Friday, June 11, 2010

Dan, mimpi bangsa Afrika pun terwujud



Acara pembukaan yang diawali musik dan tari-tarian mewarnai Stadion Soccer City , Johannesburg tadi malam berlangsung memukau. Sayangnya, aneka atraksi pembukaan Piala Dunia 2010 yang ditonton jutaan pasang mata itu tak dihadiri oleh Nelson Mandela. Tokoh kharismatik Afsel itu tengah berduka usai tewasnya sang cicit Zenani Mandela dalam satu kecelakaan tragis Kamis kemarin. Acara pembukaan secara resmi pun hanya berlangsung dalam 30 menit yang berisi pagelaran musik dan tarian. Tak ada pidato yang panjang-panjang dan membosankan.



"Mimpi itu akhirnya terwujud hari ini," ujar bos FIFA Sepp Blatter penuh rasa bangga. Mimpi yang dimaksud adalah bahwa bangsa Afsel mampu menggelar even akbar sejagad itu. Akhirnya, Presiden Afsel Jacob Zuma tampil ke depan dan membuka secara resmi perhelatan empat tahunan tersebut. "Ini adalah Piala Dunia bagi seluruh rakyat benua Afrika," demikian Zuma dalam kata pembukanya.



Setelahnya, pertandingan perdana pun dimulai. Pertandingan Afsel vs Meksiko tadi malam mungkin adalah yang paling bising sepanjang sejarah pembukaan Piala Dunia. Betapa tidak, suara aneh mirip dengungan ribuan tawon yang sedang beterbangan terdengar sepanjang pertandingan. Sangat memekakkan telinga.


Ya itulah suara tiupan Vuvuzela, terompet plastik khas rakyat Afsel yang ditiup dengan memanfaatkan getaran bibir. Gabungan ribuan vuvuzela terdengar memekakkan telinga.

Sepanjang hari Jumat kemarin, suara vuvuzela juga membahana di sepanjang ruas jalan menuju stadion dan kawasan nobar yang tersebar di beberapa titik. Fans terlihat lumayan tertib. Bus dan kereta api cepat bagai tak henti, pulang pergi membawa para maniak bola. Kemacetan tidak begitu terlihat. Karena kebanyakan penonton memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kenderaan pribadi. Beberapa helikopter terlihat meraung-raung di angkasa memantau keadaan.

Shalat Jumat dekat stadion

Hal menarik lainnya, khusus fans yang beragama Islam, juga mendapat servis memuaskan dari komunitas muslim setempat. Konon lagi kemarin bertepatan dengan hari Jumat. Komunitas muslim Johannesburg telah menyebarkan informasi via situs mereka samuslims2010.net, mengenai posisi mesjid dan mushalla yang berdekatan dengan lokasi stadion dan arena nobar untuk shalat Jumat.

“Saran kami tunaikan shalat Jumat terlebih dahulu, baru ke stadion. Tempat shalat lumayan luas dan dimulai tepat waktu. Di dalam stadion tidak ada fasilitas ruang shalat,” tukas Mohammed Haffejee, seorang muslim setempat yang menjadi panitia bagian keamanan.

Temapt shalat Jumat yang paling dekat dengan stadion, seperti tertera di situs, diadakan di musalla Corobrik, Mushalla yang terletak di Nasrec Road 85 adalah sebuah bangunan sederhana berdampingan dengan area parkir Shareworld Parking. Jaraknya sekitar 2 kilometer ke Stadion Soccer City . Karena fasilitas wudhu yang terbatas, jamaah diminta membawa botol berisi air masing-masing untuk keperluan wudhu. Begitulah. Bangsa Afsel berdiri tegak penuh rasa bangga. Waka Waka ! Saatnya untuk Afrika!

No comments: