Monday, June 21, 2010

Masjid dan makanan halal untuk fans muslim
Gairah dan semangat komunitas muslim Afsel dalam menyemarakkan Piala Dunia 2010 patut diacungi jempol. Mereka telah menyusun aneka program khusus untuk fans muslim mancanegara yang membanjiri negeri pelangi itu. Bermacam cara dilakukan, semata-mata agar fans muslim dapat menikmati PD Afsel dengan nyaman.
Semua program khusus untuk fans muslim selama Piala Dunia dikemas dalam kegiatan yang diberi nama SA Muslim 2010. Program ini pertamakali diinisiasi oleh komunitas muslim kota Durban pada Oktober 2009. Rupanya pemerintah setempat menyambut baik inisiatif itu dan akhirnya tumbuh menjadi program nasional dengan dibentuknya panitia lokal di setiap kota penyelenggara.
Ahmed Shaikh, salah seorang penanggung jawab kegiatan “SA Muslim 2010” yang berbasis di Durban menyebut bahwa inisiatif itu murni datang dari komunitas muslim Afsel. “Banyak fans muslim yang hadir di Afsel selama Piala Dunia ini. Kebanyakan dari mereka bingung mencari mesjid dan toko makanan halal. Makanya kami ingin membantu sekaligus untuk memperlihatkan keberadaan muslim di Afsel dan menunjukkan bahwa Islam agama damai,” kata Ahmad. “Di mesjid-mesjid telah dibentuk semacam posko yang diberi nama Nerve Centre. Oya jika sewaktu-waktu ada hal darurat kami juga telah buka SMS hotline 0842010786, dan juga situs www.samuslims2010.net,” imbuh Ahmad lagi.
“Di kota-kota penyelenggara seperti Durban, Johannesburg, Cape Town dan beberapa kota lainnya juga telah kami siapkan sejumlah relawan. Para relawan ini standby di titik-titik tertentu dan dengan ikhlas akan membantu saudara muslimnya, baik lokal maupun dari negara lain. Kami juga ada bikin pameran, forum diskusi, dan ajang tukar budaya. Fans muslim mancanegara dipersilahkan mengisi kegiatan ini. Jadi semacam ajang pertukaran budaya antar negara sembari silaturrahim,” ungkap Ahmed Shaikh. Umumnya kegiatan dipusatkan di mesjid yang tersebar merata di setiap kota.
Seperti di Mesjid Bostmon, Johannesburg. Pengurus mesjid disana menyediakan sebuah ruangan khusus untuk fans muslim yang terletak di lantai dua mesjid yang letaknya berdekatan dengan Stadion Soccer City. Bahkan tersedia pula fasilitas internet gratis untuk membantu turis dan suporter muslim dalam mencari aneka informasi ataupun mengadakan kontak dengan sanak keluarganya.Di mesjid-mesjid lain kurang lebih sama.
”Sejumlah relawan juga disiapkan guna membantu dan menuntun fans yang belum familiar dengan Afsel. Tak hanya itu, informasi seputar lokasi mesjid, waktu shalat, dan info outlet makanan halal diberikan, yakni dalam bentuk brosur yang bisa diperoleh di hotel, losmen, wisma tamu dan di bandara. Juga dapat diunduh via internet,” jelas Ahmad lagi.
Makanan halal
Masalah makanan halal, saat ini sejumlah toko dan rumah makan halal dibuka di beberapa tempat seperti stadion, Fan Fest, arena nobar dan di beberapa titik di pusat kota. Panganan halal ini mendapat pengawasan ketat dari National Independent Halaal Trust (NIHT), sebuah lembaga independen nasional yang mengurus masalah produk halal di Afsel dan terbentuk tahun 1992 silam.

“Kami juga telah kerahkan sejumlah relawan yang ditempatkan di sekitar stadion dan arena kumpul fans untuk menyebarkan brosur berisi daftar rumah makan halal, produk-produk halal, dan informasi lokasi mesjid. Relawan kami juga siap membantu setiap masalah yang dihadapi fans muslim,” demikian Abdul Wahab Wookay, Direktur NIHT melalui situs resminya.
“Beberapa negara di Eropa saat ini menghadapi masalah rumit terkait integrasi dengan imigran muslim. Jadi, kami berharap upaya ini bisa dijadikan semacam ajang tukar pengalaman. Konon lagi warga Afsel juga pernah menghadapi masaalah yang sama seperti rasisme, budaya yang beragam, demikian pula agama yang berbeda-beda. Yang ingin ditunjukkan adalah bahwa dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda itu, kami bisa hidup dalam kebersamaan sebagai bangsa yang satu,” tutup Ahmad penuh filosofi.
Umat Islam di negeri Nelson Mandela saat ini diperkirakan ada sekitar 1,5 persen dari total penduduknya yang berjumlah 50 juta jiwa. Sedangkan 80 persen penduduknya beragama Kristen. Ada sejumlah 500 mesjid dan 400 pusat pendidikan dan organisasi Islam tersebar di seluruh Afsel.

No comments: