Thursday, June 17, 2010

Burung vulture dan tebak skor pertandingan
Burung Vulture atau burung pemakan bangkai memiliki populasi terbesar di Afrika. Namun saat ini dikabarkan keberadaannya makin terancam, terutama selama berlangsungnya Piala Dunia. Lho, apa hubungannya?
Selidik punya selidik, rupanya burung tipe predator (pemangsa) itu digunakan oleh para muti (dukun-red) untuk membantu para pejudi tebak skor hasil pertandingan. Caranya? Sang dukun menyembelih dan mengambil otaknya. Otak itu lalu dibakar hingga mengeluarkan asap. Efek dari bau asap itulah yang dipakai untuk “jampi-jampian” dalam judi tebak skor. Otak vulture adakalanya dibenam dalam tepung dan ditambahkan wewangian tertentu untuk menambah efek magis.
Dukun Afrika sangat meyakini bahwa asap otak burung pemakan bangkai memiliki tenaga supranatural yang mampu menuntun para dukun menebak skor akhir pertandingan. Di jalanan Johannesburg, para muti terlihat secara sembunyi-sembunyi menawarkan otak burung vulture yang siap dipakai untuk ajang tebak skor.
Pengamat masalah lingkungan yakin keberadaan burung vulture sangat terancam, terutama selama Piala Dunia, disebabkan ulah para muti. Mark Anderson, Direktur BirdLife South Africa menyebut bahwa spesies burung pemakan bangkai kini dalam ancaman besar.
“Spesies burung ini di Afsel menurun sangat tajam. Ada beberapa factor pemicu, seperti makin berkurangnya makanan, penggunaan racun secara sengaja dan yang paling parah adalah dibunuh dengan memakai tegangan listrik. Burung-burung itu dibunuh untuk diambil otaknya guna menuntun para muti,” ungkap Anderson seperti dikutip Afrol News.

Chris Magin, pakar lingkungan lainnya, malah memprediksi burung itu bakal terancam punah. “Sejak dua dekade terakhir mulai menghilang di kawasan Afrika Barat, Asia Selatan dan di beberapa kawasan lain,” kata dia.
Hasil observasi Steve McKean, dari KwaZulu-Natal Wildlife, secara jelas menunjukkan bahwa menurunnya jumlah burung vulture sangat berhubungan dengan kepentingan magis para muti. "Hasil penelitian kami menunjukkan penyembelihan burung vulture akhir-akhir ini sering dilakukan untuk alasan yang sangat “tradisional” alias kolot. Jika begini terus, maka secara ekstrem, saya berani katakan populasi spesies burung ini akan hilang dalam 12 tahun ke depan," tegas McKean mengingatkan.
Diracun
Dari hasil penyelidikan lapangan diketahui pula bahwa burung-burung tersebut kebanyakan mati karena diracun. “Jenis racun yang sering dipakai adalah Aldicarb. Racun jenis ini sangat mematikan, bahkan untuk manusia sekalipun,” imbuh McKean.

Andre Botha, manajer Birds of Prey Working Group, mengingatkan bahwa burung pemakan bangkai memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di Afrika. Jika burung pemakan bangkai hilang, bakal berpengaruh pada munculnya masalah lingkungan hidup yang tidak sehat, sepertinya bertebarannya aneka penyakit. Ini akibat hilangnya layanan yang diberikan burung pada manusia, seperti proses pembersihan dan pembusukan bangkai, demikian juga penebaran biji-biji tumbuhan.
"Burung pemakan bangkai, oleh BirdLife International, telah masuk dalam daftar merah sebagai hewan yang paling banyak diburu di Afrika. Ini tugas kami untuk menyelamatkannya," kata Botha. Afsel merupakan salah satu negara dengan populasi burung terbanyak di Afrika. Menurut data, ada sekitar 841 spesies burung di negeri Nelson Mandela itu. Sayangnya, sekitar 39 diantaranya terancam punah.
Begitulah, intervensi magis tampaknya sulit hilang dalam dunia olahraga. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang melunturkan iman. Amiin.

No comments: