So, patut ditunggu apakah rumus Profesor Tolan benar-benar ampuh.
No comments:
Post a Comment