Saturday, June 19, 2010

Hindari listrik padam, stadion gunakan genset
Sekitar 2000 suporter bola terjebak di stasiun kereta api Pretoria pasca pertandingan tuan rumah Afsel melawan Uruguay, Rabu (16/6) kemarin. Kereta api yang akan mereka tumpangi mogok akibat putusnya aliran listrik. Alhasil para suporter terpaksa menunggu dua hingga tiga jam lamanya di tengah udara dingin yang menusuk. Tak kuat menunggu, sebagiannya memutuskan menggunakan sarana transportasi lain. Kebanyakan fans baru tiba kembali di rumah masing-masing jelang subuh.
"Malam itu sebagian besar suporter akan ke Johannesburg, yang diperkirakan tiba disana pukul 24.30. Akibat putusnya listrik, kami lalu mengupayakan lokomotif tenaga uap. Namun baru tiba sekitar dua jam kemudian. Atas keterlambatan ini kami meminta maaf kepada pengguna jasa kereta api," ujar Nozipho Sangweni, manajer regional jawatan kereta api propinsi Gauteng, seperti dikutip kantor berita Afsel, SAPA.

Perihal matinya listrik sarana transportasi kereta api itu spontan jadi pembicaraan hangat. Ternyata krisis listrik di Afsel punya kisah tersendiri, mungkin hampir mirip dengan di tempat kita. Krisis listrik ini muncul awal 2008 silam. Sejak itu warga Afsel mulai mengenal yang namanya mati lampu dan pemadaman bergilir karena suplai listrik tak cukup. Lalu bagaimana jika pas pertandingan mati lampu?
”Khusus selama Piala Dunia, pemerintah menjamin pasokan listrik. Bakal tak ada pemadaman listrik selama PD 2010 ini, kecuali jika terjadi hal yang diluar dugaan seumpama bencana alam,” Wakil Presiden Kgalema Motlanthe, seperti disitir Afrol News, memberikan garansinya
Eskom (PLN-nya Afsel) sendiri berjanji pada pemerintah dan FIFA takkan ada pemadaman selama perhelatan Piala Dunia. Pihak Eskom berkilah mereka akan menggunakan berbagai alternatif lain agar suplai listrik cukup selama PD. Misalnya penggunaan listrik tenaga batu bara, uap dan air.
Tapi tampaknya jaminan Eskom itu tetap tak membuat panitia setempat bisa duduk tenang. Mereka tak berani memegang janji Eskom. Sebagai contoh di Stadion Soocer City, Johannesburg kini semua jaringan listrik dihubungkan dengan mesin genset. ” Saat pertandingan malam hari, kami tak akan gunakan jasa Eskom. Takut tiba-tiba mati, sangat berisiko,” sebut salah seorang panitia lokal.
"Seluruh stadion punya fasilitas genset untuk mem-backup listrik Eskom. Kami yakin perangkat ini akan mampu menutupi konsumsi listrik, terutama selama Piala Dunia 2010," sebut panitia.

Pemadaman bergilir terjadi di seluruh Afsel terutama saat beban puncak. Padahal negeri Nelson Mandela itu punya pembangkit listrik tenaga nuklir di Koeberg, Cape Town. Namun saat ini PLTN Koeberg lagi bermasalah dengan salah satu generator pembangkitnya. Listrik tenaga nuklir Koeberg memproduksi 12,7 juta kWh dan mampu menutupi sekitar 6% konsumsi listrik di Afsel.

No comments: