Blatter serahkan trofi Piala Dunia ke Pemerintah Afsel
Presiden FIFA Sepp Blatter secara resmi menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pemerintah Afsel Jumat (4/6) pekan lalu di Pretoria . Dalam kesempatan itu, Blatter menyatakan apresiasi tingginya kepada rakyat dan pemerintah Afsel atas persiapan, keramahan dan segala sesuatu yang membuat para tamu betah berada disana. Seperti disitir Buanews, Blatter dalam sambutannya secara khusus menyelipkan penghargaan bagi mantan Presiden Nelson Mandela atas perannya dalam membangun demokrasi dan stabilitas politik di Afsel.
"Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi bagi pemerintah Afsel karena tanpa kerjasama dan dukungan mereka tak mungkin even sekaliber ini bisa berlangsung. Khususnya bagi rakyat Afsel, saya mengucapkan terima kasih tak berhingga atas semangat menggelora yang mereka tunjukkan bagi suksesnya Piala Dunia," ucap Blatter sesaat setelah menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pihak pemerintah yang diterima oleh Wakil Presiden, Kgalema Motlanthe. Selanjutnya trofi seberat 6,17 kg dan bakal diperebutkan oleh 32 kontestan Piala Dunia dipajang di Soweto, Johanesburg sembari menanti hari pembukaan yang akan berlangsung di Stadion Soccer City pada 11 Juni.
Pegawai istana antusias
Para pegawai di Istana Wapres tampak sangat bersemangat ingin melihat dari dekat piala penuh legenda itu. Mereka berkerumun di dekat trofi itu. Blatter tampak tersenyum maklum seraya memberi ruang lebih luas bagi mereka untuk mendekat. "Tapi mohon jangan disentuh," pinta Blatter khawatir piala itu jatuh.
Wapres Motlanthe, ditemani beberapa menteri negara, mengatakan pemerintah telah bekerja keras dan menjamin semua persyaratan yang diminta FIFA bagi suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia telah terpenuhi. Dia menegaskan bahwa terpilihnya Afsel sebagai tuan rumah turnamen akbar itu sebagai buah kerja yang "incredible" (baca: luar biasa) dari tokoh nasional Nelson Mandela, mantan Presiden Thabo Mbeki dan Jacob Zuma, Presiden Afsel saat ini.
"Ini adalah kerja keras yang mengagumkan dari orang-orang terbaik negeri kami. Hari ini kami akan buktikan mampu menjadi tuan rumah even langka ini. Kami, bangsa Afsel bangga bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia sepakbola," ujar Motlanthe.
Blatter kembali menyitir opini-opini miring yang berhembus selama ini. Bahwa Afsel bakal tak mampu jadi tuan rumah, tidak terbukti. "Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak mungkin sukses itu selalu harus 100 persen. Tapi, dengan apa yang kita saksikan hari ini, mereka-mereka yang selama ini mengkritik patut menarik kembali ucapannya," kata dia.
Terkait kehadiran Nelson Mandela di hari pembukaan Jumat (11/6) nanti, Blatter menceritakan bahwa dia telah bertemu langsung dengan negarawan berusia 91 tahun itu dan mengindikasikan Mandela bisa hadir langsung di stadion. (zulkarnain jalil)
No comments:
Post a Comment